Beranda > 7 Ciri Infeksi pada Luka Caesar Bagian Dalam dan Cara Mencegahnya

Ciri Infeksi pada Luka Caesar Bagian Dalam

7 Ciri Infeksi pada Luka Caesar Bagian Dalam dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Riyan Hari Kurniawan, Sp.OG , Subps.F.E.R

Bagi banyak ibu, operasi caesar menjadi jalan terbaik untuk menyambut buah hati tercinta. Meski prosesnya relatif aman, setiap ibu tentu tetap ingin memastikan pemulihan berjalan lancar. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah infeksi setelah operasi.

Satu hal yang sering tidak disadari, infeksi tidak selalu terlihat di permukaan kulit. Ada kalanya masalah justru muncul di bagian dalam tubuh, pada jaringan bekas sayatan di rahim dan perut. Karena itu, penting sekali mengenali ciri infeksi pada luka caesar bagian dalam, agar kesehatan ibu tetap terjaga dan momen indah bersama si kecil tidak terganggu.

Ciri Infeksi pada Luka Caesar Bagian Dalam yang Perlu Diwaspadai

Setelah menjalani operasi caesar, tubuh Anda membutuhkan waktu dan perhatian khusus untuk pulih secara menyeluruh. Namun, bila terjadi infeksi, terutama di bagian dalam bekas sayatan, proses pemulihan bisa terganggu dan berisiko menimbulkan komplikasi.

Agar tidak terlambat menyadarinya, berikut adalah beberapa tanda luka caesar terinfeksi yang perlu Anda waspadai:

1. Nyeri Perut yang Semakin Parah

Nyeri ringan setelah operasi caesar merupakan hal yang normal. Namun, bila rasa sakit justru bertambah hebat seiring waktu atau tidak kunjung mereda, ini bisa menjadi salah satu ciri infeksi pada luka caesar bagian dalam. Rasa nyeri biasanya terasa dalam dan menusuk, bukan sekadar rasa pegal.

2. Demam Tinggi

Demam di atas 38°C sering kali menjadi sinyal bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Jika Anda mengalami demam setelah beberapa hari pasca operasi, terlebih disertai menggigil atau berkeringat, jangan abaikan, bisa jadi ini adalah tanda infeksi yang perlu ditangani segera.

3. Luka Terasa Nyeri Saat Ditekan

Bekas luka operasi caesar memang bisa terasa tidak nyaman saat disentuh. Namun, jika nyeri yang muncul terasa tajam atau sensitif secara berlebihan saat ditekan, ini patut diwaspadai. Rasa sakit yang tidak wajar sering kali menandakan adanya peradangan atau infeksi di area luka bagian dalam.

4. Muncul Cairan atau Nanah dari Luka

Keluarnya cairan bening dalam jumlah kecil bisa saja masih normal. Namun, bila cairan berwarna kekuningan, kehijauan, atau bahkan luka caesar bernanah, maka ini jelas merupakan tanda adanya infeksi. Terlebih jika disertai bau tidak sedap.

5. Keputihan Tidak Normal atau Perdarahan Berlebihan

Pasca operasi caesar, keputihan atau pendarahan ringan memang umum terjadi. Namun, bila jumlahnya sangat banyak, disertai bau menyengat, atau berwarna tidak wajar, maka ini bisa menjadi tanda luka caesar terinfeksi yang terjadi dari dalam rahim.

6. Tubuh Terasa Lemas dan Kehilangan Nafsu Makan

Infeksi dalam tubuh biasanya memengaruhi kondisi fisik secara keseluruhan. Anda mungkin merasa cepat lelah, lemas tanpa sebab, menggigil, atau bahkan tidak nafsu makan. Gejala ini sering kali disertai dengan demam dan sebaiknya tidak diabaikan.

7. Kaki Terasa Bengkak atau Nyeri

Meskipun tampak tidak berkaitan langsung, pembengkakan atau rasa nyeri pada salah satu kaki dapat mengindikasikan adanya infeksi yang menyebar, bahkan sampai ke pembuluh darah. Ini bisa jadi sinyal komplikasi serius seperti trombosis atau bakteremia.

Baca Juga: Pentingnya Melakukan USG Fetomaternal Saat Hamil

Komplikasi Infeksi Luka Caesar yang Harus Diwaspadai

Jika infeksi pada luka caesar bagian dalam tidak segera ditangani, risiko penyebarannya menjadi lebih luas. Infeksi bisa berkembang menjadi kondisi medis yang lebih serius, bahkan membahayakan nyawa. Berikut beberapa komplikasi infeksi luka caesar yang harus Anda ketahui:

1. Endokarditis

Merupakan infeksi serius yang menyerang bagian dalam jantung, termasuk katup dan lapisan jantung. Meskipun kasusnya jarang, endokarditis dapat terjadi ketika bakteri dari luka masuk ke aliran darah dan mencapai jantung. Gejalanya meliputi demam berkepanjangan, kelelahan, dan sesak napas.

2. Osteomielitis

Infeksi ini menyerang tulang atau sumsum tulang dan bisa terjadi bila infeksi menyebar dari luka ke jaringan yang lebih dalam. Osteomielitis dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, dan demam. Perlu penanganan intensif agar tidak terjadi kerusakan permanen pada tulang.

3. Bakteremia

Merupakan kondisi di mana bakteri sudah memasuki aliran darah. Ini termasuk komplikasi paling serius karena bisa menyebabkan infeksi sistemik, seperti sepsis. Gejala umum meliputi demam tinggi, denyut jantung cepat, tekanan darah turun, hingga kehilangan kesadaran.

Cara Mencegah Infeksi pada Luka Caesar Bagian Dalam

Ada banyak langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi, baik dari luar maupun dari dalam. Berikut beberapa cara mencegah infeksi pada luka caesar bagian dalam yang bisa Anda terapkan:

1. Jaga Kebersihan Luka dengan Benar

Kebersihan area bekas operasi adalah kunci utama dalam mencegah infeksi. Pastikan Anda membersihkan luka sesuai petunjuk tenaga medis. Gunakan air bersih dan sabun yang lembut jika diperbolehkan, dan hindari menggosok area luka terlalu keras. Gunakan pakaian longgar dan berbahan lembut agar area luka tetap kering dan tidak teriritasi oleh gesekan kain.

2. Istirahat yang Cukup dan Teratur

Pemulihan pasca operasi tidak bisa dipaksakan. Berikan tubuh Anda waktu untuk memulihkan diri secara alami. Luangkan waktu untuk tidur siang, hindari begadang, dan jangan ragu untuk meminta bantuan keluarga agar Anda bisa beristirahat lebih optimal di awal masa nifas.

3. Hindari Hubungan Seksual Terlalu Dini

Setelah operasi caesar, tubuh membutuhkan waktu untuk menyembuhkan jaringan di sekitar rahim dan vagina. Umumnya, dokter menyarankan untuk menunda hubungan seksual selama minimal enam minggu, atau hingga Anda dinyatakan pulih secara medis.

Melakukan hubungan intim terlalu cepat dapat meningkatkan risiko infeksi di area luka atau rahim, terutama jika pendarahan atau keputihan belum sepenuhnya berhenti.

4. Konsumsi Makanan Bergizi dan Seimbang

Asupan nutrisi yang baik akan membantu mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Fokuslah pada makanan yang tinggi protein (seperti telur, ikan, daging tanpa lemak), sayuran hijau, buah-buahan segar, serta makanan kaya zat besi dan vitamin C.

Jangan lupa untuk minum cukup air putih agar tubuh tetap terhidrasi, karena dehidrasi bisa memperlambat proses pemulihan.

5. Hindari Mengangkat Beban Berat

Selama masa pemulihan, hindari aktivitas fisik berat, terutama mengangkat beban seperti galon air, tas belanja berat, atau bahkan anak Anda yang lebih besar. Tekanan berlebih pada area perut bisa mengganggu penyembuhan luka bagian dalam dan memicu terbukanya sayatan secara tidak sengaja.

6. Lakukan Pemeriksaan Rutin ke Dokter

Kontrol pasca operasi sangat penting untuk memastikan kondisi luka Anda pulih dengan baik. Pemeriksaan ini juga memungkinkan dokter mendeteksi tanda-tanda infeksi sejak dini, bahkan sebelum Anda merasakannya secara fisik.

Kesimpulan

Operasi caesar adalah proses medis yang umum, namun tetap memiliki risiko tersendiri. Mengenali ciri infeksi pada luka caesar bagian dalam sejak dini akan sangat membantu dalam mencegah komplikasi yang lebih berat. Jangan sepelekan gejala-gejala seperti nyeri berkepanjangan, demam, atau keluarnya cairan dari luka, karena bisa jadi itu adalah tanda luka caesar terinfeksi.

Segera konsultasikan ke Dokter Spesialis Kandungan di Klinik BAMED pada Layanan Spesialis Obstetri dan Ginekologi bila Anda merasa ada yang salah pada bagian perut bekas operasi caesar. Ingat, kesehatan Anda juga berpengaruh pada kesehatan dan kenyamanan bayi Anda. Jadi, rawat diri Anda dengan penuh perhatian. Pemulihan memang butuh waktu, tapi dengan langkah yang tepat, semuanya bisa dilalui dengan lebih baik.