Ditinjau oleh: dr. Retno Kusumastuti Sp.Ak
Akupuntur sering disebut sebagai pengobatan untuk meredakan pegal, nyeri otot, atau letih akibat aktivitas sehari-hari. Namun jika Anda menelusuri lebih jauh, terapi ini sebenarnya memiliki manfaat yang jauh lebih luas. Melalui stimulasi titik-titik tertentu pada tubuh, akupuntur dapat membantu memperbaiki keseimbangan energi, melancarkan peredaran darah, hingga meredakan gejala berbagai kondisi kesehatan.
Mungkin Anda bertanya, penyakit apa saja yang bisa disembuhkan dengan akupuntur? Jawabannya cukup beragam. Mulai dari penyakit yang bersifat fisik, seperti alergi dan gangguan pencernaan, sampai keluhan emosional seperti kecemasan. Karena itu, akupuntur semakin sering menjadi terapi pendamping di klinik kesehatan modern.
Untuk membantu Anda memahami manfaatnya secara lebih menyeluruh, berikut daftar penyakit yang terbukti dapat diredakan melalui terapi akupuntur.
9 Penyakit yang Bisa Disembuhkan dengan Akupuntur
Selain pegal-pegal, ada banyak jenis penyakit yang bisa memanfaatkan akupuntur untuk mengobatinya. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya:
1. Alergi Pernapasan
Salah satu kondisi yang banyak menunjukkan respons positif terhadap akupuntur adalah alergi pernapasan, seperti rhinitis alergi atau alergi debu. Terapi ini membantu meredakan peradangan pada saluran napas, memperbaiki aliran energi pada titik-titik tertentu di wajah dan kepala, serta mengurangi frekuensi kambuh.
Menurut artikel yang dikutip dari Healthline, yang meninjau berbagai studi ilmiah, akupuntur telah terbukti efektif untuk alergi. Mereka menyoroti bahwa akupuntur dapat secara signifikan mengurangi gejala rhinitis alergi, seperti bersin, hidung tersumbat, dan gatal.
2. Gangguan Pencernaan
Masalah pencernaan seperti gastritis, mual, kembung, hingga konstipasi juga dapat ditangani dengan pendekatan akupuntur. Stimulasi jarum dapat memengaruhi aktivitas saraf yang berhubungan dengan lambung dan usus, sehingga motilitas pencernaan menjadi lebih seimbang. Banyak pasien mengaku merasa lebih nyaman dan jarang mengalami perut begah setelah menjalani beberapa sesi.
3. Migrain dan Sakit Kepala Kronis
Bagi Anda yang berjuang dengan migrain berulang atau sakit kepala menahun, akupuntur bisa menjadi salah satu terapi pendamping yang efektif. Teknik ini menargetkan titik-titik di sekitar kepala, leher, dan tangan untuk melepaskan ketegangan otot, melancarkan aliran darah, serta menyeimbangkan sistem saraf pusat.
4. Nyeri Sendi dan Peradangan
Bagi penderita osteoartritis, nyeri lutut, atau peradangan sendi lainnya, akupuntur membantu mengurangi rasa sakit melalui pelepasan endorfin. Selain itu, terapi ini merangsang peredaran darah di area sendi yang mengalami penumpukan cairan atau inflamasi. Dengan perawatan rutin, rasa kaku dan nyeri biasanya berangsur membaik.
5. Gangguan Tidur atau Insomnia
Tidur yang tidak berkualitas dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Akupuntur membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi stres, serta meningkatkan kualitas tidur. Banyak dokter yang merekomendasikan terapi ini untuk Anda yang mengalami sulit tidur akibat kecemasan, pikiran berlebih, atau pola istirahat yang tidak stabil.
6. Stres, Cemas, dan Beban Emosional
Selain efek fisik, akupuntur juga memberikan manfaat pada kesehatan mental. Stimulasi titik tertentu dapat menurunkan respons tubuh terhadap stres, meningkatkan produksi hormon relaksasi, dan menstabilkan suasana hati. Karena itu, kondisi emosional seperti kecemasan ringan sering termasuk dalam diskusi tentang penyakit apa saja yang bisa disembuhkan dengan akupuntur, meski sifatnya lebih sebagai terapi pendukung.
7. Gangguan Menstruasi dan Nyeri Haid
Nyeri haid yang hebat, siklus tidak teratur, atau ketidaknyamanan menjelang menstruasi dapat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormonal. Akupuntur bekerja dengan menyeimbangkan aliran energi dalam tubuh, memperlancar peredaran darah ke rahim, dan mengurangi ketegangan pada perut bagian bawah.
8. Masalah Kesuburan (Fertilitas)
Beberapa pasangan yang sedang menjalani program kehamilan juga memanfaatkan akupuntur sebagai terapi tambahan. Perawatan ini mampu meningkatkan kualitas aliran darah ke organ reproduksi, menyeimbangkan hormon, serta membantu mengurangi stres yang kerap muncul selama proses program hamil. Meski tidak berdiri sebagai terapi tunggal, akupuntur bisa menjadi pendamping yang memberi dampak positif.
9. Nyeri Punggung dan Ketegangan Otot
Meski terkesan klasik, nyeri punggung tetap menjadi salah satu alasan utama seseorang mencoba akupuntur. Terapi ini membantu mengendurkan otot yang tegang, memperbaiki postur, dan mengurangi inflamasi di jaringan lunak. Karena hasilnya cukup cepat dirasakan, banyak orang menjadikan akupuntur sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga kesehatan punggung.
Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Terapi
Sebelum mencoba terapi ini, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis akupuntur. Dengan begitu, penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan riwayat kesehatan Anda. Pastikan juga Anda tidak sedang mengalami infeksi kulit, kelainan pembekuan darah, atau kondisi tertentu yang memerlukan pengawasan medis ketat.
Kesimpulan
Jika sebelumnya Anda hanya mengenal akupuntur sebagai terapi untuk meredakan pegal, kini Anda telah mengetahui bahwa manfaatnya jauh lebih luas. Dari alergi hingga gangguan pencernaan, dari stres hingga nyeri kronis, berbagai kondisi dapat diredakan dengan pendekatan tradisional ini.
Jadi ketika Anda bertanya-tanya penyakit apa saja yang bisa disembuhkan dengan akupuntur, jawabannya tidak hanya satu atau dua, melainkan mencakup berbagai aspek kesehatan fisik dan emosional. Selama dilakukan oleh praktisi yang tepat seperti di Klinik BAMED pada Layanan Spesialis Akupunktur Medik dan disertai pemahaman yang benar, akupuntur bisa menjadi bagian penting dari perjalanan Anda menuju tubuh yang lebih seimbang dan sehat.
