Ditinjau oleh : dr. Rista Harwita Putri, Sp.A
Alergi pada anak merupakan kondisi yang semakin umum terjadi di berbagai belahan dunia. Gejala yang muncul sering kali menyerupai penyakit lain, seperti flu atau gangguan pencernaan, sehingga membuat orang tua kesulitan dalam mengenali penyebab sebenarnya. Padahal, deteksi dini terhadap alergi sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak.
Sebagai orang tua, memahami macam-macam alergi pada anak dan cara mendeteksinya merupakan langkah awal yang krusial. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat mengambil tindakan preventif dan konsultasi medis yang diperlukan untuk memastikan kesehatan optimal bagi buah hati Anda.
Baca Juga: Mengenal Eksim: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Alergi Pada Anak
Alergi adalah respons sistem imun terhadap zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Pada anak-anak, sistem imun yang masih berkembang dapat bereaksi berlebihan terhadap alergen, seperti makanan tertentu, debu, atau serbuk sari. Reaksi ini dapat memanifestasikan diri dalam berbagai gejala, mulai dari ringan hingga berat.
Faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan alergi. Anak-anak dengan riwayat keluarga yang memiliki alergi, asma, atau eksim memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi serupa. Selain itu, faktor lingkungan, seperti paparan alergen di usia dini, juga dapat memengaruhi sensitivitas anak terhadap zat tertentu.
Macam-Macam Alergi pada Anak yang Perlu Diketahui
Memahami jenis-jenis alergi yang umum pada anak dapat membantu Anda dalam mengenali dan mengelola kondisi ini secara efektif. Berikut adalah beberapa macam alergi yang sering terjadi pada anak:
1. Makanan
Alergi makanan terjadi ketika sistem imun bereaksi terhadap protein tertentu dalam makanan. Delapan jenis makanan yang paling sering menyebabkan alergi pada anak meliputi susu sapi, telur, kacang tanah, kacang pohon, kedelai, gandum, ikan, dan kerang-kerangan. Gejala yang muncul bisa berupa ruam kulit, muntah, diare, hingga anafilaksis yang mengancam jiwa.
2. Pernafasan
Alergi pernafasan disebabkan oleh inhalasi alergen seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, atau jamur. Gejalanya meliputi bersin, hidung tersumbat, mata berair, dan batuk. Kondisi ini dapat memicu asma atau memperburuk gejala asma yang sudah ada.
3. Kulit
Alergi kulit, seperti eksim (dermatitis atopik), terjadi ketika kulit bereaksi terhadap alergen atau iritan tertentu. Gejalanya meliputi kulit kering, gatal, merah, dan pecah-pecah. Eksim sering kali terkait dengan alergi makanan atau pernafasan.
4. Obat
Beberapa anak dapat mengalami reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu, seperti antibiotik atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Gejala yang muncul bisa berupa ruam kulit, gatal, pembengkakan, hingga reaksi anafilaksis.
Cek Alergi Anak: Langkah Awal yang Wajib Dilakukan
Melakukan cek alergi anak merupakan langkah penting dalam mengidentifikasi dan mengelola alergi sejak dini. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:
1. Observasi Gejala
Perhatikan gejala yang muncul setelah anak mengonsumsi makanan tertentu atau terpapar lingkungan baru. Catat jenis makanan atau faktor lingkungan yang dicurigai sebagai pemicu, serta waktu dan durasi gejala.
2. Konsultasi dengan Dokter
Bawa catatan observasi Anda saat berkonsultasi dengan dokter anak atau spesialis alergi. Informasi ini akan membantu dokter dalam menentukan langkah diagnostik selanjutnya.
3. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau riwayat kesehatan anak serta keluarga untuk mengidentifikasi pola alergi yang mungkin diturunkan secara genetik.
Tes Alergi pada Anak: Metode yang Umum Digunakan
Untuk memastikan diagnosis alergi, dokter dapat merekomendasikan beberapa tes, antara lain:
1. Tes Kulit (Skin Prick Test)
Tes ini melibatkan penyuntikan sejumlah kecil alergen ke lapisan atas kulit anak, biasanya di lengan atau punggung. Jika anak alergi terhadap zat tersebut, akan muncul reaksi seperti kemerahan atau pembengkakan di area tersebut.
2. Tes Darah (Specific IgE Test)
Tes darah ini mengukur kadar antibodi IgE spesifik terhadap alergen tertentu dalam darah anak. Tes ini berguna jika tes kulit tidak memungkinkan, misalnya jika anak memiliki kondisi kulit tertentu atau sedang mengonsumsi obat antihistamin.
3. Tes Eliminasi dan Provokasi
Metode ini melibatkan penghilangan makanan atau alergen tertentu dari diet anak untuk melihat apakah gejala membaik, kemudian secara bertahap memperkenalkan kembali makanan tersebut di bawah pengawasan medis untuk mengamati reaksi.
Dampak Jika Alergi Anak Tidak Ditangani
Mengabaikan alergi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, antara lain:
1. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
Jika alergi makanan atau kondisi kronis seperti eksim dan asma tidak ditangani, anak dapat mengalami gangguan dalam penyerapan nutrisi penting. Hal ini dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, kemampuan kognitif, dan kualitas tidur. Anak yang sering sakit karena alergi juga cenderung mengalami keterlambatan dalam perkembangan sosial dan emosional.
2. Penurunan Kualitas Hidup
Alergi yang tidak terkendali dapat membatasi aktivitas sehari-hari anak. Misalnya, anak dengan alergi makanan mungkin harus menghindari kegiatan sosial seperti pesta ulang tahun atau makan di luar. Rasa takut terhadap reaksi alergi bisa membuat anak atau orang tua cemas secara berlebihan, yang berdampak pada kualitas hidup keluarga secara keseluruhan.
3. Risiko Anafilaksis
Dalam kasus yang berat, reaksi alergi bisa berkembang menjadi anafilaksis, kondisi medis darurat yang mengancam jiwa. Tanpa penanganan segera, anafilaksis dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, kesulitan bernapas, dan kehilangan kesadaran.
Baca Juga: Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
Apakah alergi boleh dibiarkan? Perlu diketahui bahwa alergi pada anak bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Mengenali macam-macam alergi pada anak, melakukan cek alergi anak secara tepat, dan menjalani tes sesuai rekomendasi medis merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup si kecil. Dengan deteksi dan penanganan yang tepat, Anda dapat membantu anak tumbuh dengan nyaman, aman, dan bebas dari risiko komplikasi yang tidak diinginkan.
Sebagai orang tua, tanggung jawab Anda bukan hanya merawat ketika gejala muncul, tetapi juga mencegah dan memantau secara aktif. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jika mencurigai adanya gejala alergi. Penanganan dini adalah kunci utama untuk memastikan bahwa alergi tidak mengganggu masa tumbuh kembang anak Anda. Segera konsultasikan alergi pada anak Anda di Klinik BAMED pada Layanan Spesialis Anak sekarang juga!
