Beranda > Lipoma dan Mengatasinya dengan Liposuction Surgery

Lipoma dan Mengatasinya dengan Liposuction Surgery

Lipoma dan Mengatasinya dengan Liposuction Surgery

Ditinjau oleh : dr. Adhimukti Tathyahita Sampurna, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV

Apakah Anda pernah menemukan benjolan lunak di bawah kulit yang tampak tidak berbahaya, namun terasa mengganggu secara fungsional atau estetika? Kondisi ini bisa jadi merupakan lipoma. Meski bersifat jinak dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, lipoma tetap perlu diwaspadai terutama bila terus tumbuh atau mengganggu aktivitas.

Seiring berkembangnya teknologi medis, salah satu cara menghilangkan lipoma yang kini dapdipilihat  adalah melalui metode liposuction surgery atau bedah sedot lemak (BSL). Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang lipoma, penyebab dan gejalanya, serta kapan dan bagaimana pengangkatan sebaiknya dilakukan.

Apa Itu Lipoma dan Mengapa Harus Diatasi

Apa itu lipoma? Lipoma adalah pertumbuhan jaringan lemak yang terbentuk perlahan di antara lapisan kulit dan otot. Benjolan ini terasa lunak saat disentuh, dapat digerakkan, dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Meski lipoma adalah tumor jinak, artinya tidak bersifat kanker, kehadirannya tetap perlu diawasi terutama bila bertambah besar atau jumlahnya meningkat.

Penyebab lipoma secara pasti belum diketahui sepenuhnya. Namun, faktor genetik sering dikaitkan dengan kemunculannya. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan lipoma berisiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Selain itu, cedera ringan yang menyebabkan trauma jaringan juga dapat memicu munculnya lipoma, meskipun hal ini masih menjadi perdebatan medis.

Gejala utama lipoma adalah benjolan lunak berbentuk bulat atau oval di bawah kulit. Lipoma paling sering muncul di area leher, punggung, bahu, lengan, atau paha. Ukurannya bervariasi, dari sekecil kacang polong hingga lebih dari 5 cm. Biasanya lipoma tumbuh lambat dan tidak terasa nyeri, namun pada beberapa kasus yang menekan saraf atau tumbuh di area sensitif, lipoma dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Kapan Lipoma Perlu Diangkat?

Tidak semua lipoma membutuhkan tindakan medis. Namun, dalam kondisi tertentu, dokter akan merekomendasikan pengangkatan, terutama bila keberadaannya menimbulkan masalah secara fungsional maupun estetika. Berikut adalah situasi di mana pengangkatan lipoma sebaiknya dipertimbangkan:

1. Ukuran Membesar

Jika lipoma terus bertambah besar, hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik maupun psikologis. Selain dapat menekan jaringan di sekitarnya, lipoma yang membesar juga sering kali mengganggu penampilan, terutama bila muncul di area tubuh yang terlihat. 

2. Rasa Sakit

Meskipun lipoma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, beberapa kasus menunjukkan sebaliknya. Lipoma yang tumbuh di dekat saraf atau jaringan sensitif bisa menimbulkan nyeri saat disentuh atau bahkan saat beraktivitas. Jika lipoma Anda mulai terasa sakit, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter karena ini bisa menandakan bahwa penanganan lebih lanjut diperlukan.

3. Gangguan Fungsi Tubuh

Lipoma yang berada di area yang sering digunakan seperti dekat sendi, otot, atau saraf besar bisa mengganggu fungsi tubuh. Misalnya, lipoma di lengan atau paha bagian dalam bisa membatasi gerakan atau menyebabkan ketidaknyamanan saat berjalan atau duduk. Dalam kasus ini, pengangkatan lipoma bisa membantu memulihkan fungsi tubuh yang terganggu.

4. Kecurigaan Medis

Tidak semua benjolan di bawah kulit adalah lipoma. Jika benjolan menunjukkan perubahan yang tidak biasa seperti bentuknya menjadi tidak teratur, warna berubah, atau teksturnya menjadi keras, dokter mungkin akan mencurigai kondisi lain. Dalam situasi ini, pengangkatan lipoma bukan hanya bersifat pengobatan, tetapi juga sebagai tindakan diagnostik untuk memastikan tidak ada potensi keganasan seperti liposarkoma.

Pengangkatan Lipoma dengan Liposuction Surgery

Dengan kemajuan teknologi, kini pengangkatan lipoma tidak selalu memerlukan prosedur bedah konvensional. Salah satu metode yang semakin populer adalah penggunaan liposuction surgery atau bedah sedot lemak (BSL), terutama untuk lipoma berukuran kecil hingga sedang yang berada di dekat permukaan kulit.

Selain operasi pengangkatan (bedah eksisi), liposuction (sedot lemak) menjadi salah satu metode alternatif untuk menangani lipoma, khususnya lipoma yang berukuran besar atau jumlahnya banyak. Bagaimana prosedurnya? 

  1. Anestesi lokal akan diberikan untuk meminimalkan rasa nyeri
  2. Dokter membuat sayatan kecil (±5 mm) di dekat lipoma
  3. Sebuah kanula (alat berbentuk tabung kecil) dimasukkan untuk menyedot jaringan lemak
  4. Setelah lemak tersedot, area luka ditutup dengan perban atau jahitan kecil (tergantung ukuran luka) 

Kelebihan liposuction surgery yakni minim luka dan bekas sayatan kecil sehingga membuat hasil kosmetik lebih baik, proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan bedah konvensional, resiko infeksi lebih rendah karena sayatan kecil dan cocok untuk pasien dengan multiple lipoma karena bisa ditangani sekaligus. Lipoma adalah kondisi jinak namun tetap memerlukan perhatian, terutama jika mengalami perubahan ukuran, jumlah, atau menyebabkan ketidaknyamanan. Pemahaman mengenai gejala lipoma dan pilihan perawatannya dapat membantu Anda mengambil keputusan medis yang tepat. 

Liposuction adalah salah satu pilihan terbaik untuk menangani lipoma, terutama jika anda ingin hasil kosmetik yang lebih baik dan pemulihan yang lebih cepat. Namun, resiko kekambuhan yang lebih tinggi dibandingkan bedah eksisi menjadi pertimbangan penting. 

Pengangkatan Lipoma dengan Liposuction Surgery
Kiri: Liposuction surgery | Kanan: Bedah Eksisi

Meskipun sangat jarang, sebagian kecil lipoma bisa menyerupai tumor ganas (liposarkoma) dan perlu pengananan serius. Jika Anda memiliki lipoma yang tumbuh cepat, nyeri atau berubah bentuk segera konsultasikan ke dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika di Klinik BAMED pada Layanan Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika. Penanganan tepat waktu adalah kunci untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan kulit Anda.