Ditinjau oleh: dr. Febian Nathania, Sp.O.G
Keputihan adalah hal yang wajar terjadi pada setiap wanita. Sebenarnya, ini adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaan. Namun, tidak semua keputihan bisa dianggap normal.
Beberapa jenis keputihan bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan, terutama jika disertai dengan gejala lain yang mengganggu. Banyak wanita mungkin menganggap remeh, padahal keputihan abnormal bisa menjadi tanda awal dari infeksi atau kondisi medis yang lebih serius.
Agar Anda bisa lebih waspada, mari kenali apa saja yang termasuk keputihan abnormal, penyebabnya, dan langkah tepat untuk mengatasinya.
Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui Seputar Laser Vagina
Ciri-Ciri Keputihan Abnormal
Mengetahui perbedaan antara keputihan normal dan tidak normal sangat penting agar Anda bisa segera mengambil tindakan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri keputihan abnormal yang perlu diwaspadai:
1. Warna Tidak Lazim
Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih susu. Tapi kalau keputihannya berubah warna menjadi kuning, hijau, abu-abu, atau bahkan disertai darah, bisa jadi itu tanda ada infeksi atau gangguan lain.
2. Bau Menyengat
Keputihan yang sehat tidak memiliki bau tajam. Kalau Anda mencium aroma amis, busuk, atau bau asam yang menyengat, ini bisa jadi sinyal adanya ketidakseimbangan bakteri atau infeksi.
3. Tekstur Berubah
Lendir yang keluar terasa lebih kental dari biasanya, berbusa, atau bahkan menggumpal seperti keju. Perubahan tekstur dapat menandakan adanya infeksi bakteri, jamur, atau parasit.
4. Disertai Gejala Lain
Jika keputihan juga disertai rasa gatal, nyeri saat buang air kecil, perih, atau nyeri ketika berhubungan, maka Anda patut curiga dan sebaiknya segera memeriksakan diri.
Baca juga: Panduan Operasi Caesar, dari Indikasi hingga Pemulihan
Penyebab Keputihan Abnormal
Ada berbagai faktor yang bisa jadi penyebab keputihan abnormal. Berikut beberapa penyebab yang paling umum:
1. Infeksi Jamur
Infeksi jamur atau Candida sering membuat keputihan tampak putih pekat dan menggumpal, disertai rasa gatal atau panas di area vagina.
2. Bakterial Vaginosis
Kondisi ini terjadi saat keseimbangan bakteri di vagina terganggu. Akibatnya, keputihan jadi lebih encer, berbau amis, dan berwarna keabu-abuan.
3. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Beberapa PMS seperti trikomoniasis, gonore, atau klamidia bisa memicu keputihan abnormal dengan bau tidak sedap dan warna kehijauan atau kekuningan.
4. Penggunaan Produk yang Tidak Sesuai
Sabun kewanitaan dengan parfum, tisu basah, atau pembalut dan pantyliner bisa mengiritasi area vagina dan memicu keputihan tidak normal.
Baca juga: 7 Ciri Infeksi pada Luka Caesar Bagian Dalam dan Cara Mencegahnya
Cara Mengobati Keputihan Abnormal
Cara terbaik untuk mengatasi keputihan abnormal tentu tergantung dari penyebabnya. Tapi berikut ini beberapa langkah umum yang bisa Anda lakukan sebagai cara mengobati keputihan abnormal:
1. Periksa ke Dokter
Jika keputihan Anda terlihat atau terasa berbeda dari biasanya, jangan menunda untuk berkonsultasi. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan penyebab pastinya.
2. Gunakan Obat Sesuai Resep
Setelah diagnosis diberikan, dokter biasanya akan meresepkan obat sesuai penyebab. Obat bisa berupa antibiotik atau anti jamur yang dapat diberikan dalam bentuk obat yg dimasukkan ke vagina ataupun obat minum.
3. Hentikan Penggunaan Produk Iritatif
Sementara waktu, hindari penggunaan sabun berpewangi, pantyliner, atau douching. Biarkan area kewanitaan bernapas dan pulih secara alami.
4. Jaga Kebersihan Area Intim
Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari, keringkan area kewanitaan setelah buang air, dan gunakan celana berbahan katun yang nyaman.
Cara Mencegah Keputihan Abnormal
Agar masalah keputihan tidak sering kambuh, pencegahan perlu dilakukan secara rutin. Berikut langkah cara mencegah keputihan abnormal yang bisa Anda terapkan:
1. Bersihkan Vagina dengan Lembut
Gunakan air bersih saja untuk membasuh area kewanitaan, tanpa sabun atau cairan beraroma. Bersihkan dari arah depan ke belakang agar bakteri dari anus tidak masuk ke dalam vagina.
2. Pilih Pakaian Dalam yang Tepat
Pilih celana dalam berbahan katun dan hindari pakaian yang terlalu ketat, terutama di area panggul. Udara yang cukup akan membantu area kewanitaan tetap kering dan bersih.
3. Hindari Hubungan Seks Berisiko
Tidak berhubungan seksual sebelum menikah, serta setia kepada pasangan atau tidak berganti ganti pasangan dapat mencegah penularan penyakit menular seksual. Kontrasepsi jenis kondom juga dapat mencegah penularan menular seksual.
4. Jaga Pola Makan dan Imunitas
Perbanyak sayuran, buah, serta minum cukup air putih. Tubuh yang sehat akan lebih mudah menjaga keseimbangan flora di area vagina.
Baca Juga: Penyakit Vaginismus: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Kesimpulan
Keputihan adalah bagian alami dari tubuh wanita, tapi ketika berubah warna, bau, atau disertai rasa tidak nyaman, itu bisa menjadi tanda adanya keputihan abnormal. Dengan mengenali ciri-cirinya sejak awal, mengetahui penyebab yang mungkin terjadi, serta melakukan langkah pengobatan dan pencegahan yang tepat, Anda bisa menjaga kesehatan area kewanitaan dengan lebih baik.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan di Klinik Obgyn BAMED, jika keputihan terasa mengganggu atau berbeda dari biasanya. Merawat diri bukan hanya soal penampilan luar, tapi juga tentang menjaga fungsi tubuh agar tetap optimal dan sehat.
