Beranda > Waspada Melanoma: Kanker Kulit yang Menyerupai Tahi Lalat

tahi lalat kanker kulit

Waspada Melanoma: Kanker Kulit yang Menyerupai Tahi Lalat

Ditinjau oleh : dr. Adhimukti Tathyahita Sampurna, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV

Tahi lalat merupakan sesuatu yang umum ditemukan di kulit, dan seringkali tidak dipedulikan. Namun, tidak semua yang kita anggap “tahi lalat” adalah benar merupakan tahi lalat. Dalam beberapa kasus, kanker kulit pada stadium awal dapat berbentuk menyerupai tahi lalat, terutama melanoma, yang merupakan suatu kanker kulit yang dapat mematikan. Deteksi dini dari kanker kulit sangat penting karena dapat mencegah kanker menjadi berat dan juga kematian.

Kanker kulit yang berasal dari tahi lalat bisa berakibat fatal jika tidak terdeteksi sejak dini. Artikel ini akan membahas kanker kulit yang memiliki ciri-ciri menyerupai tahi lalat, perbedaannya dengan tahi lalat biasa, serta langkah deteksi dan pencegahan yang perlu Anda ketahui.

Apa Itu Kanker Kulit Melanoma?

Kanker kulit melanoma adalah jenis kanker kulit yang berasal dari sel pigmen (melanosit). Sel pigmen (melanosit) juga merupakan sel yang menyusun tahi lalat. Maka dari itu, kanker kulit melanoma bisa tampak seperti tahi lalat biasa pada awal pertumbuhannya, namun mengalami perubahan bentuk, warna, ukuran, atau tekstur seiring waktu.

Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling agresif dan dapat menyebar ke organ lain jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara tahi lalat biasa dan yang berpotensi berbahaya.

Perbedaan Tahi Lalat dan Melanoma

Tahi lalat umumnya tidak berubah dalam waktu lama. Sebaliknya, melanoma menunjukkan beberapa perubahan khas yang harus diwaspadai. Untuk memahami perbedaannya lebih rinci, simak poin-poin di bawah ini.

1. Bentuk dan Ukuran

Tahi lalat biasanya berbentuk bulat atau oval dengan batas yang rata dan simetris. Sedangkan, melanoma, sebaliknya, cenderung asimetris dan memiliki batas tepi yang tidak rata atau kabur. Ukurannya juga bisa bertambah dalam waktu singkat, yang menjadi salah satu tanda peringatan awal melanoma.

2. Warna dan Tekstur

Warna tahi lalat cenderung seragam, biasanya cokelat muda hingga hitam. Melanoma dapat memiliki variasi warna seperti hitam, biru, merah, atau bahkan keabuan dalam satu lesi. Teksturnya pun bisa berubah menjadi kasar, bersisik, atau terasa berbeda saat disentuh.

3. Perubahan yang Perlu Diwaspadai

Perubahan yang cepat dan mencolok merupakan peringatan utama. Tahi lalat yang tiba-tiba gatal, berdarah, nyeri, atau mengalami perubahan warna dan ukuran dalam waktu singkat perlu segera diperiksa. Tahi lalat yang berbahaya itu seperti apa? Jawabannya: yang berubah drastis dan menunjukkan gejala di atas.

Baca Juga: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Herpes

Cara Mendeteksi Dini Melanoma dibandingkan Tahi Lalat

Mendeteksi dini melanoma dapat meningkatkan kemungkinan penyembuhan. Salah satu metode populer adalah metode ABCDE, yang membantu mengidentifikasi perubahan mencurigakan pada bercak yang berbentuk menyerupai tahi lalat.

  • A (Asymmetry) – Bentuk tahi lalat tidak simetris.
  • B (Border) – Tepi tidak rata atau tidak jelas.
  • C (Color) – Warna tidak seragam atau terdapat lebih dari tiga warna.
  • D (Diameter) – Diameter lebih besar dari 6 mm.
  • E (Evolving) – Tahi lalat mengalami perubahan dalam ukuran, bentuk, atau gejala.

Jika Anda menemukan tahi lalat dengan satu atau lebih kriteria ini, segera konsultasikan dengan dokter spesialis dermatologi, venereologi dan estetika untuk evaluasi lebih lanjut. Pemeriksaan rutin juga sangat dianjurkan, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker kulit dan warna kulit yang cerah.

Langkah Pencegahan Melanoma

Mencegah melanoma tidak hanya melibatkan perlindungan terhadap sinar matahari, tetapi juga kebiasaan sehat lainnya. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan penting.

1. Gunakan Tabir Surya

Gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 setiap hari, terutama saat berada di luar ruangan. Ini membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat merusak sel dan memicu kanker kulit.

2. Hindari Pajanan Sinar Matahari Berlebih

Usahakan untuk menghindari sinar matahari langsung antara pukul 10.00 hingga 17.00, saat radiasi UV berada pada titik tertinggi. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelindung tambahan seperti topi atau payung.

3. Gunakan Pakaian Pelindung

Kenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, dan topi bertepi lebar saat berada di bawah sinar matahari. Kacamata hitam juga penting untuk melindungi kulit di sekitar mata.

4. Hindari Tanning Bed

Tanning bed atau alat penggelap kulit buatan memancarkan sinar UV buatan yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit, termasuk melanoma. Hindari penggunaannya untuk perlindungan jangka panjang.

5. Lakukan Pemeriksaan Kulit Rutin

Periksa kulit Anda sendiri secara berkala untuk melihat adanya perubahan pada tahi lalat. Cara pemeriksaan kulit sendiri dikenal dengan istilah SAKURI (Periksa Kulit Sendiri).

tahi lalat kanker kulit

Pemeriksaan tahunan oleh dokter kulit juga penting, terutama jika Anda memiliki banyak tahi lalat atau faktor risiko lain.

 

Melanoma bisa dicegah dan diatasi jika dikenali sejak dini. Mengenali ciri khas tahi lalat yang mencurigakan dan memahami tanda-tanda kanker kulit adalah langkah awal untuk melindungi diri Anda. Tahi lalat yang berbahaya itu seperti apa? Maka jawabannya adalah yang berubah bentuk, warna, ukuran, dan menimbulkan gejala baru. 

Jangan abaikan perubahan kecil langkah sederhana seperti pemeriksaan rutin dan penggunaan tabir surya bisa menyelamatkan hidup Anda. Segera konsultasi keluhan kulitmu di Klinik BAMED pada Layanan Dermatologi, Venereologi, dan Estetika apabila ada pertumbuhan tahi lalat yang mencurigakan di tubuh Anda.