Beranda > Jaga Hasil Terapi! 5 Pantangan Setelah Akupunktur

Jaga Hasil Terapi! 5 Pantangan Setelah Akupunktur

Jaga Hasil Terapi! 5 Pantangan Setelah Akupunktur

Ditinjau oleh: dr. Rina Nurbani, M.Biomed,SpAk

Terapi akupunktur medik adalah sebuah prosedur medis yang bermanfaat untuk merangsang kemampuan tubuh dalam menyembuhkan diri. Setelah menjalani sesi terapi dengan dokter spesialis akupunktur, tubuh Anda akan memulai proses pemulihan dan penyeimbangan.

Namun, untuk memaksimalkan efektivitas terapi dan memastikan hasil yang optimal, perawatan tidak berhenti saat Anda meninggalkan ruang klinik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, termasuk sejumlah pantangan setelah akupunktur yang sebaiknya Anda hindari.

Memahami apa yang tidak boleh dilakukan sama pentingnya dengan memahami manfaat terapi itu sendiri. Dengan mengikuti panduan sederhana ini, Anda membantu tubuh mengintegrasikan perawatan yang telah diterima.

Baca Juga: Manfaat Akupunktur dan Cara Mengoptimalkan Hasilnya

Mengapa Perawatan Setelah Akupunktur Penting?

Akupunktur medik bekerja dengan cara menstimulasi titik-titik spesifik pada tubuh. Stimulasi ini memicu respons sistem saraf, hormonal, dan imunitas tubuh untuk bekerja lebih baik dan memulai proses penyembuhan dari dalam.

Setelah selesai, tubuh membutuhkan waktu dan sumber daya untuk merespons stimulasi tersebut. Bisa dibilang, ini adalah masa “penyesuaian” di mana tubuh sedang giat bekerja. Mengutip artikel Pacific College of Health and Science, ini terjadi karena akupunktur sering kali dirancang untuk menggeser sistem saraf dari mode ‘stres’ menjadi ‘istirahat’, yang merupakan mode penyembuhan alami tubuh.

Melakukan aktivitas seperti olahraga berat atau mengonsumsi zat seperti kafein dapat secara paksa membuat tubuh kembali ke mode stres. Hal ini berpotensi mengganggu atau menghentikan proses penyembuhan yang baru saja dimulai, mengurangi efektivitas terapi, dan menjadi alasan utama mengapa memperhatikan pantangan setelah akupunktur adalah kunci untuk hasil yang bertahan lama.

5 Pantangan Utama Setelah Akupunktur

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima pasca-terapi, dokter spesialis akupunktur umumnya akan menyarankan Anda untuk menghindari lima hal berikut, setidaknya selama 24 jam setelah sesi terapi.

1. Menghindari Aktivitas Fisik yang Berat

Tubuh Anda baru saja menjalani terapi yang bertujuan untuk relaksasi dan penyembuhan. Memaksakan diri dengan olahraga intensitas tinggi, seperti lari jarak jauh, angkat beban berat sebaiknya dihindari.

Aktivitas berat dapat memberi tekanan berlebih pada sistem tubuh yang sedang beradaptasi. Ini bisa menyebabkan kelelahan alih-alih pemulihan.

Sebagai gantinya, pilihlah aktivitas ringan seperti berjalan kaki santai jika Anda memang ingin bergerak. Memberi tubuh kesempatan untuk beristirahat adalah prioritas utama.

2. Membatasi Konsumsi Kafein dan Alkohol

Kafein dalam kopi atau teh, serta alkohol, sebaiknya dihindari setelah Anda menjalani sesi akupunktur. Kedua zat ini memiliki sifat diuretik yang dapat menyebabkan sering berkemih.

Hidrasi yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh membilas toksin yang mungkin terlepas selama proses terapi. Kafein juga bersifat stimulan, yang mungkin berlawanan dengan efek relaksasi yang ingin dicapai dari akupunktur.

Sementara itu, alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur suhu dan keseimbangan, serta memperlambat proses penyembuhan. Sebaiknya konsumsi air putih yang cukup.

3. Menghindari Paparan Suhu Ekstrem

Pantangan setelah akupunktur berikutnya adalah menghindari suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin. Ini berarti Anda disarankan untuk tidak berendam di hot tub, masuk ke ruang sauna, atau mandi dengan air yang terlalu dingin, termasuk kompres es.

Perubahan suhu yang drastis dapat menjadi “kejutan” bagi sistem peredaran darah Anda. Akupunktur sering kali bertujuan untuk melancarkan sirkulasi, dan paparan suhu ekstrem dapat mengganggu keseimbangan yang baru dicapai.

4. Tidak Mengonsumsi Makanan Berat atau Olahan

Sama seperti aktivitas fisik, tubuh juga memerlukan energi untuk mencerna makanan. Setelah akupunktur, sebaiknya arahkan energi tubuh Anda untuk proses penyembuhan, bukan untuk pencernaan yang berat.

Hindari konsumsi makanan berat, berminyak, pedas, atau makanan olahan seperti junk food yang tinggi gula dan pengawet. Makanan jenis ini dapat memicu inflamasi atau peradangan dalam tubuh, yang justru berkebalikan dengan tujuan terapi.

Pilihlah makanan yang ringan dan bergizi, seperti sup hangat, sayuran kukus, atau buah-buahan segar.

5. Mengelola Stres dan Stimulasi Berlebih

Akupunktur medik sering kali memberikan efek relaksasi yang mendalam, baik secara fisik maupun mental. Sangat disayangkan jika efek ini langsung hilang karena Anda kembali ke situasi yang penuh tekanan.

Jika memungkinkan, cobalah untuk tidak langsung kembali bekerja dan menghadapi deadline yang ketat. Hindari juga stimulasi berlebih seperti menonton film yang menegangkan atau berada di lingkungan yang terlalu bising.

Berikan diri Anda waktu beberapa jam untuk tetap berada dalam kondisi rileks. Ini membantu “mengunci” manfaat ketenangan yang telah Anda dapatkan dari terapi.

Baca Juga: Teknik Akupunktur Medik untuk Insomnia, Solusi Sulit Tidur

Setelah mengetahui pantangannya, lantas apa yang dianjurkan? Kuncinya adalah “mendengarkan” tubuh Anda. Perbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi. Jika Anda merasa sedikit lelah atau mengantuk, itu adalah sinyal tubuh bahwa Anda perlu beristirahat.

Catat apa yang Anda rasakan. Beberapa orang merasakan perbaikan gejala secara langsung, sementara yang lain merasakannya secara bertahap. Ini semua adalah bagian normal dari proses terapi.

Mematuhi pantangan setelah akupunktur bukan hanya sekadar aturan, tetapi investasi Anda untuk memastikan setiap sesi terapi memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan Anda. Ingin merasakan manfaat akupunktur medik untuk keluhan kesehatan Anda? Pastikan Anda ditangani oleh ahlinya.

Konsultasikan kebutuhan Anda lebih lanjut dengan dokter spesialis akupunktur di Klinik BAMED. Kunjungi Layanan Spesialis Akupunktur Medik kami untuk menjadwalkan konsultasi dan mendapatkan penanganan yang aman dan efektif.