Ditinjau oleh: drg. Rendry Kharima Nirmala
Pernahkah Anda merasakan nyeri di bagian belakang rahang yang muncul tiba-tiba? Rasa sakit itu bisa datang dan pergi, tapi kadang cukup mengganggu saat makan atau membuka mulut. Jika iya, bisa jadi itu bukan sekadar sakit gigi biasa, melainkan tanda impaksi gigi bungsu.
Kondisi ini terjadi ketika gigi geraham terakhir yang biasa disebut gigi bungsu, tidak tumbuh dengan sempurna karena terhalang gigi lain atau karena ruang di rahang terlalu sempit. Banyak orang mengabaikannya karena terlihat sepele. Padahal, impaksi gigi bungsu dapat menimbulkan berbagai masalah serius jika tidak segera ditangani.
Untuk itu, mari kita pahami bersama gejala, apa penyebabnya, serta cara mengatasi impaksi gigi agar Anda bisa menjaga kesehatan gigi dan gusi dengan lebih baik.
Apa Itu Impaksi Gigi Bungsu?
Secara sederhana, impaksi gigi bungsu adalah kondisi di mana gigi bungsu tidak bisa tumbuh keluar dengan sempurna. Gigi bisa terjebak di dalam gusi atau tumbuh miring ke arah gigi di sebelahnya. Biasanya hal ini terjadi karena ruang di rahang tidak cukup untuk menampung gigi baru.
Kondisi ini umum terjadi pada usia remaja akhir hingga dewasa muda, sekitar umur 17 sampai 25 tahun. Saat gigi bungsu tumbuh dengan posisi yang salah, gusi di sekitarnya bisa bengkak, nyeri, atau bahkan terinfeksi. Jika dibiarkan, impaksi gigi bungsu dapat merusak gigi di sebelahnya dan menyebabkan komplikasi jangka panjang.
Baca Juga: Perawatan Saluran Akar Gigi: Tahapan, Tujuan, dan Manfaatnya untuk Gigi
Gejala Impaksi Gigi yang Perlu Dikenali
Gejala impaksi gigi bungsu tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang merasakannya sangat jelas, ada pula yang sama sekali tidak menyadarinya. Beberapa tanda yang umum antara lain:
- Nyeri di bagian belakang rahang atau sekitar telinga.
- Gusi bengkak atau merah.
- Kesulitan membuka mulut lebar.
- Bau mulut yang tidak hilang meski sudah menyikat gigi.
- Rasa tidak nyaman saat mengunyah makanan keras.
Menariknya, gejala impaksi gigi bisa saja ringan di awal, tapi perlahan memburuk seiring waktu. Karena itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat disarankan, terutama jika Anda mulai merasakan gejala seperti di atas. Pemeriksaan rontgen bisa membantu dokter melihat posisi gigi bungsu dan menentukan apakah perlu tindakan lebih lanjut.
Penyebab Impaksi Gigi Bungsu
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan impaksi gigi bungsu, di antaranya:
1. Ruang Rahang yang Sempit
Salah satu penyebab impaksi gigi paling umum adalah rahang yang tidak memiliki cukup ruang untuk menampung gigi baru. Akibatnya, gigi bungsu terjepit dan tidak dapat tumbuh keluar dengan sempurna.
2. Posisi Gigi yang Miring
Kadang, gigi bungsu tumbuh ke arah depan, belakang, atau bahkan ke dalam tulang rahang. Posisi yang tidak normal ini bisa menyebabkan tekanan pada gigi di sebelahnya, menimbulkan nyeri, dan membuat gigi sulit dibersihkan.
3. Gusi yang Terlalu Tebal
Lapisan gusi yang tebal atau keras bisa menghambat gigi untuk menembus permukaan. Akibatnya, sebagian gigi tetap tertanam di dalam gusi, menimbulkan peradangan dan rasa sakit.
4. Faktor Keturunan
Genetik juga berperan. Jika orang tua Anda pernah mengalami impaksi gigi bungsu, kemungkinan Anda memiliki struktur rahang yang serupa dan berisiko mengalami hal yang sama.
Komplikasi Impaksi Gigi yang Mungkin Terjadi
Jika tidak ditangani, impaksi gigi bungsu bisa menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain:
1. Infeksi Gusi (Perikoronitis)
Ketika gigi bungsu hanya keluar sebagian, sisa makanan dan bakteri mudah terperangkap di bawah gusi. Hal ini dapat memicu infeksi yang disebut perikoronitis. Kondisi ini menimbulkan nyeri, bengkak, dan kadang disertai bau mulut.
2. Kerusakan Gigi di Sebelahnya
Gigi bungsu yang tumbuh miring bisa menekan gigi di sebelahnya. Tekanan ini lama-kelamaan bisa mengikis akar gigi tetangga dan menyebabkan rasa sakit atau bahkan kerusakan permanen.
3. Kista di Rahang
Dalam beberapa kasus, jaringan di sekitar gigi yang terpendam dapat membentuk kantong berisi cairan atau kista. Jika tidak segera diangkat, kista ini bisa merusak tulang rahang dan jaringan di sekitarnya.
4. Perubahan Susunan Gigi
Dorongan dari gigi bungsu dapat membuat gigi lain bergeser dan menjadi tidak rata. Akibatnya, posisi gigi berubah dan memengaruhi fungsi mengunyah serta estetika senyum Anda
Cara Mengatasi Impaksi Gigi Bungsu
Penanganan impaksi gigi bungsu bergantung pada kondisi setiap orang. Dokter akan menilai tingkat keparahan, posisi gigi, dan gejala yang muncul sebelum menentukan tindakan. Berikut beberapa cara yang umum dilakukan:
1. Pemantauan Rutin
Jika gigi bungsu tidak menimbulkan keluhan, dokter mungkin akan menyarankan pemantauan rutin. Pemeriksaan berkala dengan rontgen panoramik penting untuk memastikan posisi gigi tetap aman dan tidak menekan gigi lain.
2. Pemberian Obat
Untuk mengatasi gejala impaksi gigi yang ringan seperti nyeri atau peradangan, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri atau antibiotik bila ada tanda infeksi. Namun, obat hanya bersifat sementara dan tidak mengatasi penyebab utama.
3. Pencabutan Gigi Bungsu
Tindakan ini menjadi pilihan utama dalam cara mengatasi impaksi gigi yang sudah menimbulkan keluhan. Prosedur pencabutan dilakukan oleh dokter gigi bedah mulut dengan anestesi lokal. Meski terkesan menakutkan, tindakan ini aman dan pemulihannya biasanya hanya beberapa hari.
4. Perawatan Setelah Pencabutan
Setelah operasi, penting untuk menjaga kebersihan mulut dan mengikuti instruksi dokter. Hindari makanan keras, jangan berkumur terlalu kuat, dan istirahat cukup agar proses penyembuhan berjalan baik.
Baca Juga: Scaling Gigi: Solusi untuk Gigi Bersih dan Bebas Karang Gigi
Impaksi gigi bungsu adalah kondisi yang umum, tapi bukan berarti bisa diabaikan. Gejalanya mungkin tampak ringan di awal, namun bisa berkembang menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani. Dengan mengenali penyebab impaksi gigi, memahami tandanya, dan mengetahui cara mengatasi impaksi gigi dengan tepat, Anda bisa menjaga kesehatan mulut dan gusi dalam jangka panjang.
Langkah sederhana seperti pemeriksaan rutin ke dokter gigi dua kali setahun di Klinik BAMED pada Layanan Dokter Gigi & Dokter Gigi Spesialis bisa membuat perbedaan besar. Jangan tunggu sampai nyeri datang baru bertindak, karena menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal senyum indah, tapi juga tentang kenyamanan dan kualitas hidup Anda.
