Beranda > Penyebab Saluran ASI Tersumbat dan Solusinya

saluran asi tersumbat

Penyebab Saluran ASI Tersumbat dan Solusinya

Ditinjau oleh: dr. Teresia Susilo, IBCLC

Seorang ibu yang menyusui tentu ingin memberikan yang terbaik bagi bayinya. Namun, proses ini tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan yang sering muncul adalah saluran ASI tersumbat, yang dapat menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, hingga munculnya benjolan lunak di payudara. Kondisi ini bisa membuat ibu merasa tidak nyaman dan frustasi, sehingga perlu segera ditangani agar menyusui tetap lancar.

Saluran ASI yang tersumbat terjadi ketika aliran susu tidak keluar dengan optimal, menyebabkan penumpukan di dalam saluran susu. Meski seringkali bisa membaik dengan sendirinya, ada beberapa cara yang dapat membantu mempercepat pemulihannya. Kenali penyebab, gejala, serta cara mengatasinya agar ibu tetap nyaman dan bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup.

Baca Juga: Apakah Ibu Sakit Masih Diperbolehkan Menyusui?

Penyebab Saluran ASI Tersumbat

Beberapa faktor dapat memicu terjadinya saluran ASI tersumbat, dan penting bagi ibu menyusui untuk mengenali penyebabnya agar dapat mencegah serta mengatasinya dengan tepat.

1. Perlekatan dan Posisi Menyusui yang Kurang Tepat

Jika bayi tidak melekat dengan baik saat menyusu, ASI yang keluar menjadi tidak maksimal, sehingga berisiko menumpuk di dalam saluran payudara. Posisi menyusui yang kurang tepat juga dapat menghambat aliran ASI, membuat sebagian saluran tersumbat dan menyebabkan ketidaknyamanan.

2. Jadwal Menyusui yang Tidak Teratur

Semakin jarang payudara dikosongkan, semakin tinggi risiko penyumbatan saluran ASI. Jika ibu sering melewatkan sesi menyusui atau memompa ASI dengan jeda yang terlalu lama, ASI dapat memupuk dan menghambat alirannya. Perubahan mendadak dalam jadwal menyusui, seperti saat bayi mulai tidur lebih lama atau ketika ibu kembali bekerja, juga bisa menjadi pemicunya.

3. Tekanan Berlebih pada Payudara

Mengenakan bra yang terlalu ketat, tidur tengkurap, atau membawa tas berat di bahu dapat memberi tekanan pada payudara. Tekanan ini dapat menyebabkan aliran ASI terhambat dan meningkatkan risiko penyumbatan saluran.

4. Produksi ASI Berlebih

Jika produksi ASI sangat tinggi tetapi tidak dikeluarkan dengan optimal, saluran ASI berisiko mengalami penyumbatan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada ibu yang baru melahirkan, ketika produksi ASI masih dalam tahap penyesuaian dengan kebutuhan bayi.

5. Stres dan Kondisi Medis Tertentu

Stres dan kelelahan dapat mempengaruhi refleks let-down ASI, membuat alirannya tidak lancar. Selain itu, beberapa kondisi medis seperti mastitis, infeksi payudara, atau tindakan medis yang melibatkan jaringan payudara dapat meningkatkan risiko saluran ASI tersumbat.

Gejala Saluran ASI Tersumbat

Tanda apabila saluran ASI tersumbat sering kali muncul secara bertahap, dimulai dari rasa tidak nyaman hingga gejala yang lebih serius. Kondisi ini dapat menghambat proses menyusui dan membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI dalam jumlah cukup. Jika dibiarkan, penyumbatan bisa berkembang menjadi mastitis, yaitu peradangan pada jaringan payudara yang disertai demam. Mengenali gejala sejak dini dapat membantu ibu menyusui mengambil tindakan yang tepat.

1. Benjolan Keras pada Payudara

Penyumbatan saluran ASI dapat menyebabkan terbentuknya benjolan atau area yang terasa lebih padat di payudara. Benjolan ini seringkali disertai dengan rasa nyeri, terutama saat ditekan atau saat bayi menyusu.

2. Rasa Nyeri atau Tidak Nyaman

Nyeri akibat saluran ASI tersumbat bisa berupa sensasi tertusuk, terbakar, atau bahkan tekanan yang mengganggu. Rasa sakit ini bisa muncul saat menyusui, memompa ASI, atau bahkan saat payudara dalam keadaan diam.

3. Payudara Bengkak dan Kemerahan

Area yang tersumbat seringkali tampak lebih merah dibandingkan bagian lainnya. Payudara juga bisa terasa lebih panas dan bengkak, menandakan adanya peradangan ringan akibat aliran ASI yang tidak lancar.

4. ASI Keluar Lebih Sedikit

Penyumbatan pada saluran ASI dapat membuat aliran susu menjadi tersendat. Bayi mungkin tampak kesulitan mengisap karena ASI tidak keluar sebanyak biasanya. Dalam beberapa kasus, muncul milk bleb atau bintik putih kecil di puting yang menandakan adanya sumbatan.

5. Demam Ringan atau Meriang

Jika penyumbatan berlangsung cukup lama, tubuh bisa merespons dengan demam ringan atau menggigil. Ini merupakan tanda awal peradangan yang bisa berkembang menjadi mastitis jika tidak segera ditangani.

Cara Mengatasi Saluran ASI Tersumbat

Kondisi saluran ASI tersumbat bisa menjadi tantangan bagi ibu menyusui, menyebabkan payudara terasa nyeri, bengkak, bahkan berisiko mengalami peradangan. Meski umum terjadi, masalah ini perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi mastitis. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi penyumbatan ini, mulai dari teknik pijat hingga perbaikan posisi menyusui. 

1. Menyusui dengan Teratur dan Menggunakan Pompa ASI Jika Diperlukan

Menyusui dengan teratur dan cara yang benar dapat membantu membuka saluran Asi yang terhambat. Daya hisap bayi yang kuat secara alami mampu mengatasi sumbatan. Jika bayi kesulitan mengisap, menggunakan pompa ASI dapat menjadi solusi untuk mengosongkan payudara dan mencegah sumbatan semakin parah.

2. Pijat Laktasi dan Kompres Hangat

Pijat lembut payudara dengan gerakan memutar dari bagian luar menuju puting dapat membantu melancarkan aliran ASI. Sebaiknya lakukan pijatan saat menyusui atau setelah mengompres area yang tersumbat dengan air hangat. Kompres hangat sebelum menyusui dapat melebarkan pembuluh darah dan mempercepat pelepasan sumbatan.

3. Perbaiki Posisi Menyusui

Posisi menyusui yang tepat dapat membantu bayi mengisap ASI secara lebih efektif. Mengarahkan dagu bayi ke area yang tersumbat seringkali mempercepat pelepasan sumbatan. Bereksperimen dengan berbagai posisi menyusui hingga menemukan yang paling nyaman dan efektif bisa menjadi solusi yang baik.

4. Jaga Kondisi Fisik dan Hindari Stres

Kelelahan dan stres dapat memengaruhi produksi serta aliran ASI. Pastikan untuk mendapatkan istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik, dan tetap menjaga asupan nutrisi. Mendengarkan musik, membaca buku, atau meminta bantuan pasangan dalam mengurus bayi bisa membantu tubuh lebih rileks.

5. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Menghindari pakaian ketat, terutama bra yang terlalu menekan payudara, dapat mencegah sumbatan bertambah parah. Pilih bra menyusui yang mendukung payudara dengan baik tanpa memberikan tekanan berlebih.

Kapan Harus ke Dokter Jika Saluran ASI Tersumbat

Supaya lebih aman, ibu menyusui perlu memahami kapan penyumbatan saluran ASI masih bisa ditangani di rumah dan kapan harus segera mencari bantuan medis. Meskipun sebagian besar kasus dapat diatasi dengan perawatan mandiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian lebih agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. 

1. Demam Tinggi dan Gejala Infeksi

Jika suhu tubuh mencapai lebih dari 38°C disertai dengan nyeri hebat, kemerahan, atau bengkak pada payudara, ini bisa menjadi tanda infeksi atau mastitis. Infeksi yang tidak segera ditangani berisiko berkembang menjadi abses payudara, sehingga diperlukan pemeriksaan dan kemungkinan pemberian antibiotik oleh dokter.

2. Benjolan yang Tidak Hilang dalam Waktu Lama

Penyumbatan saluran ASI biasanya dapat diatasi dalam 24 hingga 48 jam dengan pijatan, kompres hangat, dan menyusui secara teratur. Namun, jika benjolan tetap ada setelah beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu, bisa jadi ada masalah lain yang memerlukan evaluasi medis. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kondisi yang lebih serius, seperti abses atau kista.

3. Perubahan pada ASI

Jika ASI yang keluar bercampur darah atau nanah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Ini bisa menjadi tanda adanya infeksi yang lebih dalam di jaringan payudara. Penanganan medis yang tepat akan membantu mengatasi masalah ini dan memastikan produksi ASI tetap optimal bagi si kecil.

Baca Juga: Hal-hal Seputar Relaktasi yang Perlu Diketahui

Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasi saluran ASI tersumbat, ibu menyusui dapat menjaga kelancaran pemberian ASI dan mencegah masalah yang lebih serius. Jika gejala tidak membaik atau muncul tanda infeksi, segera cari bantuan medis. Jika membutuhkan bantuan lebih lanjut, berkonsultasilah dengan Konselor Laktasi di Layanan Dokter Laktasi Klinik BAMED.