Ditinjau oleh: dr. William, Sp.And
Banyak pria tidak menyadari bahwa perubahan kecil dalam tubuh atau suasana hati bisa menjadi sinyal penting dari hormon testosteron yang mulai menurun. Rasa cepat lelah, suasana hati yang mudah berubah, hingga menurunnya libido sering kali dianggap sebagai hal biasa, padahal bisa jadi itu adalah tanda bahwa kadar testosteron berada di bawah normal.
Hormon testosteron sendiri memiliki peran besar dalam menjaga energi, massa otot, metabolisme, fungsi seksual, hingga kestabilan emosi sehari-hari. Bahkan Harvard Health Publishing juga menyebutkan bahwa kadar testosteron yang rendah tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Jika hormon testosteron rendah dibiarkan terlalu lama, gejalanya bisa makin terasa dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Lantas, seperti apa ciri-ciri testosteron rendah yang perlu Anda ketahui? Simak penjelasannya di artikel ini.
Baca Juga: Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Andrologi
7 Ciri Hormon Testosteron Rendah
Berikut adalah ciri-ciri testosteron rendah pada pria yang perlu Anda perhatikan.
1. Penurunan Gairah Seksual
Salah satu ciri paling jelas dari testosteron rendah adalah menurunnya libido. Jika Anda menyadari gairah seksual menurun secara konsisten tanpa adanya pemicu emosional atau stres berlebih, besar kemungkinan kadar testosteron sedang tidak stabil. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hubungan dan kepercayaan diri.
2. Disfungsi Ereksi
Selain berpengaruh pada libido, testosteron juga memiliki peran dalam membantu tubuh menghasilkan nitric oxide, senyawa yang memicu proses ereksi. Karena itu, kadar hormon yang rendah dapat membuat pria lebih sering mengalami kesulitan mempertahankan ereksi atau disfungsi ereksi. Ini merupakan salah satu ciri-ciri testosteron rendah yang cukup sering dilaporkan.
3. Penurunan Energi dan Mudah Lelah
Jika Anda sering merasa kehilangan tenaga meskipun sudah beristirahat cukup, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal testosteron rendah. Hormon ini berperan besar dalam metabolisme energi. Ketika kadarnya menurun, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan kurang bertenaga untuk beraktivitas.
4. Massa Otot Berkurang
Banyak pria mulai memperhatikan penurunan massa otot seiring turunnya kadar testosteron. Meski tidak selalu membuat tubuh tampak drastis berubah, massa otot yang mengecil menjadi salah satu ciri testosteron rendah yang sering tidak disadari. Hormon ini berperan penting dalam menjaga kekuatan dan proses pembentukan otot.
5. Penambahan Lemak & Perubahan Komposisi Tubuh
Sebaliknya, ketika hormon turun, tubuh lebih mudah menyimpan lemak, terutama di area perut. Ini membuat komposisi tubuh berubah. Anda mungkin merasa berat badan naik meski pola makan tidak berubah. Kombinasi hilangnya otot dan meningkatnya lemak tubuh sering menjadi tanda kuat apa yang terjadi jika testosteron rendah dan tidak segera ditangani.
6. Mood Tidak Stabil & Rentan Depresi Ringan
Testosteron tidak hanya memengaruhi tubuh secara fisik, tetapi juga kondisi emosional. Banyak pria dengan kadar testosteron rendah mengalami perubahan suasana hati, mudah tersinggung, cemas, hingga gejala depresi ringan. Ketika hormon tidak seimbang, proses pengaturan emosi menjadi terganggu.
7. Masalah Tidur
Gangguan tidur atau sulit tidur juga sering muncul pada pria dengan kadar testosteron rendah. Hormon ini berhubungan erat dengan kualitas tidur yang baik. Ketika kadarnya turun, tubuh menjadi lebih sulit mencapai tidur nyenyak, sehingga keesokan harinya tubuh terasa lelah meski sudah beristirahat lama.
Penyebab Hormon Testosteron Rendah
Gejala yang muncul tentu tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor medis maupun gaya hidup yang dapat menyebabkan hormon testosteron terus menurun. Berikut adalah beberapa penyebab hormon testosteron rendah.
1. Penuaan
Kondisi ini terjadi secara alami, terutama setelah pria memasuki usia 30 tahun. Produksi hormon secara bertahap menurun setiap tahun, sehingga gejala testosteron rendah semakin terasa.
2. Obesitas
Tumpukan lemak berlebih dapat menghambat produksi hormon testosteron. Lemak visceral di perut sangat berpengaruh dalam penurunan kadar testosteron.
3. Stres Berkepanjangan
Kortisol yang merupakan hormon stres dapat menghambat produksi testosteron. Itulah mengapa stres kronis bisa menjadi penyebab tidak langsung dari rendahnya hormon ini.
4. Gangguan pada Testis atau Kelenjar Pituitari
Cedera, infeksi, atau kondisi medis tertentu dapat mengganggu fungsi testis maupun kelenjar pituitari dalam memproduksi hormon. Ketika kedua organ ini tidak bekerja optimal, produksi testosteron pun menurun.
5. Pola Hidup Tidak Sehat
Kurang tidur, kurang bergerak, konsumsi alkohol berlebihan, dan pola makan tinggi gula juga masuk dalam daftar penyebab hormon testosteron rendah yang paling sering muncul pada pria usia produktif.
Baca Juga: Gaya Hidup yang Dapat Merusak Kesuburan Pria
Apa yang Terjadi Jika Testosteron Rendah?
Setelah memahami berbagai ciri dan penyebabnya, penting juga untuk mengetahui apa saja dampak yang bisa muncul jika kadar testosteron dibiarkan terus menurun. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Kualitas Hubungan Seksual Menurun
Testosteron merupakan hormon utama yang mengatur gairah seksual pada pria. Jika kadarnya rendah, dorongan seksual dapat berkurang secara signifikan. Beberapa orang juga mengalami kesulitan mempertahankan ereksi atau merasa kurang puas setelah berhubungan.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kepuasan pribadi, tetapi juga dapat berdampak pada keharmonisan hubungan dengan pasangan karena munculnya rasa kurang percaya diri atau kekhawatiran berlebih.
2. Tubuh Lebih Mudah Lelah dan Motivasi Menurun
Testosteron turut berperan dalam menjaga tingkat energi tubuh. Ketika hormon ini menurun, tubuh bisa terasa cepat lelah meskipun aktivitas tidak terlalu berat. Anda mungkin juga merasa sulit berkonsentrasi, kurang produktif, atau kehilangan semangat untuk melakukan hal-hal yang biasanya Anda nikmati. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat memengaruhi performa kerja dan aktivitas sehari-hari.
3. Penumpukan Lemak, Terutama di Area Perut
Hormon testosteron berfungsi mengatur metabolisme dan pembentukan massa otot. Saat kadarnya rendah, tubuh lebih sulit membakar lemak sehingga penumpukan lebih mudah terjadi, terutama di area perut.
Lemak visceral yang menumpuk di bagian ini dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Perubahan bentuk tubuh juga kerap membuat seseorang merasa kurang percaya diri.
4. Risiko Depresi Meningkat
Keseimbangan hormon sangat memengaruhi kondisi emosional. Rendahnya testosteron dapat membuat Anda merasa lebih mudah sedih, cemas, atau tidak bersemangat. Dalam beberapa kasus, seseorang menjadi kurang menikmati kegiatan yang sebelumnya terasa menyenangkan. Jika tidak ditangani, perubahan suasana hati ini berpotensi berkembang menjadi depresi, yang dapat mengganggu fungsi sosial maupun kualitas hidup secara keseluruhan.
5. Berkurangnya Kepadatan Tulang
Testosteron membantu menjaga proses pembentukan dan kekuatan tulang. Kekurangan hormon ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan massa tulang berkurang sehingga tulang menjadi lebih rapuh.
Akibatnya, risiko patah tulang meningkat, terutama saat usia bertambah. Kondisi ini sering tidak disadari sampai terjadi cedera, sehingga penting untuk mengenali gejalanya lebih awal.
6. Penurunan Performa Olahraga dan Aktivitas Fisik
Rendahnya testosteron membuat tubuh lebih sulit membangun dan mempertahankan massa otot. Anda mungkin merasa kekuatan fisik menurun, gerakan terasa lebih lambat, atau pemulihan setelah berolahraga memakan waktu lebih lama dari biasanya.
Hal ini dapat menyebabkan penurunan performa dalam latihan maupun aktivitas fisik sehari-hari, bahkan membuat seseorang kehilangan motivasi untuk berolahraga.
Cara Mengatasi Hormon Testosteron Rendah
Selanjutnya, penting untuk mengetahui cara mengatasi hormon testosteron rendah. Terapinya tidak selalu rumit, kombinasi gaya hidup sehat dan penanganan medis dapat membantu memulihkan kadar hormon ke tingkat optimal.
1. Ubah Pola Hidup Menjadi Lebih Sehat
Mulailah dari hal-hal sederhana seperti tidur cukup, olahraga teratur, dan mengurangi makanan tinggi gula. Aktivitas seperti latihan beban terbukti mampu meningkatkan produksi hormon testosteron secara alami.
2. Kelola Stres dengan Lebih Baik
Teknik relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang Anda sukai dapat membantu menurunkan kadar hormon stres. Ketika stres berkurang, tubuh memiliki ruang lebih besar untuk memulihkan keseimbangan hormon.
3. Menurunkan Berat Badan
Jika Anda mengalami obesitas, program penurunan berat badan dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan testosteron. Lemak yang berkurang akan membuat hormon pria lebih stabil.
4. Konsumsi Nutrisi Pendukung
Beberapa nutrisi seperti vitamin D, zinc, magnesium, serta lemak sehat membantu mendukung produksi testosteron. Anda dapat memperolehnya dari makanan atau suplemen sesuai anjuran tenaga medis.
5. Terapi Penggantian Testosteron (TRT)
Untuk kasus tertentu, dokter dapat memberikan terapi penggantian hormon. Prosedur ini dilakukan dengan pengawasan ketat, karena tidak semua pria membutuhkan terapi ini. TRT dapat membantu mengembalikan level hormon ke kisaran normal dan mengurangi gejala yang mengganggu.
Kesimpulan
Mengenali ciri-ciri testosteron rendah bukan hanya penting bagi kesehatan fisik, tetapi juga keseimbangan emosional dan kualitas hidup Anda. Ketika gejala mulai terasa, jangan abaikan. Pahami penyebab hormon testosteron rendah, perhatikan apa yang terjadi jika testosteron rendah, dan ambil langkah tepat melalui perubahan gaya hidup maupun konsultasi medis.
Dengan tindakan yang sesuai oleh profesional di dokter spesialis Andrologi pada Layanan Andrologi di Klinik BAMED, Anda dapat menemukan cara mengatasi hormon testosteron rendah yang paling efektif dan aman untuk jangka panjang. Keseimbangan hormon bukan hanya tentang energi dan performa, tetapi juga tentang bagaimana Anda merasa sebagai individu. Segera hubungi klinik BAMED sekarang juga.
