Ditinjau oleh: dr. Kania Adhyanisitha, Sp.A
Selama ini, banyak orang mengira bahwa diabetes hanya menyerang orang dewasa. Kenyataannya, angka kasus diabetes pada anak menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengalami peningkatan hingga 70% dalam beberapa tahun terakhir. Baik diabetes tipe 1 pada anak yang bersifat autoimun, maupun diabetes tipe 2 pada anak yang sering dikaitkan dengan gaya hidup modern, keduanya memerlukan perhatian medis yang serius.
Sayangnya, tidak semua orang tua menyadari bahwa gejala awal diabetes bisa tampak samar dan mudah diabaikan. Padahal, mengenali ciri sejak dini sangat penting agar kondisi kadar gula tinggi (hiperglikemia) tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai jenis dan penyebab diabetes pada anak, gejala-gejalanya yang perlu diwaspadai, serta cara mengobati diabetes pada anak secara medis dan holistik. Mari kita mulai dengan memahami apa itu diabetes yang terjadi di usia anak-anak.
Apa Itu Diabetes pada Anak?
Diabetes pada anak adalah kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh anak mengelola glukosa atau gula dalam darah. Normalnya, hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas akan membantu gula masuk ke dalam sel sebagai sumber energi. Namun pada anak dengan diabetes, proses ini terganggu sehingga gula menumpuk dalam darah dan menyebabkan hiperglikemia.
Kondisi ini berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan fisik tetapi juga pada aspek emosional anak. Mereka harus menjalani pemantauan rutin dan perubahan gaya hidup dalam jangka panjang untuk menjaga kadar gula tetap stabil.
Tipe Diabetes pada Anak
Sebelum mengenali ciri dan penanganannya, penting untuk memahami dua jenis utama tipe diabetes anak. Masing-masing memiliki penyebab, mekanisme, dan penanganan yang berbeda.
1. Diabetes Tipe 1 pada Anak
Ini adalah jenis diabetes yang paling banyak ditemukan pada anak-anak. Penyebabnya adalah gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh anak tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup, sehingga gula tidak bisa masuk ke dalam sel.
Anak dengan diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan insulin harian untuk bertahan hidup. Kondisi ini biasanya berkembang cepat dan sering kali pertama kali dideteksi saat anak mengalami gejala berat seperti kelelahan ekstrem atau dehidrasi.
2. Diabetes Tipe 2 pada Anak
Meskipun dulu lebih umum ditemukan pada orang dewasa, saat ini diabetes tipe 2 pada anak semakin sering didiagnosis. Kondisi ini disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu saat tubuh masih memproduksi insulin tetapi tidak dapat menggunakannya secara efektif.
Faktor risikonya meliputi pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan obesitas. Anak-anak dengan diabetes tipe 2 mungkin tidak membutuhkan insulin pada awalnya, tetapi tetap memerlukan pengobatan dan perubahan gaya hidup.
Ciri Diabetes pada Anak
Memahami ciri diabetes pada anak merupakan langkah awal untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Tanda-tandanya bisa muncul perlahan dan sering kali tidak disadari. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diperhatikan.
1. Sering Buang Air Kecil
Kelebihan glukosa dalam darah menyebabkan ginjal bekerja ekstra untuk mengeluarkannya melalui urin. Akibatnya, anak menjadi lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
2. Rasa Haus Berlebihan
Karena sering buang air kecil, tubuh kehilangan banyak cairan. Anak menjadi sangat haus dan terus-menerus ingin minum, meskipun sudah minum banyak.
3. Penurunan Berat Badan yang Tidak Wajar
Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh mulai memecah lemak dan otot untuk energi, yang menyebabkan penurunan berat badan drastis.
4. Nafsu Makan Meningkat
Meski berat badan turun, anak tetap merasa lapar karena sel-sel tubuh tidak menerima cukup energi dari glukosa.
5. Kelelahan dan Lemah
Tubuh yang kekurangan energi akibat gangguan penggunaan gula akan membuat anak tampak lesu, mudah mengantuk, dan tidak aktif seperti biasanya.
6. Pandangan Kabur
Kadar gula tinggi dapat menyebabkan perubahan cairan dalam lensa mata, sehingga pandangan anak menjadi buram.
7. Infeksi Kulit dan Jamur Berulang
Gula darah yang tinggi menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri. Anak mungkin mengalami infeksi kulit yang sering kambuh.
8. Luka yang Sulit Sembuh
Diabetes dapat memengaruhi sirkulasi darah dan sistem imun, sehingga luka menjadi lambat sembuh.
9. Perubahan Warna Kulit (Acanthosis Nigricans)
Pada diabetes tipe 2, beberapa anak mengalami penggelapan kulit di area lipatan seperti leher dan ketiak. Ini merupakan tanda resistensi insulin yang umum ditemukan.
Penyebab Diabetes pada Anak
Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab diabetes pada anak, yang berbeda tergantung pada jenis diabetes yang dialami.
1. Penyebab Diabetes Tipe 1
-
Kelainan Autoimun
Tubuh secara keliru menyerang sel pankreas yang memproduksi insulin. Hingga kini, penyebab pasti dari reaksi autoimun ini belum diketahui.
-
Faktor Genetik
Anak dengan riwayat keluarga diabetes tipe 1 memiliki risiko lebih tinggi, meski tidak selalu menjadi penyebab langsung.
-
Faktor Lingkungan
Beberapa infeksi virus diduga dapat memicu proses autoimun yang memunculkan diabetes tipe 1.
2. Penyebab Diabetes Tipe 2
-
Resistensi Insulin
Sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif, sehingga gula tetap berada dalam darah.
-
Pola Makan Tinggi Gula dan Lemak
Konsumsi makanan olahan, minuman manis, dan makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko diabetes.
-
Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari memperburuk resistensi insulin dan meningkatkan risiko obesitas.
-
Faktor Keturunan
Anak dengan orang tua atau saudara kandung yang menderita diabetes tipe 2 lebih berisiko mengalaminya juga.
Cara Mengobati Diabetes pada Anak
Mengelola diabetes pada anak tidak cukup hanya dengan obat. Diperlukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan medis, nutrisi, dan gaya hidup. Berikut adalah beberapa metode penanganan yang umum diterapkan.
1. Terapi Insulin
Digunakan terutama untuk diabetes tipe 1 pada anak, insulin diberikan melalui suntikan atau pompa insulin. Dosis akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan harian dan hasil pemantauan gula darah.
2. Obat Oral
Untuk anak dengan diabetes tipe 2, dokter bisa meresepkan obat seperti metformin untuk membantu menurunkan kadar gula darah, terutama bila perubahan gaya hidup belum cukup efektif.
3. Perubahan Pola Makan
Anak perlu mendapatkan edukasi mengenai pilihan makanan sehat: rendah gula, tinggi serat, dan bergizi seimbang. Makanan rumahan yang terkontrol porsinya jauh lebih dianjurkan dibandingkan makanan kemasan.
4. Aktivitas Fisik Teratur
Aktivitas fisik selama minimal 1 jam sehari sangat penting untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga berat badan ideal.
5. Edukasi dan Pemantauan Rutin
Orangtua dan anak harus memahami cara mengukur gula darah, mengenali tanda-tanda hiperglikemia maupun hipoglikemia, serta tahu kapan harus mencari pertolongan medis. Pendampingan psikologis juga penting untuk menjaga kualitas hidup anak.
Penutup
Menghadapi diabetes pada anak memang membutuhkan perhatian khusus, namun dengan dukungan yang tepat, anak tetap bisa menjalani kehidupan aktif dan sehat. Kunci utamanya terletak pada deteksi dini, pemahaman tentang ciri diabetes pada anak, serta penanganan medis yang konsisten.
Di Klinik BAMED, kami menyediakan Layanan Spesialis Anak yang membantu penanganan secara lengkap untuk diabetes tipe 1 maupun tipe 2 pada anak. Hubungi tim medis kami sekarang dan kami akan membantu Anda memeriksa kondisi anak secara menyeluruh serta memberikan perawatan yang aman dan optimal.
