Ditinjau oleh : dr. Mila Hapsari Dwi Utami
Seringkali dianggap sebagai sakit kepala biasa, migrain ternyata memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidup. Nyeri kepala yang berdenyut hebat, sering kali pada salah satu sisi kepala, yang disertai rasa mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya dan suara bising adalah beberapa gejala yang umum dialami penderita migrain.
Namun, apa sebenarnya penyebab migrain? Yuk, cari tahu apa saja penyebab migrain dan bagaimana cara mengatasinya.
Tipe-Tipe Migrain
Migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada beberapa tipe migrain yang perlu diketahui, antara lain:
1. Migrain dengan Aura
Migrain tipe ini sering kali diawali oleh gejala-gejala tertentu yang disebut aura. Aura dapat berupa gangguan penglihatan, seperti melihat kilatan cahaya atau titik-titik, gangguan bicara, serta gangguan sensorik lainnya seperti kesemutan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki. Gejala-gejala ini biasanya muncul beberapa menit atau bahkan jam sebelum sakit kepala yang parah dimulai.
2. Migrain Tanpa Aura
Migrain tanpa aura ditandai dengan timbulnya sakit kepala yang sangat intens secara tiba-tiba, tanpa adanya gejala pendahuluan. Migrain jenis ini paling umum terjadi.
3. Migrain Kronis
Migrain kronis adalah kondisi di mana seseorang mengalami migrain yang sangat sering dan berkepanjangan, yaitu terjadi episode nyeri kepala migrain pada 15 hari setiap bulannya dan berlangsung selama lebih dari 3 bulan. Pada migrain kronis, intensitas dan frekuensi serangan migrain dapat berubah-ubah dari hari ke hari, bahkan dari jam ke jam.
Penyebab Migrain
Penyebab migrain dapata dipicu oleh berbagai faktor. Beberapa faktor umum yang dapat memicu migrain meliputi:
- Stres: tekanan mental atau fisik yang berkepanjangan.
- Perubahan hormon: fluktuasi hormon pada wanita, terutama perubahan kadar hormon estrogen pada beberapa kondisi seperti saat haid, kehamilan, atau menopause.
- Obat-obatan: penggunaan obat-obatan tertentu, baik yang diresepkan maupun tanpa resep.
- Aktivitas fisik Berlebihan: olahraga yang terlalu berat atau aktivitas fisik yang tiba-tiba dapat memicu serangan migrain.
- Rangsangan sensorik: paparan cahaya terang, suara bising, bau yang menyengat, atau paparan rokok merupakan salah satu penyebab migrain sering kambuh.
- Pola makan dan minum: melewatkan makan, mengonsumsi makanan tertentu seperti cokelat, keju, makanan olahan, atau makanan yang mengandung pengawet serta mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol atau kafein.
- Perubahan cuaca: perubahan cuaca ekstrem, seperti perubahan suhu yang drastis.
- Gangguan tidur: kurang tidur, terlalu banyak tidur, atau perubahan pola tidur.
Gejala Migrain
Migrain adalah jenis sakit kepala yang seringkali disertai dengan gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini memiliki beberapa tahap, meskipun tidak semua penderita mengalami semua tahap tersebut. Berikut adalah penjelasan mengenai keempat tahap gejala migrain:
1. Fase Awal (Prodromal)
Beberapa jam hingga hari sebelum terjadi nyeri kepala, beberapa orang mengalami perubahan ringan yang dapat menjadi tanda peringatan. Gejala-gejala ini bisa meliputi perubahan suasana hati, seperti merasa depresi atau terlalu bersemangat, perubahan nafsu makan, kekakuan leher, sering buang air kecil, keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, sering menguap, serta kelelahan.
2. Fase Aura
Tidak semua penderita migrain mengalami tahap ini. Aura adalah gangguan sementara pada sistem saraf yang biasanya terjadi sebelum atau selama serangan migrain. Gejala aura umumnya berkaitan dengan penglihatan, seperti melihat titik-titik, garis berkelok, atau kilatan cahaya. Selain itu, bisa juga terjadi kesemutan, kelemahan, atau kesulitan berbicara.
3. Fase Serangan Migrain
Serangan migrain biasanya berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari. Gejala utama adalah nyeri kepala berdenyut yang bersifat progresif, sering kali terasa di satu sisi kepala tetapi dapat juga terjadi pada kedua sisi. Selain itu, penderita migrain seringkali mengalami mual, muntah, dan sensitivitas yang meningkat terhadap cahaya, suara, dan bau.
4. Fase Postdromal
Setelah serangan migrain berakhir, banyak orang merasakan kelelahan, kebingungan, dan perasaan tidak enak badan. Beberapa orang bahkan merasa sangat lelah sehingga sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penting untuk beristirahat cukup selama tahap ini untuk membantu tubuh pulih.
Cara Mengatasi Migrain yang Tepat
Migrain memang bisa sangat mengganggu, namun dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi migrain:
1. Konsultasi dengan Dokter
Langkah pertama yang sangat penting adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk memastikan penyebab migrain.
2. Pengobatan yang Tepat
Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan migrain sepenuhnya, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu meredakan gejala. Obat-obatan ini bisa berupa obat penghilang rasa sakit, obat untuk mencegah migrain, atau obat-obatan khusus untuk mengatasi gejala tertentu seperti mual atau muntah.
3. Menerapkan Gaya Hidup Sehat
Menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas serangan migrain. Beberapa tips yang dapat Anda lakukan meliputi:
- Hindari pencetus: mencari tahu hal-hal yang dapat mencetuskan migrain, seperti stres, makanan, kegiatan, atau obat-obatan tertentu. Pasien disarankan untuk membuat catatan serangan migrain, termasuk pemicu, gejala, dan tingkat keparahan untuk membantu mengidentifikasi pola serangan.
- Istirahat yang cukup: Usahakan tidur yang berkualitas dan teratur.
- Kelola stres: Cari cara untuk mengelola stres, seperti meditasi, relaksasi, atau latihan pernapasan.
- Perhatikan pola makan: Konsumsi makanan sehat dan bergizi, perbanyak minum air putih.
- Olahraga: berolahraga secara rutin.
Migrain memang bisa sangat mengganggu, namun bukan berarti tidak bisa dikelola. Dengan memahami gejala dan penyebabnya, Anda dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Jika migrain tak kunjung sembuh berhari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter Umum yang tersedia di Klinik BAMED untuk mengatasi solusi penyakit migrain yang mengganggu aktivitas. Dengan penanganan tepat, Anda dapat hidup lebih nyaman dan produktif setiap hari.
