Beranda > Fungal Acne Bukan Jerawat Biasa! Ini Penjelasannya

Fungal Acne Bukan Jerawat Biasa! Ini Penjelasannya

Fungal Acne Bukan Jerawat Biasa! Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Khalishaturrahmi Nasution, Sp.DVE

Apakah Anda pernah merasa berjuang melawan jerawat yang tak kunjung hilang meskipun sudah mencoba berbagai produk perawatan kulit? Bisa jadi yang Anda alami bukan sekadar acne biasa, melainkan fungal acne, kondisi yang sering disalahartikan sebagai jerawat biasa. 

Fungal acne memiliki penyebab yang berbeda dari jerawat biasa dan membutuhkan pendekatan pengobatan khusus. Apa itu fungal acne, bagaimana ciri-cirinya, penyebab, hingga cara tepat untuk mengatasinya, semua akan dibahas di artikel ini.

Apa Itu Fungal Acne?

Pada dasarnya, fungal acne tidak disebabkan oleh kotoran atau bakteri seperti jerawat pada umumnya. Fungal acne adalah infeksi jamur yang menyerang folikel rambut dan dikenal juga dengan istilah Malassezia folliculitis. Berbeda dengan jerawat biasa yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur dari genus Malassezia yang berlebihan di permukaan kulit.

Jamur ini sebenarnya hidup secara alami di kulit manusia, namun ketika jumlahnya meningkat secara drastis, ia dapat memicu peradangan di dalam folikel rambut. Inilah yang menimbulkan benjolan kecil yang mirip dengan jerawat, tapi dengan karakter yang berbeda.

Baca Juga: Meso Acne Treatment: Solusi Modern Atasi Jerawat Membandel

Ciri-Ciri Fungal Acne

Berikut ciri-ciri fungal acne yang membedakannya dari jerawat biasa:

1. Benjolan Seragam dan Kecil

Menurut artikel pada laman WebMD, fungal acne biasanya muncul sebagai benjolan kecil yang ukurannya hampir seragam, sehingga tampak seperti bintik-bintik merata pada permukaan kulit. Berbeda dengan jerawat bakteri, fungal acne jarang memiliki komedo putih atau hitam di dalamnya. 

Benjolan ini sering muncul dalam kelompok besar, sehingga area kulit tampak dipenuhi ruam kecil. Teksturnya juga cenderung membuat kulit terasa kasar saat diraba. Karena tampilannya ini, banyak orang salah mengira fungal acne sebagai jerawat biasa.

2. Rasa Gatal yang Kuat

Salah satu ciri paling khas fungal acne adalah rasa gatal yang cukup kuat. Tidak seperti jerawat biasa yang cenderung menimbulkan rasa nyeri atau bengkak, fungal acne lebih sering menyebabkan sensasi gatal, terutama saat Anda berkeringat. Rasa gatal ini terjadi karena pertumbuhan berlebih dari jamur Malassezia di permukaan kulit. 

3. Muncul di Area yang Lembap

Fungal acne biasanya muncul di area tubuh yang sering berkeringat atau tertutup pakaian ketat. Contoh area yang paling sering terdampak adalah punggung atas, dada, bahu, leher bagian belakang, hingga lipatan kulit. 

Hal ini terjadi karena jamur lebih mudah berkembang pada area yang hangat, lembap, dan kurang sirkulasi udara. Itulah mengapa aktivitas olahraga, cuaca panas, atau pakaian yang tidak menyerap keringat dapat memperburuk fungal acne. 

4. Tidak Merespon Perawatan Jerawat Biasa

Fungal acne sering kali tidak membaik bahkan setelah menggunakan produk untuk jerawat bakteri, seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide. Hal ini karena penyebab fungal acne adalah jamur, bukan bakteri, sehingga membutuhkan penanganan antijamur agar efektif. 

Produk antijamur seperti yang mengandung ketoconazole, sulfur, atau zinc pyrithione biasanya memberikan hasil yang lebih baik. Ketika jerawat membandel tidak merespon perawatan biasa, itu merupakan tanda kuat bahwa Anda mungkin mengalami fungal acne.

Penyebab Fungal Acne

Penyebab fungal acne identik dengan kondisi yang membuat jamur Malassezia berkembang secara berlebihan pada kulit. Berikut ini beberapa penyebab fungal acne yang paling umum:

1. Kelembapan dan Keringat Berlebih

Jamur Malassezia sangat mudah berkembang di lingkungan yang hangat dan lembap, sehingga kulit yang sering berkeringat menjadi tempat ideal bagi pertumbuhannya. Aktivitas fisik seperti olahraga intens dapat membuat keringat terperangkap di kulit, terutama jika Anda menggunakan pakaian ketat atau berbahan sintetis. 

Di negara dengan iklim tropis, produksi keringat lebih tinggi sehingga risiko fungal acne meningkat. Ketika keringat tidak dibersihkan dengan benar, jamur dapat berkembang biak secara berlebihan dan menyebabkan peradangan pada folikel. Inilah sebabnya fungal acne sering muncul pada orang yang aktif secara fisik atau tinggal di daerah bersuhu panas.

2. Penggunaan Produk yang Menyumbat Folikel

Produk skincare atau body care yang terlalu berat dan komedogenik dapat menyumbat folikel rambut. Sumbatan ini menciptakan ruang lembap yang memungkinkan jamur tumbuh lebih bebas. Beberapa jenis lotion, sunscreen berminyak, atau produk bertekstur thick cenderung memicu masalah ini. 

Ketika pori tersumbat minyak atau bahan oklusif, kulit kesulitan bernapas dan memicu ketidakseimbangan mikroba di permukaan kulit. Kombinasi sumbatan dan kelembapan membuat fungal acne jauh lebih mudah muncul.

3. Antibiotik Berlebihan

Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan flora normal kulit. Antibiotik tidak hanya membunuh bakteri penyebab jerawat, tetapi juga bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme. Ketika bakteri baik berkurang, jamur seperti Malassezia dapat berkembang lebih cepat tanpa kontrol alami dari tubuh. 

Kondisi ini sering menjadi pemicu fungal acne setelah seseorang menjalani pengobatan antibiotik oral yang cukup lama. Karena itu, penting untuk menggunakan antibiotik sesuai resep dokter dan tidak berlebihan.

4. Sistem Kekebalan Tubuh yang Menurun

Tubuh yang mengalami penurunan kekebalan memiliki kemampuan lebih rendah untuk mengendalikan pertumbuhan jamur di kulit. Kondisi seperti stres berkepanjangan, kurang tidur, atau penyakit tertentu dapat melemahkan respons imun. Ketika sistem imun melemah, jamur lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan peradangan pada folikel. 

Ini menjelaskan mengapa sebagian orang lebih rentan mengalami fungal acne dibandingkan yang lainnya. Menjaga kesehatan umum tubuh dapat membantu mengurangi kemunculan kondisi ini.

5. Produk yang Tinggi Minyak

Produk yang terlalu berminyak atau mengandung minyak tertentu dapat menjadi “makanan” bagi Malassezia, karena jamur ini berkembang dengan baik di permukaan kulit yang kaya lipid. Penggunaan skincare atau haircare berminyak dapat membuat minyak menumpuk di kulit, terutama pada bagian punggung dan dada. 

Ketika minyak berlebih bercampur dengan keringat, lingkungan kulit menjadi sangat ideal untuk pertumbuhan jamur. Orang dengan kulit secara alami berminyak juga lebih rentan mengalami kondisi ini. Memilih produk non-komedogenik dan ringan dapat membantu mencegah fungal acne muncul kembali.

Baca Juga: Meso Treatment: Manfaat, Prosedur, dan Perawatan Setelahnya

Cara Menghilangkan Fungal Acne

Karena fungal acne adalah infeksi jamur, pendekatan yang benar berbeda dengan jerawat biasa. Perawatan yang tepat bukan hanya membantu meredakan gejala, tetapi juga mencegah timbulnya kembali. 

1. Antijamur Topikal

Produk antijamur topikal seperti krim, gel, atau lotion yang mengandung ketoconazole, clotrimazole, atau econazole merupakan langkah pertama yang paling umum untuk menangani fungal acne. Bahan-bahan ini bekerja langsung pada permukaan kulit untuk menghambat dan menurunkan populasi jamur. Penggunaan rutin sesuai petunjuk sangat penting agar hasilnya efektif dan tidak mudah kambuh. 

Biasanya, perbaikan dapat terlihat dalam beberapa minggu tergantung tingkat keparahan. Metode ini cocok untuk kasus ringan hingga sedang dan dianggap aman bila digunakan sesuai anjuran.

2. Perubahan Rutinitas Skincare

Menurut Medical News Today, mengubah rutinitas skincare menjadi lebih ringan dapat membantu memperbaiki kondisi kulit secara signifikan. Produk yang terlalu berat atau komedogenik cenderung menyumbat folikel rambut, sehingga memicu kelembapan yang disukai jamur. Beralih ke produk dengan label noncomedogenic dan tekstur ringan membantu menjaga kulit tetap bersih dan tidak mudah tersumbat.

Mengurangi penggunaan minyak wajah dan pelembap tebal juga dapat mencegah pertumbuhan jamur berlebih. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengatasi tetapi juga mencegah fungal acne kambuh kembali.

3. Mandi Setelah Berkeringat

Mandi segera setelah berkeringat membantu menghilangkan kelembapan dan minyak yang menjadi pemicu utama pertumbuhan jamur. Keringat yang dibiarkan menempel di kulit dapat menciptakan lingkungan hangat dan lembap yang ideal bagi jamur Malassezia berkembang. Membersihkan kulit dengan sabun yang lembut namun efektif dapat mengurangi risiko peradangan folikel. 

Kebiasaan ini sangat penting terutama bagi orang yang rutin berolahraga atau tinggal di iklim panas. Dengan menjaga kulit tetap kering dan bersih, kemungkinan fungal acne muncul kembali dapat diminimalkan.

4. Shampo Antijamur pada Area Tubuh

Beberapa dokter kulit merekomendasikan penggunaan shampo antijamur pada area tubuh yang sering terkena fungal acne, seperti punggung, dada, atau bahu. Shampo yang mengandung selenium sulfide, zinc pyrithione, atau ketoconazole terbukti dapat menekan pertumbuhan jamur di kulit. Produk ini biasanya diaplikasikan seperti sabun, didiamkan beberapa menit, lalu dibilas. 

Penggunaan teratur dapat membantu meredakan peradangan dan mencegah infeksi berulang. Cara ini efektif terutama jika fungal acne muncul pada area yang sulit dijangkau seperti punggung.

5. Konsultasi Medis

Jika kondisi tidak membaik setelah mencoba perawatan di rumah, berkonsultasi dengan dokter kulit merupakan langkah terbaik. Dokter dapat meresepkan obat antijamur oral seperti fluconazole atau itraconazole untuk kasus yang lebih berat. Obat oral membantu mengatasi infeksi dari dalam tubuh sehingga hasilnya lebih cepat dan menyeluruh. 

Selain itu, dokter dapat mengevaluasi apakah benjolan yang muncul benar-benar fungal acne atau kondisi kulit lainnya. Dengan penanganan profesional, Anda bisa mendapatkan perawatan yang aman dan tepat sesuai kebutuhan kulit.

Baca Juga: Rejuran S: Rahasia Kulit Lebih Halus dan Bebas Bekas Jerawat

Cara Mencegah Fungal Acne

Pencegahan selalu lebih efektif daripada pengobatan setelah masalah muncul. Berikut beberapa langkah cara mencegah fungal acne yang dapat Anda lakukan:

1. Jaga Kulit Tetap Kering dan Bersih

Mengutip dari laman Healthline, menjaga kulit tetap kering dan bersih adalah langkah pencegahan paling penting untuk menghindari fungal acne. Setelah berkeringat, terutama setelah berolahraga, jamur dapat berkembang pesat jika keringat dibiarkan terlalu lama menempel di kulit. 

Karena itu, mencuci atau mandi sesegera mungkin membantu menghilangkan kelembapan yang menjadi tempat ideal bagi jamur. Membersihkan kulit juga membantu mengurangi minyak, kotoran, dan sel kulit mati yang dapat memperburuk kondisi. Kebiasaan sederhana ini dapat sangat efektif dalam mencegah infeksi jamur berulang.

2. Pilih Produk Noncomedogenic

Produk dengan label noncomedogenic dirancang agar tidak menyumbat pori-pori, sehingga mengurangi risiko penumpukan minyak dan kelembapan di folikel kulit. Kondisi folikel yang tersumbat dapat membuat jamur tumbuh lebih cepat dan menyebabkan peradangan. 

Dengan memilih produk yang ringan, cepat menyerap, dan tidak berminyak, Anda memberi kulit kesempatan bernapas lebih baik. Ini berlaku untuk skincare, sunscreen, hingga body lotion. Perubahan kecil dalam pilihan produk dapat memberikan dampak besar dalam mencegah fungal acne.

3. Hindari Penggunaan Produk Berlebihan

Menggunakan terlalu banyak produk skincare secara bersamaan dapat membebani kulit dan meningkatkan risiko sumbatan pada folikel rambut. Produk bertekstur berat atau berminyak, seperti rich moisturizer atau face oil tertentu, juga dapat meningkatkan kelembapan pada permukaan kulit. 

Kondisi ini menjadi lingkungan ideal bagi jamur untuk berkembang. Menjaga rutinitas skincare tetap sederhana dan sesuai kebutuhan kulit dapat membantu menekan risiko fungal acne. Fokus pada produk yang benar-benar diperlukan, bukan jumlahnya.

4. Ganti Handuk dan Pakaian yang Bersih

Handuk atau pakaian yang lembap dapat menjadi tempat pertumbuhan jamur yang sangat cepat. Karena itu, penting untuk segera mengganti pakaian yang basah atau berkeringat setelah beraktivitas. Menggunakan handuk yang kotor atau tidak benar-benar kering juga dapat memindahkan jamur ke kulit Anda. 

Kebiasaan mengganti pakaian dan handuk secara teratur membantu menjaga kebersihan kulit dan mencegah infeksi. Selain itu, memilih pakaian yang menyerap keringat dan memberi sirkulasi udara lebih baik sangat disarankan.

5. Pertimbangkan Pola Makan yang Sehat

Meskipun bukti ilmiah masih berkembang, pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sistem imun yang kuat membuat tubuh lebih mampu mengontrol mikroorganisme di kulit, termasuk jamur Malassezia. Mengonsumsi makanan kaya nutrisi seperti sayuran, buah, dan protein berkualitas dapat mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan. 

Mengurangi gula berlebih juga dinilai membantu sebagian orang, karena kadar gula tinggi dapat memengaruhi keseimbangan mikroba. Menjaga pola makan bukan hanya bermanfaat untuk kulit, tetapi juga kesehatan tubuh secara umum.

Kesimpulan

Fungal acne bukan sekadar jerawat biasa, ini adalah infeksi jamur yang menyerang folikel rambut dan memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda dari jerawat bakteri biasa. Kunci utamanya adalah mengetahui karakter kulit Anda dan melakukan perawatan yang tepat berdasarkan penyebabnya, bukan hanya mengobati gejala. 

Jika kondisi tidak kunjung membaik dengan perawatan di rumah, konsultasi dengan dokter spesialis kulit di Klinik BAMED pada Layanan Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika adalah langkah terbaik untuk solusi yang aman dan efisien. Segera konsultasi dengan dokter estetika terbaik di Klinik BAMED agar Anda dapat pelayanan terbaik!

FAQ

1. Apa perbedaan fungal acne dan bruntusan?

Fungal acne muncul sebagai bintik kecil seragam yang gatal, biasanya di dahi, dada, atau punggung, dan disebabkan jamur. Bruntusan biasa tidak gatal, bentuknya lebih beragam, dan disebabkan minyak berlebih, sel kulit mati, atau iritasi skincare.

2. Apakah fungal acne bisa sembuh sendiri?

Umumnya tidak. Fungal acne butuh produk antijamur dan perubahan kebiasaan skincare karena jamur akan terus tumbuh jika kulit lembap atau tersumbat.

3. Fungal acne tidak boleh makan apa?

Beberapa orang memburuk jika konsumsi gula tinggi, makanan manis, roti, makanan beragi, atau susu tertentu, tapi pemicunya bisa berbeda tiap orang.

4. Berapa lama fungal acne sembuh?

Biasanya membaik dalam 1–2 minggu dan sembuh dalam 2–6 minggu dengan perawatan konsisten. Tanpa perbaikan, keluhan bisa lama atau mudah kambuh.