Beranda > Abses Gigi pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

abses gigi pada anak

Abses Gigi pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Ditinjau oleh : drg. Ayu Monika

Menjaga kesehatan gigi anak bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga mencegah berbagai masalah yang bisa berdampak serius. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah abses gigi, yaitu sebuah infeksi yang menyebabkan terbentuknya kantong berisi nanah di sekitar akar gigi atau gusi.

Meski tampak sepele, abses gigi bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat dan berisiko memicu komplikasi jika tidak segera ditangani. Pada artikel ini, kita akan membahas penyebab, gejala, dan cara mengatasi abses gigi, serta pentingnya menjaga kebersihan gigi anak untuk mencegah terjadinya infeksi ini.

Apa Itu Abses Gigi pada Anak?

Masalah kesehatan gigi pada anak yang kerap terjadi adalah infeksi yang menyebabkan terbentuknya kantong berisi nanah di sekitar akar atau gusi yang disebut dengan abses gigi. Kondisi ini muncul ketika bakteri masuk ke dalam gigi yang rusak atau melalui luka pada gusi, yang biasanya terjadi akibat kebersihan gigi yang kurang terjaga.

Anak-anak yang mengalami infeksi ini akan merasakan nyeri hebat dan pembengkakan di area yang terkena. Tanpa penanganan yang tepat, infeksi ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius, sehingga penting bagi orang tua untuk memastikan kebersihan gigi anak terjaga dan rutin memeriksakannya ke dokter gigi.

Penyebab Abses Gigi pada Anak

Menjaga kesehatan gigi anak tidak hanya sekadar rutin menyikat gigi, tetapi juga memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan masalah serius seperti abses gigi. Infeksi yang menimbulkan kantong nanah ini sering kali menyakitkan dan bisa berakibat lebih parah jika tidak segera ditangani.

Ada beberapa hal yang dapat memicu abses gigi pada anak, dan berikut adalah beberapa penyebab yang perlu diwaspadai:

1. Karies Gigi (Gigi Berlubang)

Lubang pada gigi menjadi pintu masuk utama bagi bakteri. Ketika bakteri masuk melalui retakan atau lubang ini, mereka bisa menyebabkan infeksi yang berkembang menjadi abses. Pada anak-anak, karies sering terjadi akibat kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dan kurang menjaga kebersihan gigi.

2. Kebersihan Mulut yang Buruk

Tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik, seperti jarang menggosok gigi atau tidak menggunakan benang gigi, memungkinkan plak dan bakteri menumpuk di sekitar gigi. Plak yang menumpuk lama-lama akan mengakibatkan infeksi, yang kemudian memicu abses.

3. Trauma atau Cedera pada Gigi dan Gusi

Cedera pada gigi akibat jatuh, benturan, atau kegiatan lain yang menyebabkan kerusakan pada lapisan email atau dentin gigi, membuat bakteri lebih mudah masuk ke jaringan gigi. Begitu juga cedera pada gusi yang bisa membuka jalan bagi infeksi.

4. Kebiasaan Konsumsi Makanan dan Minuman Manis

Sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, seperti permen, kue, atau minuman ringan, membuat gigi lebih rentan terhadap karies. Jika karies ini tidak segera ditangani, infeksi bisa berkembang lebih dalam hingga menjadi abses yang menyakitkan.

Gejala Abses Gigi pada Anak

Menghadapi masalah kesehatan gigi pada anak-anak tidak bisa dianggap sepele, terutama ketika berhubungan dengan infeksi seperti abses gigi. Memahami tanda-tanda dan gejala yang muncul sangat penting agar dapat melakukan penanganan yang tepat.

Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat mengindikasikan adanya abses gigi pada anak:

1. Nyeri Gigi yang Intens

Rasa sakit yang tajam dan berdenyut biasanya muncul secara tiba-tiba pada gigi atau gusi yang terinfeksi. Nyeri ini sering kali semakin parah saat anak beraktivitas, seperti saat makan, minum, atau menggigit, sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman.

2. Pembengkakan pada Gusi atau Wajah

Gusi di sekitar gigi yang terinfeksi akan terlihat bengkak, kemerahan, dan lunak saat disentuh. Jika kondisi ini terus berlanjut, pembengkakan bisa menyebar hingga ke pipi atau area wajah, memberikan dampak visual yang jelas dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi anak.

3. Demam dan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Infeksi yang berkembang dalam rongga mulut bisa menyebabkan demam, mulai dari yang ringan hingga tinggi. Selain itu, anak mungkin mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di area leher atau bawah rahang, sebagai respons tubuh terhadap infeksi yang sedang berlangsung.

4. Bau Mulut dan Rasa Tidak Enak

Anak yang mengalami abses gigi sering mengeluhkan bau mulut yang tidak sedap, yang merupakan indikasi adanya infeksi. Di samping itu, mereka mungkin merasakan rasa pahit atau asin di mulut akibat nanah yang terbentuk dalam area yang terinfeksi.

5. Nanah atau Cairan yang Keluar dari Gusi

Tanda jelas dari abses gigi adalah munculnya kantung nanah di sekitar gigi atau keluarnya cairan berwarna kekuningan dari gusi. Ini menunjukkan bahwa infeksi telah mencapai tingkat yang memerlukan perawatan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Langkah-Langkah Mengobati Abses Gigi pada Anak

Ketika anak mengalami gejala abses gigi, tindakan cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah infeksi yang lebih parah. Mengabaikan tanda-tanda infeksi dapat berisiko mengakibatkan komplikasi serius.

Berikut adalah langkah-langkah pengobatan yang perlu diambil untuk menangani abses gigi pada anak:

1. Kunjungan ke Dokter Gigi

Segera bawa anak ke dokter gigi untuk pemeriksaan menyeluruh. Dokter akan menganalisis kondisi gigi dan memberikan diagnosis yang akurat, yang merupakan langkah awal dalam menentukan tindakan pengobatan selanjutnya.

2. Pengeluaran Nanah (Drainase)

Jika terdeteksi adanya nanah dalam abses, dokter gigi akan melakukan prosedur drainase bila memang diperlukan. Tindakan ini melibatkan pembuatan sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah, yang bertujuan untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit yang dialami anak.

3. Pemberian Antibiotik

Untuk mengatasi infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Obat ini berfungsi membunuh bakteri dan mencegah penyebarannya ke area gigi atau rahang lainnya, sehingga mempercepat proses penyembuhan.

4. Perawatan Saluran Akar

Jika infeksi sudah mencapai akar gigi, perawatan saluran akar menjadi solusi yang diperlukan. Prosedur ini melibatkan pengeboran untuk membersihkan jaringan terinfeksi dan mengeluarkan nanah dari dalam gigi, sebelum menutupnya dengan baik.

5. Pencabutan Gigi

Dalam situasi di mana gigi telah rusak parah dan tidak bisa diselamatkan, pencabutan gigi mungkin diperlukan. Setelah gigi yang terinfeksi dicabut, dokter akan memastikan bahwa nanah dikeluarkan dan area tersebut dibersihkan.

 

Setelah perawatan medis, menjaga kebersihan mulut anak adalah hal yang krusial. Anjurkan anak untuk menyikat gigi dua kali sehari dan berkumur dengan air garam untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan.

Penyembuhan abses gigi pada anak dipengaruhi oleh tingkat keparahan infeksi dan jenis perawatan yang diterima. Umumnya, setelah pengobatan dimulai, anak dapat merasakan perbaikan dalam beberapa hari, meskipun pemulihan sepenuhnya bisa memakan waktu satu hingga dua minggu. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti instruksi dokter gigi dan menjalani perawatan lanjutan jika diperlukan. Menjaga kebersihan mulut yang baik sangat krusial untuk mencegah terjadinya infeksi kembali setelah proses penyembuhan.

Menjaga kesehatan gigi anak adalah tanggung jawab yang penting bagi setiap orang tua. Dengan memahami penyebab dan gejala abses gigi, serta langkah-langkah penanganannya, orang tua dapat lebih waspada dan melakukan pencegahan yang tepat. Jika anak mengalami masalah gigi, jangan ragu untuk mengunjungi dokter gigi di Klinik BAMED yang ada di cabang Meruya. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.