Beranda > Penyebab Anak Sering Sakit Perut dan Cara Mengatasinya

Penyebab Anak Sering Sakit Perut dan Cara Mengatasinya

Penyebab Anak Sering Sakit Perut dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Kania Adhyanisitha, Sp.A

Menghadapi anak yang sering sakit perut tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua. Terlebih bila keluhan ini datang berulang dan mengganggu aktivitas atau nafsu makan si kecil. Apakah ini kondisi yang wajar? Atau merupakan tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius?

Sakit perut pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, dari yang ringan seperti pola makan tidak sehat, hingga yang memerlukan perhatian medis seperti infeksi saluran pencernaan atau cacingan. Mengenali penyebab dan mengetahui pertolongan pertama di rumah dapat membantu Anda memberikan penanganan yang tepat dan segera. 

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari penyebab anak sering sakit perut, cara mengatasinya, upaya pencegahan, serta kapan sebaiknya Anda membawa anak ke dokter.

Baca Juga: Seputar Demam pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Penyebab Anak Sering Sakit Perut

Keluhan sakit perut pada anak bisa dipicu oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan pola makan, kebersihan, hingga infeksi tertentu. Memahami penyebabnya secara menyeluruh akan membantu Anda menentukan penanganan yang tepat dan mencegah kekambuhan di kemudian hari. Berikut ini beberapa penyebab umum yang perlu Anda ketahui:

1. Infeksi Saluran Pencernaan Anak

Infeksi saluran cerna menjadi salah satu pemicu paling sering dari nyeri perut pada anak. Kondisi ini dapat disebabkan oleh virus (seperti rotavirus) maupun bakteri (seperti Salmonella atau E. coli) yang masuk melalui makanan atau tangan yang tidak higienis.
Gejala umumnya mencakup sakit perut disertai diare, mual, muntah, dan demam. Anak yang sistem imunnya belum sepenuhnya berkembang lebih rentan terhadap infeksi jenis ini, terutama jika kebiasaan mencuci tangan belum konsisten dilakukan.

2. Kebiasaan Jajan Sembarangan

Jajanan di luar rumah, terutama yang dijual di tempat terbuka tanpa pengawasan kebersihan, berpotensi besar menyebabkan gangguan pencernaan. Anak-anak yang mengonsumsi makanan dari sumber yang tidak higienis dapat mengalami sakit perut akibat kontaminasi bakteri atau zat kimia berbahaya. Oleh karena itu, kebiasaan jajan sembarangan perlu menjadi perhatian khusus bagi orang tua.

3. Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, gula tambahan, makanan cepat saji, atau minim serat merupakan faktor lain yang sering memicu masalah pencernaan. Pola makan seperti ini dapat menyebabkan perut anak terasa tidak nyaman, kembung, atau sulit buang air besar. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga bisa berdampak pada kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.

4. Sembelit pada Anak

Sembelit terjadi ketika frekuensi buang air besar menurun dan tinja menjadi keras sehingga sulit dikeluarkan. Anak yang mengalami sembelit biasanya akan mengeluh perut terasa penuh, nyeri, atau bahkan kembung. Penyebab utama sembelit pada anak adalah rendahnya asupan serat dan cairan, serta kurangnya aktivitas fisik.

5. Cacingan

Cacingan bisa menyebabkan sakit perut pada anak, terutama mereka yang aktif bermain di luar ruangan. Telur cacing bisa masuk ke tubuh melalui tangan yang kotor atau makanan yang tidak dicuci bersih. Gejala cacingan yang dapat muncul meliputi sakit perut yang berulang, nafsu makan menurun, berat badan sulit naik, dan gatal di area anus, terutama pada malam hari.

Pertolongan Pertama Saat Anak Sakit Perut

Jika anak mengeluh sakit perut, langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah memberikan pertolongan pertama di rumah. Penanganan yang tepat dapat mencegah keluhan semakin parah dan memberi kenyamanan pada anak sebelum mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

1. Kompres Hangat pada Area Perut

Mengompres perut anak dengan handuk hangat dapat membantu meredakan nyeri, terutama bila penyebabnya adalah kram otot atau gangguan pencernaan ringan. Lakukan secara perlahan dan pastikan suhu tidak terlalu panas.

2. Berikan Cairan yang Cukup

Cairan sangat penting, terlebih jika anak mengalami muntah atau diare. Berikan air putih, larutan oralit, atau kaldu hangat untuk membantu menghidrasi tubuh dan meringankan gejala.

3. Istirahat yang Memadai

Berikan waktu istirahat yang cukup agar tubuh anak dapat fokus memulihkan diri. Hindari aktivitas berat yang dapat memperparah kondisi, termasuk berlari atau bermain terlalu aktif.

4. Obat Sakit Perut Ringan (Jika Diperlukan)

Jika keluhan tergolong ringan dan tidak disertai gejala berat, Anda dapat memberikan obat penurun nyeri (seperti paracetamol) atau probiotik sesuai anjuran dokter. Hindari penggunaan antibiotik atau obat antidiare tanpa petunjuk medis karena dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Mengenal Ciri, Penyebab & Pengobatan Diabetes pada Anak

Cara Mencegah Anak Sakit Perut

Pencegahan selalu menjadi langkah terbaik untuk menghindari gangguan kesehatan berulang. Beberapa kebiasaan sehat berikut ini dapat Anda terapkan untuk menjaga kesehatan saluran cerna anak:

1. Terapkan Pola Makan Seimbang

Pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi lengkap yang tinggi serat, seperti buah, sayur, biji-bijian, dan cukup cairan setiap hari. Hindari konsumsi berlebihan makanan olahan (ultra-processed food, makanan tinggi lemak jenuh, dan tinggi gula.

2. Hindari Kebiasaan Jajan Sembarangan

Ajarkan anak untuk memilih makanan dari sumber yang bersih dan aman. Bekali mereka dengan pemahaman sederhana tentang pentingnya kebersihan makanan. Jika memungkinkan, bawakan bekal dari rumah dengan menu yang disukai anak.

3. Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh. Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah bermain di luar, dan setelah dari toilet. Bersihkan juga mainan dan peralatan makan secara rutin.

4. Pemeriksaan dan Obat Cacing Secara Rutin

Melakukan pemeriksaan tinja dan pemberian obat cacing setiap 6 bulan atau sesuai saran dokter merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi cacing berulang. Langkah ini perlu disesuaikan dengan tingkat risiko dan kebiasaan anak sehari-hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sebagian besar kasus sakit perut pada anak bisa diatasi di rumah, Anda perlu waspada bila muncul gejala seperti:

  • Nyeri perut yang tidak kunjung hilang lebih dari 24 jam
  • Muntah atau diare terus-menerus
  • Demam tinggi
  • Adanya darah pada tinja atau muntahan
  • Anak tampak sangat lemas, tidak mau makan, atau tidak aktif
  • Perut tampak membengkak dan keras saat disentuh

Dalam situasi seperti ini, konsultasikan segera ke dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Radang Tenggorokan pada Anak: Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Sakit perut berulang pada anak memang kerap terjadi, namun bisa menjadi indikator dari kondisi yang tidak boleh diabaikan. Dengan memahami penyebab anak sering sakit perut, mulai dari infeksi saluran pencernaan anak, kebiasaan jajan sembarangan, hingga cacingan pada anak, Anda dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat.

Jika keluhan terus berulang atau muncul gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis anak di Klinik Bamed. Layanan Spesialis Anak kami siap menjadi mitra Anda dalam menjaga kesehatan anak dengan layanan profesional, fasilitas lengkap, serta pendekatan yang ramah dan menyeluruh.