Ditinjau oleh : dr. Adhimukti T. Sampurna, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K, FINSDV, FAADV
Pertumbuhan kecil pada kulit yang dikenal sebagai skin tag atau acrochordon sering muncul di area lipatan seperti leher, ketiak, dan kelopak mata. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit atau berbahaya, banyak orang merasa terganggu dengan keberadaannya, terutama jika muncul di bagian tubuh yang terlihat.
Skin tag terbentuk akibat gesekan kulit yang berulang, biasanya pada area yang sering bergesekan. Kondisi ini umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja. Untuk memahami lebih lanjut, penting mengetahui penyebab kemunculannya serta cara menghilangkannya dengan aman dan efektif.
Apa Itu Skin Tag
Skin tag atau akrokordon adalah pertumbuhan kecil yang menonjol dari permukaan kulit dan sering muncul di area lipatan seperti leher, ketiak, kelopak mata, selangkangan, serta di bawah payudara. Benjolan ini terbentuk dari jaringan kolagen dan pembuluh darah yang terperangkap di dalam lapisan kulit. Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga satu sentimeter, dengan warna yang bisa menyerupai atau sedikit lebih gelap dari kulit sekitarnya.
Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit atau berbahaya, skin tag sering dianggap mengganggu, terutama jika muncul di area yang terlihat. Kondisi ini lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia dan sering dikaitkan dengan gesekan kulit yang berulang. Jika keberadaannya mengganggu, ada berbagai metode yang dapat dilakukan untuk menghilangkannya dengan aman.
Penyebab Skin Tag
Munculnya skin tag sering kali dikaitkan dengan beberapa faktor yang memengaruhi kondisi kulit. Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, berbagai penelitian menunjukkan bahwa skin tag cenderung berkembang di area yang sering mengalami gesekan atau memiliki perubahan struktur kulit tertentu. Kondisi tubuh dan faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko terbentuknya benjolan kecil ini.
1. Gesekan Kulit
Skin tag sering muncul di area tubuh yang mengalami gesekan berulang, baik antar kulit maupun dengan pakaian. Inilah sebabnya skin tag lebih sering ditemukan di leher, ketiak, selangkangan, serta di bawah payudara. Orang dengan berat badan berlebih atau memiliki banyak lipatan kulit lebih rentan mengalami kondisi ini karena gesekan yang lebih sering terjadi.
2. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami skin tag. Jika ada anggota keluarga yang memiliki skin tag, peluang untuk mengembangkannya juga lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan genetik dapat memainkan peran penting dalam terbentuknya benjolan kulit ini.
3. Perubahan Hormon dan Resistensi Insulin
Hormon memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kulit. Wanita hamil lebih rentan mengalami skin tag, yang diduga berkaitan dengan lonjakan hormon selama masa kehamilan. Resistensi insulin yang sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2 juga dikaitkan dengan peningkatan risiko munculnya skin tag. Beberapa penderita diabetes bahkan mengalami skin tag yang disertai dengan penggelapan kulit, seperti pada kondisi akantosis nigrikans.
4. Penuaan dan Berkurangnya Kolagen
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam kulit mulai berkurang, membuat struktur kulit lebih rentan mengalami perubahan, termasuk terbentuknya skin tag. Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang yang memasuki usia lanjut, terutama di area tubuh dengan elastisitas kulit yang mulai menurun.
Cara Menghilangkan Skin Tag
Tahapan menghilangkan skin tag dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik medis maupun alami. Meskipun tidak berbahaya, skin tag sering kali menimbulkan ketidaknyamanan atau mengganggu penampilan, sehingga banyak orang memilih untuk menghilangkannya. Beberapa prosedur medis dapat dilakukan oleh dokter, sementara metode alami juga sering dicoba meskipun efektivitasnya belum sepenuhnya terbukti.
1. Cryotherapy
Metode ini menggunakan nitrogen cair untuk membekukan jaringan skin tag hingga akhirnya lepas. Prosedur ini dilakukan oleh dokter dan relatif cepat dengan efek samping minimal, seperti kemerahan atau iritasi ringan.
2. Elektrokauter dan Kauterisasi
Prosedur ini menggunakan arus listrik untuk membakar dan menghancurkan jaringan skin tag. Elektrodesikasi adalah teknik lain yang serupa, yang dilakukan dengan jarum kecil untuk menghilangkan jaringan berlebih.
3. Eksisi atau Ligasi
Eksisi adalah metode pemotongan skin tag menggunakan pisau bedah, biasanya dilakukan dengan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Sementara itu, ligasi dilakukan dengan mengikat dasar skin tag menggunakan benang bedah untuk menghentikan aliran darah, sehingga skin tag mengering dan lepas dengan sendirinya.
4. Krim Topikal
Beberapa krim yang dijual bebas mengandung bahan aktif yang membantu menghilangkan skin tag. Namun, efektivitasnya bisa bervariasi, dan penggunaannya perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit.
5. Metode Alami
Beberapa orang mencoba menggunakan bahan alami seperti minyak pohon teh, cuka apel, atau bawang putih. Minyak pohon teh diketahui memiliki sifat antijamur dan antivirus, sedangkan cuka apel dapat mengeringkan skin tag seiring waktu. Meski demikian, metode ini belum terbukti secara klinis dan bisa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.
Laser CO2 untuk Menghilangkan Skin Tag
Namun, bagi yang mencari metode modern untuk menghilangkan skin tag dengan hasil lebih rapi, laser CO₂ bisa menjadi pilihan. Teknik ini bekerja dengan menguapkan jaringan skin tag menggunakan sinar laser yang sangat fokus, sehingga minim rasa sakit dan hampir tidak menyebabkan perdarahan. Prosedur ini juga lebih aman karena tidak ada kontak langsung dengan alat tajam, sehingga mengurangi risiko infeksi. Selain itu, laser CO₂ sering digunakan untuk mengatasi masalah kulit lain seperti kutil, tahi lalat, syringoma, dan milia.
Setelah menjalani perawatan dengan laser CO₂, kulit mungkin mengalami kemerahan dan kekeringan selama beberapa hari sebelum pulih sepenuhnya. Waktu pemulihan biasanya berkisar antara 2 hingga 7 hari, tergantung pada kondisi kulit dan tingkat perawatan yang dilakukan. Meskipun hasilnya cenderung lebih mulus dengan bekas luka minimal, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk memastikan prosedur ini sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.
Baca Juga: Laser CO2 Surgery: Solusi untuk Pengangkatan Kutil dan Lesi Kulit
Skin tag dapat muncul akibat gesekan kulit, perubahan hormon, atau kondisi metabolik tertentu. Jika jumlahnya cukup banyak atau muncul di area sensitif, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan metode penghilangan yang paling sesuai.
Penting untuk memilih prosedur yang aman dan efektif sesuai dengan kondisi kulit masing-masing. Jika Anda masih ragu, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit pada Layanan Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Klinik BAMED, termasuk di cabang Meruya, siap membantu dengan perawatan yang profesional dan teknologi terkini untuk mengatasi skin tag serta berbagai masalah kulit lainnya.
