Ditinjau oleh : dr. Athia Asparini, Sp.Ak
Dismenore, atau rasa nyeri yang muncul saat haid, adalah kondisi umum yang dialami oleh banyak wanita. Rasa sakit ini biasanya terjadi karena kontraksi otot rahim yang dipicu oleh peningkatan hormon prostaglandin, menyebabkan kram perut yang kadang menjalar ke punggung dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dismenore sendiri dikenal dengan 2 jenis, yaitu dismenore primer dan sekunder. Adapun perbedaannya, pada primer tidak ada kelainan organ reproduksi, sedangkan sekunder penyebabnya adanya kelainan pada organ reproduksi.
Bagi sebagian wanita, nyeri ini dapat hilang dengan sendirinya, sementara bagi yang lain, mengalaminya dalam periode lebih lama. Untuk meredakan gejala tersebut, berbagai cara bisa dilakukan, mulai dari konsumsi obat hingga minuman tradisional. Namun, belakangan ini, akupunktur menjadi alternatif yang semakin populer.
Penelitian yang diterbitkan di British Journal of Obstetrics and Gynaecology mengungkapkan bahwa akupunktur lebih efektif mengurangi nyeri haid dibandingkan dengan obat-obatan, terutama karena efek sampingnya yang lebih minim. Sebagai metode alami, akupunktur medik bekerja dengan menstimulasi titik-titik tertentu di tubuh, seperti di perut, kaki, dan jari kaki, untuk meredakan rasa sakit.
Biasanya, terapi ini dilakukan secara bertahap sekitar tujuh hingga sepuluh hari sebelum menstruasi. Jika ada keluhan lain yang menyertai nyeri haid, seperti ketidaknyamanan di dada atau kepala, akupunktur juga dapat dilakukan pada area tersebut.
Dengan keunggulan minim efek samping, metode ini menjadi pilihan menarik bagi wanita yang mencari cara lebih nyaman untuk mengatasi nyeri haid yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Cara Mengatasi Telat Haid dan Kapan Harus ke Dokter?
Penyebab Nyeri Haid
Banyak perempuan mengalami rasa sakit yang mengganggu selama menstruasi. Rasa nyeri ini sering disebabkan oleh kontraksi dinding rahim yang membantu meluruhkan lapisan endometrium.
Untuk lebih memahami penyebabnya, berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat memicu nyeri haid:
1. Kontraksi Rahim yang Berlebihan
Saat menstruasi, rahim berkontraksi untuk mengeluarkan lapisan dindingnya. Kontraksi ini dipicu oleh hormon prostaglandin. Jika kadar prostaglandin meningkat, kontraksi menjadi lebih kuat dan bisa menimbulkan rasa sakit yang intens.
2. Ketidakseimbangan Hormon
Hormon seperti prostaglandin, estrogen, dan progesteron memiliki peran penting dalam mengatur siklus menstruasi dan kontraksi rahim. Ketidakseimbangan kadar hormon ini dapat memperparah kram dan sering disertai gejala lain seperti perubahan suasana hati dan kembung.
3. Endometriosis
Kondisi ini terjadi saat jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium atau tuba falopi. Meskipun berada di luar rahim, jaringan ini tetap bereaksi seperti jaringan rahim, yang menebal, meluruh, dan berdarah setiap bulan. Hal ini menyebabkan rasa sakit berlebih selama menstruasi.
4. Fibroid Rahim dan Adenomiosis
Fibroid adalah tumor jinak yang dapat tumbuh di dalam atau di luar rahim, sementara adenomiosis adalah kondisi di mana jaringan yang melapisi rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit karena menimbulkan tekanan dan peradangan selama menstruasi.
5. Gangguan pada Organ Reproduksi Lainnya
Penyakit radang panggul (infeksi bakteri pada organ reproduksi) dan stenosis serviks (pembukaan serviks yang sempit) juga bisa menjadi penyebab nyeri haid. Pada kasus stenosis serviks, darah menstruasi sulit mengalir keluar, meningkatkan tekanan di dalam rahim yang menyebabkan rasa sakit.
Baca Juga: Tips Agar Siklus Haid Lancar dan Lebih Teratur
Gejala Nyeri Haid
Rasa sakit yang muncul umumnya disebabkan oleh kontraksi otot rahim, dan tingkat keparahannya bisa berbeda-beda. Berikut beberapa gejala nyeri haid yang sering dirasakan:
1. Kram pada Perut Bagian Bawah
Gejala yang paling umum adalah nyeri berdenyut atau kram di perut bagian bawah. Rasa sakit ini bisa mulai muncul 1-3 hari sebelum menstruasi, mencapai puncaknya dalam 24 jam setelah menstruasi dimulai, dan biasanya mereda setelah 2-3 hari. Kram bisa terasa tajam dan menekan, sering kali menyebar ke punggung bawah, paha, atau bahkan hingga ke anus.
2. Mual, Pusing, dan Kelelahan
Selain kram, beberapa wanita mungkin mengalami mual, muntah, atau pusing selama haid. Gejala-gejala ini bisa membuat tubuh lemas dan sulit untuk beraktivitas. Bahkan, kondisi tertentu seperti sakit kepala ringan hingga migrain dapat muncul bersamaan dengan menstruasi, memperparah rasa tidak nyaman yang dirasakan.
3. Gangguan Sistem Pencernaan dan Kelelahan
Perubahan hormonal saat menstruasi dapat mempengaruhi sistem pencernaan, yang bisa menyebabkan diare, konstipasi, atau kembung. Selain itu, tubuh mungkin menjadi lebih cepat lelah, dan sebagian wanita merasakan sensitivitas pada payudara serta perubahan suasana hati seperti mudah merasa marah atau emosional.
Manfaat Akupunktur Medik untuk Mengurangi Nyeri Haid
Akunpunktur menjadi salah satu teknik yang bisa digunakan untuk meredakan berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri saat haid. Metode ini melibatkan penusukan jarum pada titik-titik tertentu di tubuh, yang merangsang respons alami tubuh dalam mengurangi rasa sakit.
Area utama penusukan akupunktur pada nyeri haid meliputi area perut bawah, tungkai bawah dan pinggang.
Berikut ini adalah beberapa manfaat akupunktur dalam membantu mengatasi nyeri haid:
1. Mengurangi Rasa Sakit dan Peradangan
Akupunktur merangsang produksi endorfin, hormon alami yang mengurangi rasa sakit. Dengan pelepasan endorfin, terapi ini mampu meredakan nyeri haid secara alami. Selain itu, akupunktur juga membantu mengurangi peradangan pada jaringan rahim, sehingga dapat mengurangi kram dan rasa sakit yang sering terjadi saat menstruasi.
2. Meningkatkan Sirkulasi Darah dan Menyeimbangkan Hormon
Terapi ini bekerja dengan memperlancar aliran darah ke daerah panggul dan rahim, yang membantu meredakan ketegangan otot dan mengurangi kram. Selain itu, akupunktur mampu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron, yang berperan dalam siklus menstruasi. Dengan keseimbangan hormon yang lebih baik, gejala nyeri haid dan gangguan menstruasi lainnya bisa diminimalkan.
3. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesejahteraan
Stres dapat memperburuk gejala nyeri haid, dan akupunktur memiliki efek relaksasi yang dapat menenangkan pikiran dan tubuh. Dengan mengurangi stres, terapi ini tidak hanya mengurangi kram tetapi juga meningkatkan kesejahteraan emosional dan fisik.
Penelitian menunjukkan bahwa terapi ini dapat menurunkan prostaglandin F2alpha, yang sering dikaitkan dengan nyeri haid, sekaligus membantu merelaksasi otot rahim. National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat juga merekomendasikan akupunktur sebagai pengobatan yang aman dan minim efek samping untuk nyeri haid.
Adapun bukti penelitian telah membuktikan akupunktur dapat menurunkan prostaglandin F2alpha yang meningkat pada kondisi nyeri haid, akupunktur dapat merileksasi otot rahim, meningkatkan aliran darah di rahim, menyebabkan keseimbangan hormonaldan regulasi faktor psikologis. Oleh karena itu National of Health di Amerika telah merekomendasikan tindakan akupunktur untuk tatalaksa nyeri haid.
Dengan berbagai manfaat tersebut, akupunktur menjadi solusi yang layak dipertimbangkan bagi siapapun yang mencari alternatif pengobatan alami untuk meredakan nyeri haid.
Akan tetapi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi ini. Jadi, jika Anda ingin mengatasi masalah nyeri haid dengan cara yang lebih alami, akupunktur bisa menjadi pilihan menarik. Jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Akupunktur Medik di Klinik BAMED yang berada di Meruya, Bekasi, Bintaro, dan Tebet, untuk mengembalikan kenyamanan dan menjalani jalani hari dengan lebih baik.
