Ditinjau oleh : dr. Indra, Sp.OG
Vaksin HPV merupakan salah satu inovasi penting dalam dunia medis yang bertujuan untuk mencegah kanker serviks, salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan, terutama di negara berkembang. Kanker ini berkembang secara perlahan dan pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga kerap baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut.
Infeksi Human Papillomavirus (HPV), yang ditularkan melalui kontak seksual, merupakan faktor risiko utama dalam perkembangan kanker serviks. Dengan adanya vaksin HPV, upaya pencegahan terhadap infeksi virus ini dapat dilakukan secara efektif.
Artikel ini akan membahas secara menyeluruh mengenai vaksin HPV, mencakup mekanisme kerja vaksin, kelompok usia yang direkomendasikan untuk menerima vaksinasi, serta pentingnya pemberian vaksin ini sejak usia dini sebagai langkah pencegahan yang optimal.
Mengenal Virus HPV dan Risikonya
Human Papillomavirus, atau HPV, adalah kelompok virus yang terdiri dari lebih dari 100 jenis. Sebagian besar infeksi HPV tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, beberapa tipe HPV berisiko tinggi, seperti HPV tipe 16 dan 18, dapat menyebabkan kanker serviks, serta kanker lainnya seperti kanker anus, penis, tenggorokan, dan vagina.
Penularan HPV terjadi melalui kontak kulit ke kulit, termasuk hubungan seksual. Karena infeksi ini sering tidak menimbulkan gejala, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi dan secara tidak sengaja menularkan virus tersebut kepada orang lain. Oleh sebab itu, pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah penting dan strategis dalam menekan angka kejadian kanker yang berkaitan dengan HPV.
Cara Kerja Vaksin HPV dalam Mencegah Kanker Serviks
Vaksin HPV untuk apa? Vaksin HPV adalah vaksin yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap tipe-tipe HPV yang paling berisiko menyebabkan kanker. Cara kerja HPV vaksin ini adalah dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap protein virus HPV. Dengan begitu, ketika tubuh terpapar virus di kemudian hari, sistem imun sudah siap untuk melawannya sebelum virus sempat menyebabkan infeksi.
Vaksin ini tidak mengandung virus hidup, sehingga tidak bisa menyebabkan infeksi HPV pada penerimanya. Saat ini, vaksin HPV yang umum digunakan mencakup perlindungan terhadap beberapa tipe HPV, termasuk HPV 16 dan 18 yang bertanggung jawab atas sekitar 70% kasus kanker serviks di seluruh dunia.
Penting untuk diketahui bahwa vaksin ini paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, karena pada tahap tersebut kemungkinan mereka belum terpapar virus HPV. Meski demikian, vaksinasi tetap dapat memberikan manfaat pada individu yang sudah aktif secara seksual, meskipun efektivitasnya mungkin tidak setinggi jika diberikan lebih awal.
Baca Juga: Pentingnya Pap Smear, Prosedur Pendeteksi Kanker Rahim
Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: vaksin HPV untuk usia berapa? Menurut panduan dari CDC dan berbagai lembaga kesehatan dunia, vaksin HPV dianjurkan diberikan mulai usia 9 hingga 14 tahun, dengan dua dosis vaksin yang diberikan dalam rentang waktu enam bulan.
Untuk individu yang berusia 15 tahun ke atas, termasuk orang dewasa hingga usia 26 tahun, vaksin HPV dapat tetap diberikan namun memerlukan tiga dosis agar perlindungan optimal tercapai. Di beberapa negara, pemberian vaksin ini bahkan dipertimbangkan hingga usia 45 tahun berdasarkan pertimbangan risiko dan kebutuhan individu.
Vaksin HPV adalah bagian dari program imunisasi rutin di banyak negara. Di Indonesia sendiri, pemerintah mulai mengintegrasikan vaksin ini ke dalam program imunisasi nasional, khususnya untuk anak-anak perempuan usia sekolah dasar. Dengan mengambil langkah vaksinasi, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga membantu mencegah penyebaran virus di masyarakat.
Vaksin HPV adalah alat pencegahan yang sangat efektif dalam melawan salah satu penyebab utama kanker serviks. Dengan memahami bagaimana vaksin HPV bekerja dan siapa saja yang perlu menerimanya, Anda bisa membuat keputusan yang tepat untuk kesehatan jangka panjang Anda maupun orang-orang terdekat.
Langkah kecil seperti vaksinasi bisa berdampak besar dalam mencegah penyakit mematikan. Oleh karena itu, jika Anda atau anggota keluarga belum menerima vaksin HPV, pertimbangkanlah untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan di Layanan Spesialis Obstetri dan Ginekologi Klinik Bamed untuk mendapatkan vaksin HPV. Pencegahan adalah kunci, dan vaksin HPV adalah salah satu bentuk pencegahan terbaik yang tersedia saat ini.
