Ditinjau oleh : dr. Teresia Susilo, IBCLC
Menyusui adalah bagian penting dalam tumbuh kembang bayi, tetapi ada kalanya bayi menolak menyusu, yang bisa membuat Anda khawatir. Kenapa bayi menolak menyusu bukan berarti ia tidak membutuhkan ASI, tetapi mungkin ada hal yang mengganggu proses menyusunya.
Memahami penyebab dan menemukan solusi yang tepat sangat penting agar bayi Anda tetap mendapatkan nutrisi yang cukup. Artikel ini akan membahas berbagai faktor yang memengaruhi penolakan menyusu serta langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.
Alasan Bayi Tidak Mau Menyusu
Berikut beberapa penyebab umum bayi menolak menyusu dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:
1. Saat Menyusu Menjadi Tidak Nyaman
Jika bayi sakit, seperti pilek, batuk, atau demam, ia bisa merasa tidak nyaman dan akhirnya menolak menyusu. Hidung tersumbat membuatnya sulit bernapas saat melekat pada payudara. Selain itu, infeksi telinga atau sariawan bisa menyebabkan nyeri saat mengisap. Jika bayi tidak mau menyusu, berikan kenyamanan dengan pelukan dan suasana yang tenang.
2. Preferensi terhadap Aliran Susu dari Botol
Bayi yang sering diberi botol bisa terbiasa dengan aliran susu yang lebih cepat. Akibatnya, saat menyusu langsung dari payudara yang membutuhkan usaha lebih, ia bisa menjadi frustrasi dan menolak menyusu. Jika bayi lebih suka botol dan menolak payudara, coba gunakan metode paced bottle feeding agar aliran susu lebih mirip dengan menyusu langsung.
3. Gangguan dari Lingkungan Sekitar
Bayi yang mulai peka terhadap lingkungan bisa mudah terganggu saat menyusu. Suara bising, cahaya terang, atau aktivitas sekitar bisa membuatnya tidak fokus dan akhirnya bayi tidak mau menyusu. Jika bayi menolak menyusu, coba cari tempat yang tenang dengan cahaya redup agar ia lebih nyaman.
4. Perubahan dalam Kehidupan Sehari-hari
Bayi memiliki indra penciuman yang tajam dan bisa bereaksi terhadap perubahan aroma ibu. Penggunaan parfum baru, deodoran, atau bahkan perubahan gaya rambut bisa membuat bayi menolak menyusu karena merasa asing. Jika bayi tidak mau menyusu, coba kembali ke kebiasaan sebelumnya agar ia merasa lebih nyaman.
5. Bayi Sedang Tumbuh Gigi
Saat tumbuh gigi, bayi sering merasa gusi gatal atau nyeri, sehingga bisa menolak menyusu. Beberapa bayi juga menggigit payudara untuk meredakan ketidaknyamanan. Jika bayi tidak mau menyusu karena tumbuh gigi, coba berikan teether dingin sebelum menyusui agar gusi lebih nyaman, atau susui saat bayi mengantuk agar lebih tenang.
Solusi Mengatasi Bayi yang Tidak Mau Menyusu
Beberapa faktor, seperti kondisi medis, atau kebiasaan tertentu, dapat memengaruhi pola menyusui bayi. Berikut ini adalah berbagai cara yang dapat membantu bayi kembali mau menyusu dengan nyaman:
1. Memastikan Tidak Ada Masalah Medis
Salah satu penyebab utama kenapa bayi tidak mau menyusu adalah adanya masalah kesehatan yang menyebabkan ketidaknyamanan saat menyusu. Infeksi jamur di mulut (thrush), sariawan, tongue-tie, refluks, atau hidung tersumbat bisa menjadi penyebab utama. Jika bayi tampak gelisah, rewel, atau menolak melekat pada payudara, segera konsultasikan dengan dokter.
2. Menciptakan Lingkungan Menyusui yang Nyaman
Bayi yang mudah terdistraksi oleh suara bising, cahaya terang, atau aktivitas di sekitar mungkin akan menolak menyusu. Ciptakan suasana yang tenang dengan meredupkan lampu dan mengurangi kebisingan. Beberapa bayi, terutama yang lebih besar, bisa lebih fokus menyusu saat berada di lingkungan yang minim gangguan.
3. Menawarkan Menyusu dengan Lembut dan Rutin
Jika bayi terlalu lapar, ia bisa menjadi frustrasi dan menolak menyusu. Untuk menghindari hal ini, tawarkan payudara saat bayi dalam keadaan tenang, seperti setelah bangun tidur. Kontak kulit ke kulit, menggendong bayi dengan kain gendongan, atau mandi bersama dapat membantu merangsang insting alami bayi untuk kembali menyusu.
4. Mencoba Berbagai Posisi Menyusui
Posisi yang kurang nyaman bisa menjadi alasan kenapa bayi menolak menyusu. Beberapa bayi lebih nyaman dalam posisi tertentu, sehingga penting untuk mencoba berbagai posisi seperti cradle hold, atau laid-back breastfeeding. Penyesuaian posisi ini dapat membantu bayi lebih mudah melekat pada payudara dan mengurangi ketidaknyamanan saat menyusu.
5. Menggunakan Teknik Kompresi Payudara
Jika bayi terbiasa dengan aliran susu yang cepat dari botol, ia mungkin merasa frustrasi ketika menyusu langsung dari payudara. Untuk mengatasi ini, teknik kompresi payudara bisa diterapkan dengan menekan payudara secara lembut saat bayi menyusu. Teknik ini dapat membantu meningkatkan aliran ASI sehingga bayi tetap tertarik untuk menyusu langsung dari payudara.
6. Mengembalikan Kebiasaan Menyusu secara Bertahap
Bayi yang terbiasa minum ASI dari botol mungkin memerlukan waktu untuk kembali menyusu langsung dari payudara. Selain itu, teknik paced feeding, yaitu memberikan susu dari botol dengan kecepatan yang dikontrol oleh bayi, dapat membantu transisi kembali ke payudara dan mengatasi bayi menolak menyusu.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Meskipun penolakan menyusu pada bayi bisa terjadi secara alami dan bersifat sementara, ada kondisi yang memerlukan perhatian medis. Jika kenapa bayi tidak mau menyusu menjadi kekhawatiran yang terus muncul, atau jika bayi menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan, segera periksakan ke dokter.
Berikut adalah beberapa kondisi yang harus diwaspadai:
1. Bayi Tidak Mau Menyusu Selama Lebih dari 12 Jam
Jika bayi menolak menyusu sepenuhnya selama lebih dari 12 jam, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan yang perlu segera ditangani. Bayi yang tidak mendapatkan asupan ASI dalam waktu lama dapat mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Jika bayi tetap tidak mau menyusu, segera cari bantuan medis agar masalahnya dapat teratasi dengan cepat.
2. Tampak Dehidrasi
Dehidrasi merupakan kondisi serius yang bisa membahayakan bayi. Tanda-tanda dehidrasi meliputi popok tetap kering selama lebih dari 6 jam, tubuh lemas, mata cekung, bibir kering, serta tangisan tanpa air mata. Jika kenapa bayi menolak menyusu disertai dengan tanda-tanda tersebut, segera bawa bayi ke dokter.
3. Demam Tinggi atau Muntah
Demam tinggi di atas 38°C dan muntah terus-menerus dapat membuat bayi merasa sangat tidak nyaman, sehingga bayi menolak menyusu. Infeksi, baik virus maupun bakteri, sering menjadi penyebab utama kondisi ini. Jika bayi tampak lesu, tidak nafsu menyusu, segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisinya memburuk.
4. Ada Tanda Infeksi
Infeksi di dalam mulut, seperti sariawan akibat infeksi jamur (thrush), bisa menyebabkan nyeri saat menyusu, sehingga bayi enggan melekat pada payudara. Jika kenapa bayi tidak mau menyusu disertai dengan tanda-tanda infeksi ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Menangani bayi yang menolak menyusu memang bisa menjadi tantangan bagi Anda, tetapi dengan memahami penyebabnya, Anda dapat menemukan solusi yang tepat. Jika kenapa bayi menolak menyusu terus berlanjut atau kondisi yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter agar bayi Anda tetap mendapatkan nutrisi yang cukup dan tumbuh dengan optimal. Untuk beragam kendala menyusui bayi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis pada Layanan Dokter Laktasi Klinik BAMED.
