Beranda > Pentingnya Vaksin Polio Anak: Manfaat, Jenis Hingga Prosedur

vaksin polio

Pentingnya Vaksin Polio Anak: Manfaat, Jenis Hingga Prosedur

Ditinjau oleh : dr. Wahyu Kusuma Wardhani, Sp.A, M. Biomed

Polio, penyakit yang pernah melumpuhkan jutaan anak di seluruh dunia, kini dapat dicegah dengan mudah dengan vaksin. Namun, masih banyak orang yang ragu untuk memberikan vaksin polio kepada anak.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa vaksin polio sangat penting untuk melindungi anak Anda dari penyakit yang berbahaya ini, mulai dari manfaat, jenis vaksin yang tersedia, hingga prosedur pemberian vaksin.

Apa Itu Vaksin Polio?

Vaksin polio adalah suntikan yang diberikan untuk melindungi tubuh dari serangan virus polio yang berbahaya. Dengan pemberian vaksin polio, tubuh akan secara otomatis memproduksi antibodi sebagai pertahanan diri. Antibodi inilah yang akan mencegah kita terkena penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan, bahkan kematian.

Imunisasi polio atau yang lebih dikenal dengan IPV (Inactivated Poliovirus Vaccine) ini sangat penting untuk diberikan sejak dini agar anak-anak terlindungi dari ancaman virus polio. Vaksin polio telah terbukti sangat efektif dalam mencegah penyebaran penyakit polio dan merupakan bagian penting dari program imunisasi nasional.

Manfaat Vaksin Polio pada Anak

Manfaat vaksin polio ini sangatlah besar bagi kesehatan anak. Vaksin polio akan merangsang sistem kekebalan tubuh anak sehingga tubuh menjadi lebih kuat dalam melawan serangan virus polio. Dengan kata lain, vaksin polio akan membentuk perisai perlindungan bagi tubuh anak.

Vaksin polio dapat mengurangi risiko penularan penyakit polio dari anak ke anak lainnya. Hal ini sangat penting karena penyakit polio dapat menyebar dengan cepat, terutama di tempat-tempat yang sanitasi dan kebersihannya kurang baik.

Selain itu, vaksin polio juga berperan dalam menurunkan tingkat keparahan penyakit jika anak terinfeksi virus polio. Vaksin polio dapat mencegah terjadinya kelumpuhan atau kerusakan saraf yang parah akibat penyakit polio.

Jenis-Jenis Vaksin Polio

Terdapat beberapa jenis vaksin polio yang tersedia, namun yang paling umum digunakan adalah vaksin polio inaktif (IPV) dan vaksin polio oral (OPV). Berikut adalah penjelasan jenis-jenis vaksin polio:

1. Vaksin Polio Suntik (IPV)

Vaksin polio suntik (IPV) merupakan jenis imunisasi yang diberikan melalui suntikan dan mengandung virus polio yang telah dilemahkan sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit. 

Cara kerjanya adalah dengan merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi yang akan melawan virus polio. Antibodi ini terutama bekerja melindungi darah, namun belum mampu memberikan perlindungan maksimal pada saluran pencernaan, khususnya usus.

Oleh karena itu, meskipun telah mendapatkan vaksin polio suntik, anak tetap berisiko terinfeksi polio melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus. Untuk memberikan perlindungan yang lebih, pemberian vaksin polio suntik sebaiknya dikombinasikan dengan vaksin polio oral yang memberikan kekebalan pada saluran pencernaan.

2. Vaksin Polio Oral (OPV)

Vaksin polio oral (OPV) merupakan salah satu jenis vaksin yang mengandung virus polio yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan. Tujuan utama pemberian vaksin polio oral ini adalah untuk merangsang pembentukan antibodi, atau zat kekebalan tubuh, di dalam usus. Antibodi ini berfungsi untuk menghancurkan virus polio yang mungkin berkembang baik di usus maupun di dalam darah. Proses pelemahan virus dalam vaksin polio oral membuatnya aman untuk digunakan pada anak-anak, memberikan perlindungan yang efektif terhadap infeksi polio tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Prosedur Vaksin Polio Anak

Vaksin polio merupakan salah satu imunisasi penting yang diberikan kepada bayi dan anak-anak untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Ada dua cara utama pemberian vaksin polio, yakni melalui tetes oral dan suntikan.

1. Vaksin Polio Oral (OPV)

Vaksin polio tetes (OPV) adalah jenis vaksin yang paling umum diberikan pada bayi. Cara pemberiannya sangat sederhana, yaitu dengan meneteskan cairan vaksin langsung ke dalam mulut bayi. Seberapa banyak dosis vaksin polio tetes yang diberikan biasanya 0,5 ml. 

Pemberian vaksin polio tetes pertama kali umumnya dilakukan segera setelah bayi lahir. Setelah itu, bayi akan mendapatkan dosis lanjutan sesuai dengan jadwal imunisasi yang telah ditetapkan, biasanya pada usia 2, 4, dan 18 bulan.

2. Vaksin Polio Suntik (IPV)

Vaksin polio suntikan (IPV) diberikan melalui suntikan di lengan atau paha. Vaksin polio suntikan ini biasanya diberikan pada bayi usia 2, 4, dan 6-18 bulan. Vaksin polio suntikan memberikan perlindungan yang sangat baik pada aliran darah.

Apa Efek Samping Vaksin Polio?

Vaksin polio umumnya sangat aman dan efektif dalam mencegah penyakit polio. Namun, seperti halnya vaksin lainnya, vaksin polio juga dapat menimbulkan beberapa efek samping.

Beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul setelah pemberian vaksin polio, terutama pada jenis vaksin polio suntik, antara lain:

  • Rasa nyeri, kemerahan, atau bengkak di sekitar bekas suntikan: Reaksi ini merupakan hal yang wajar dan biasanya akan hilang dalam beberapa hari.
  • Demam ringan: Demam ringan juga sering terjadi setelah vaksinasi dan dapat diatasi dengan pemberian obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter.
  • Pengerasan kulit di sekitar area suntikan: Kondisi ini disebut sebagai nodul dan biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.

Penting untuk diingat bahwa efek samping yang serius akibat vaksin polio sangat jarang terjadi. Jika anak Anda mengalami gejala yang tidak biasa atau memburuk setelah vaksinasi, segera konsultasikan dengan dokter.

Vaksin polio adalah salah satu bentuk perlindungan paling efektif terhadap penyakit polio. Dengan memahami manfaat, jenis, dan prosedur pemberian vaksin polio, diharapkan para Anda dapat mengambil keputusan yang tepat untuk kesehatan anak. Orang tua penting mengikuti jadwal imunisasi yang telah ditetapkan oleh IDAI dan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak dari Klinik BAMED jika memiliki pertanyaan lebih lanjut.