Ditinjau oleh: drg. Ayu Monica
Gusi yang bengkak dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan mulut yang lebih serius, dan meskipun sering dianggap sepele, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan. Dalam banyak kasus, gusi bengkak bisa disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau faktor lain yang perlu segera ditangani.
Artikel ini akan membahas berbagai cara mengatasi gusi bengkak dengan perawatan di rumah, serta mengidentifikasi kapan Anda harus mencari bantuan medis. Dengan perawatan yang tepat, cara mengatasi gusi bengkak bisa diatasi dan kesehatan mulut Anda bisa terjaga dengan baik.
Penyebab Gusi Bengkak
Gusi bengkak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah kebersihan mulut hingga gangguan kesehatan tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang perlu Anda ketahui:
1. Penumpukan Plak dan Karang Gigi
Plak yang menempel pada gigi dan gusi adalah penyebab utama pembengkakan gusi. Plak ini, jika tidak dibersihkan dengan baik, dapat mengeras menjadi karang gigi, yang kemudian menyebabkan iritasi dan peradangan pada gusi. Ketika gusi terkena iritasi, pembengkakan bisa terjadi, dan jika dibiarkan, ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius, seperti gingivitis atau periodontitis.
2. Gingivitis
Gingivitis adalah bentuk radang gusi ringan yang disebabkan oleh penumpukan plak pada gusi. Kondisi ini menyebabkan gusi menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi atau flossing. Gingivitis adalah tahap awal dari penyakit gusi, yang jika tidak diobati dapat berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih parah dan menyebabkan kerusakan permanen pada gusi serta tulang penyangga gigi.
3. Infeksi
Infeksi bakteri, virus, atau jamur juga dapat menyebabkan gusi bengkak. Infeksi gusi yang lebih berat seperti abses gusi, yang sering disertai dengan nanah, memerlukan perawatan medis segera. Infeksi lainnya, seperti herpes oral atau sariawan, juga dapat menimbulkan peradangan pada gusi, yang menyebabkan pembengkakan lokal.
4. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan skorbut, yang ditandai dengan gusi bengkak, berdarah, dan jaringan gusi yang lemah. Vitamin C sangat penting untuk kesehatan gusi dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Asupan gizi yang tidak seimbang, terutama kekurangan vitamin dan mineral, bisa mengganggu proses penyembuhan jaringan gusi.
5. Perubahan Hormonal
Perubahan hormon, seperti yang terjadi selama kehamilan, menstruasi, atau penggunaan pil KB, dapat meningkatkan sensitivitas gusi terhadap peradangan. Pada wanita hamil, misalnya, kadar hormon yang berubah dapat menyebabkan gusi menjadi lebih mudah bengkak dan berdarah, kondisi yang dikenal dengan istilah gingivitis kehamilan.
6. Penggunaan Produk Tertentu
Beberapa produk mulut, seperti obat kumur yang mengandung alkohol atau bahan kimia keras, bisa mengiritasi gusi dan menyebabkan pembengkakan. Selain itu, obat-obatan tertentu, seperti obat darah tinggi atau pil kontrasepsi, dapat mempengaruhi keseimbangan gusi dan meningkatkan risiko peradangan.
Gejala Gusi Bengkak
Untuk mengenali apakah gusi Anda mengalami pembengkakan, penting untuk memahami gejala-gejalanya. Gusi yang bengkak sering kali disertai dengan beberapa tanda lain:
- Warna gusi berubah: Gusi yang sehat biasanya berwarna pink muda, tetapi saat bengkak, warnanya bisa menjadi merah terang atau bahkan ungu.
- Nyeri dan ketidaknyamanan: Pembengkakan biasanya disertai dengan rasa nyeri atau perasaan tidak nyaman di sekitar gusi, terutama saat mengunyah atau menyikat gigi.
- Pendarahan: Gusi yang bengkak sering kali berdarah saat Anda menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.
- Napas tak sedap: Pembengkakan gusi yang disebabkan oleh infeksi bisa menimbulkan bau mulut yang tidak sedap.
- Luka atau sariawan: Kadang-kadang, pembengkakan gusi juga bisa disertai dengan luka kecil atau sariawan di sekitar gusi yang meradang.
Tips Meredakan Gusi Bengkak di Rumah
Jika gusi bengkak, apa yang harus dilakukan? Apabila Anda mengalami gusi bengkak, ada beberapa cara mengatasi bengkak gusi yang bisa Anda coba di rumah untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan:
1. Kumur Air Garam
Kumur dengan air garam adalah cara sederhana namun efektif untuk mengurangi pembengkakan gusi. Air garam membantu membersihkan bakteri dari mulut dan meredakan peradangan. Cukup larutkan satu sendok teh garam dalam segelas air hangat dan kumur selama 30 detik, dua hingga tiga kali sehari.
2. Kompres Dingin
Kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa sakit pada gusi. Anda bisa membungkus es batu dengan kain bersih dan menempelkannya di luar pipi pada area yang bengkak. Lakukan selama 10 hingga 15 menit, beberapa kali dalam sehari, untuk hasil yang lebih efektif.
3. Menjaga Kebersihan Mulut
Penting untuk menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Penggunaan benang gigi secara teratur untuk membersihkan sela-sela gigi juga sangat dianjurkan, karena plak dapat terbentuk di area yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.
4. Gunakan Obat Kumur Antiseptik
Obat kumur antiseptik yang mengandung bahan aktif seperti chlorhexidine dapat membantu mengurangi peradangan dan melawan bakteri di mulut. Pilih obat kumur yang sesuai dengan kondisi Anda dan pastikan untuk mengikuti instruksi pemakaian yang tepat.
5. Hindari Makanan Pemicu
Makanan pedas, panas, atau asam dapat memperburuk iritasi gusi yang bengkak. Makanan yang keras atau bertekstur kasar juga bisa membuat gusi semakin sensitif. Sebaiknya konsumsi makanan lunak yang tidak memicu rasa sakit atau ketidaknyamanan pada gusi yang bengkak.
6. Perbanyak Konsumsi Vitamin C
Vitamin C sangat penting dalam menjaga kesehatan gusi dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Konsumsi buah-buahan seperti jeruk, kiwi, atau stroberi yang kaya akan vitamin C, atau pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin C jika perlu.
7. Hindari Merokok
Merokok dapat memperburuk kesehatan gusi dan memperlambat proses penyembuhan. Jika Anda mengalami gusi bengkak, berhenti merokok sementara waktu sangat dianjurkan untuk mempercepat pemulihan.
Kapan Harus ke Dokter Jika Gusi Bengkak
Meskipun ada banyak cara mengatasi gusi yang bengkak secara alami, Anda perlu pergi ke dokter jika gejalanya tidak membaik atau semakin parah. Segera kunjungi dokter gigi jika:
- Pembengkakan gusi berlangsung lebih dari seminggu
- Gusi disertai dengan nanah atau bau mulut yang tidak sedap
- Terjadi demam atau rasa sakit yang sangat parah
- Gigi terasa goyang atau bergeser
- Ada luka terbuka atau sariawan yang tidak sembuh
Gusi bengkak memang bisa menjadi gangguan yang sangat mengganggu, tetapi dengan langkah perawatan yang tepat, Anda dapat meredakan gejalanya dengan cepat dan mudah. Mulai dari menjaga kebersihan mulut hingga menerapkan perawatan rumahan seperti kumur air garam dan kompres dingin, langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mengatasi gusi bengkak.
Namun, apabila kondisi tidak membaik atau gejala semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi di klinik BAMED pada Layanan Dokter Gigi & Dokter Gigi Spesialis. Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat kembali menikmati kesehatan mulut yang optimal dan terhindar dari masalah yang lebih serius.
