Beranda > Terapi Akupunktur sebagai Solusi Nyeri Sendi

radang sendi

Terapi Akupunktur sebagai Solusi Nyeri Sendi

Ditinjau oleh : dr. Athia Asparini, Sp.Ak

Akupunktur awalnya merupakan pengobatan tradisional Tiongkok yang kini sudah banyak terbukti secara EBM (evidence based medicine) dan terus relevan hingga saat ini. Teknik yang berakar dari budaya kuno ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang seiring kemajuan ilmu medis dan menjadikannya bagian dari pendekatan modern dalam perawatan kesehatan.

Metode terapi akupunktur ini melibatkan penusukan jarum steril sekali pakai dengan diameter sangat tipis pada titik-titik tertentu di tubuh yang bertujuan untuk menyeimbangkan berbagai hormon dan neurotransmiter dalam tubuh, sesuai dengan target terapi berdasarkan hasil anamnesis pada pasien. Hal ini membuat terapi ini dipercaya dapat meredakan berbagai keluhan kesehatan, seperti nyeri sendi, gangguan tidur, serta masalah umum yang dialami lansia.

Akupunktur medik sendiri telah diakui oleh WHO dan dapat bersinergi dengan disiplin ilmu kedokteran lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Dalam tulisan ini, akan dibahas lebih lanjut tentang cara kerja hingga manfaat dari teknik akupunktur, khususnya untuk nyeri sendi.

Baca Juga: Peran Akupunktur Medik Untuk Mengurangi Gejala Stroke

Cara Kerja Akupunktur

Mekanisme kerja akupunktur menjadi fokus penelitian yang menarik, dengan beberapa teori yang berusaha menjelaskan bagaimana metode ini berfungsi. Salah satu penjelasan utama adalah bahwa saat jarum akupunktur dimasukkan ke dalam kulit, tubuh merespons dengan mengeluarkan berbagai zat neurokimia, yang akan berperan dalam regulasi neuroendokrin imun.

Respons ini memicu serangkaian proses penyembuhan alami, termasuk peningkatan sirkulasi darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke area yang terkena, serta aktivasi sistem imun yang membantu mengurangi peradangan. Stimulasi saraf yang terjadi juga dapat mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat untuk memicu pelepasan endorfin, zat alami yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit.

Banyak pasien merasakan manfaat signifikan dari serangkaian sesi akupunktur. Sesi tersebut biasanya disarankan dilakukan dua kali seminggu pada bulan-bulan awal. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga respons penyembuhan tetap aktif dan terarah, dengan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap individu.

Akupunktur juga dapat mempengaruhi produksi hormon seperti kortisol dan serotonin, yang berperan penting dalam mengatur suasana hati serta mengurangi rasa nyeri. Dengan demikian, akupunktur bukan sekadar metode pengobatan, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Bagaimana Akupunktur Mempengaruhi Radang Sendi?

Radang sendi, atau arthritis, merupakan kondisi umum yang ditandai oleh peradangan, nyeri, dan kekakuan pada sendi. Berbagai jenis radang sendi, seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis, seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari.

Akupunktur, sebagai salah satu metode pengobatan tradisional, telah menarik perhatian banyak orang karena kemampuannya dalam meredakan gejala radang sendi. Berikut adalah beberapa cara di mana akupunktur dapat memberikan manfaat bagi penderita radang sendi:

1. Mengurangi Peradangan

Melalui stimulasi titik-titik akupunktur tertentu, terapi ini dapat memicu tubuh untuk memproduksi zat anti-inflamasi alami. Dengan demikian, akupunktur membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri pada sendi yang meradang.

2. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Akupunktur juga berperan dalam meningkatkan aliran darah di sekitar sendi yang mengalami rasa sakit. Peningkatan sirkulasi ini tidak hanya mempercepat proses penyembuhan, tetapi juga mengurangi kekakuan sendi, sehingga meningkatkan fleksibilitas.

3. Mengurangi Stres dan Ketertekanan

Stres dapat memperburuk gejala radang sendi. Dengan efek relaksasi yang ditimbulkan, akupunktur membantu menurunkan tingkat stres dan membuat penderita merasa lebih nyaman. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa teknik akupuntur yang dikombinasikan dengan racun lebah dapat memberikan hasil yang lebih efektif dalam meredakan nyeri dan peradangan, baik dalam uji klinis maupun percobaan hewan.

Baca Juga: Teknik Akupunktur Medik untuk Insomnia, Solusi Sulit Tidur

Manfaat Akupunktur untuk Radang Sendi

Akupunktur telah dikenal sebagai terapi yang membantu penderita radang sendi dengan berbagai manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Banyak orang yang menjalani akupunktur untuk mengobati radang sendi melaporkan peningkatan kualitas hidup mereka.

Menurut Yayasan Arthritis, akupunktur membantu meredakan nyeri karena ada rangsangan endorfin dan oksitosin. Berikut adalah beberapa manfaat utama akupunktur untuk penderita radang sendi:

1. Mengurangi Nyeri

Akupunktur terbukti efektif dalam meredakan nyeri yang sering dialami oleh penderita radang sendi. Dengan merangsang tubuh untuk menghasilkan zat alami yang mengurangi rasa sakit, terapi ini bisa mengurangi ketergantungan pada obat pereda nyeri.

2. Meningkatkan Mobilitas Sendi

Terapi ini dapat membantu mengurangi kekakuan dan peradangan pada sendi, sehingga meningkatkan kemampuan bergerak. Dengan aliran darah yang lebih baik ke area yang sakit, akupunktur membantu mempercepat proses penyembuhan.

3. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Relaksasi

Nyeri yang berkepanjangan sering mengganggu tidur. Akupunktur membantu melemaskan otot di sekitar sendi yang sakit, sehingga membuat tubuh lebih rileks dan membantu mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Dengan semua manfaat ini, akupunktur dapat sangat membantu bagi mereka yang berjuang dengan radang sendi.

 

Terapi akupunktur memberikan solusi menarik untuk penderita radang sendi. Metode ini tidak hanya membantu meredakan nyeri dan meningkatkan pergerakan sendi, tetapi juga dapat membuat Anda merasa lebih tenang dan tidur lebih baik.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami masalah radang sendi, pertimbangkan untuk mencoba akupunktur sebagai bagian dari pengobatan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Akupunktur Medik di Klinik Bamed yang ada di Meruya, Bekasi, Bintaro, dan Tebet.