Ditinjau Oleh: dr. Teresia Susilo, IBCLC
Cara menyimpan ASI yang benar menjadi hal penting bagi ibu menyusui yang sudah kembali bekerja. Aktivitas di kantor sering membuat ibu perlu memerah dan menyimpan ASI agar kebutuhan nutrisi si kecil tetap terpenuhi meskipun ibu tidak selalu berada di rumah.
Dengan memahami cara menyimpan ASI yang benar, ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI berkualitas kepada bayi. Selain itu, mengenali tanda ASI basi juga penting agar bayi terhindar dari risiko gangguan pencernaan akibat ASI yang sudah tidak layak konsumsi.
Key Summaries:
- Cara menyimpan ASI yang benar penting bagi ibu bekerja agar kualitas dan keamanan ASI tetap terjaga hingga diberikan kepada bayi.
- Penyimpanan ASI harus memperhatikan kebersihan alat, penggunaan wadah khusus, serta suhu penyimpanan yang sesuai seperti suhu ruangan, kulkas, atau cooler bag.
- ASI sebaiknya tidak dicampur dalam kondisi suhu berbeda dan perlu diberi label waktu pemerahan untuk memudahkan penggunaan.
- Mengenali tanda ASI basi seperti bau asam, perubahan tekstur, dan warna penting untuk mencegah risiko gangguan pencernaan pada bayi.
Persiapan Sebelum Menyimpan ASI
Sebelum mulai memerah ASI di tempat kerja, ibu perlu melakukan beberapa persiapan agar proses penyimpanan tetap aman dan higienis. Persiapan yang baik akan membantu menjaga kualitas ASI hingga diberikan kepada bayi di rumah.
Langkah pertama adalah memastikan semua perlengkapan dalam kondisi bersih. Botol atau tempat penyimpanan ASI sebaiknya dicuci menggunakan sabun dan air hangat, lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
Selain itu, pilih wadah penyimpanan khusus ASI yang berbahan BPA-free dan memiliki penutup rapat. Hindari menggunakan wadah sembarangan karena dapat memengaruhi kualitas dan kebersihan ASI.
Ibu juga disarankan memberi label tanggal dan waktu pemerahan pada setiap kantong atau botol ASI. Cara menyimpan ASI yang benar selalu mencakup pencatatan ini agar kita mengetahui mana ASI yang dapat digunakan terlebih dahulu.
Jika ibu membawa ASI pulang dari kantor, siapkan cooler bag dengan ice gel untuk menjaga suhu ASI tetap stabil selama perjalanan menuju rumah.
Baca Juga: Penyebab Saluran ASI Tersumbat dan Solusinya
Cara Menyimpan ASI yang Benar untuk Ibu Bekerja
Bagi ibu bekerja, ASI biasanya diperah beberapa kali selama jam kerja lalu disimpan sebelum dibawa pulang. Oleh karena itu, cara menyimpan ASI yang benar perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga hingga diberikan kepada bayi.
1. Gunakan Wadah Penyimpanan ASI yang Aman
Gunakan botol atau kantong ASI khusus yang telah melalui proses sterilisasi. Pastikan wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi bakteri. Hindari mengisi wadah terlalu penuh agar ASI tetap memiliki ruang saat mengalami perubahan suhu.
2. Simpan ASI di Suhu yang Tepat
ASI perah dapat bertahan sekitar 4 jam pada suhu ruangan (±25℃). Selain itu, ASI perah juga dapat disimpan di kulkas/chiller. ASI dapat disimpan di bagian dalam kulkas, tidak di sisi pintu kulkas.
Rekomendasi ini sejalan dengan panduan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyebutkan bahwa ASI perah aman disimpan beberapa jam di suhu ruang dan lebih lama dalam kondisi dingin jika disimpan dengan benar
Jika kantor tidak menyediakan kulkas, ibu dapat menggunakan cooler bag dengan ice gel untuk menjaga suhu tetap dingin sampai waktu pulang kerja.
3. Hindari Mencampur ASI dengan Suhu Berbeda
ASI yang baru diperah biasanya masih hangat. Sebaiknya jangan langsung mencampurnya dengan ASI yang sudah disimpan dalam keadaan dingin.
Dinginkan terlebih dahulu ASI yang baru diperah sebelum digabungkan dengan ASI lainnya. Cara ini membantu menjaga stabilitas suhu dan kualitas ASI.
4. Gunakan ASI dengan Kualitas yang Lebih Baik Terlebih Dahulu
Prinsip yang digunakan saat ini adalah ASI yang terakhir diperah dan disimpan dianggap memiliki kadar komposisi ASI yang lebih baik. Sehingga ASI yang terakhir disimpan adalah ASI yang diberikan terlebih dahulu kepada bayi.
Memberi label tanggal dan waktu pemerahan akan memudahkan ibu atau pengasuh bayi dalam memilih ASI yang perlu diberikan terlebih dahulu.
5. Gunakan Cooler Bag Saat Membawa ASI Pulang
Saat pulang kerja, ASI yang telah diperah perlu dibawa kembali ke rumah dengan aman. Gunakan cooler bag dengan ice gel agar suhu ASI tetap stabil selama perjalanan.
Hindari membuka cooler bag terlalu sering agar suhu dingin tetap terjaga hingga ASI sampai di rumah dan dapat segera disimpan di lemari pendingin.
Baca Juga: Panduan Posisi Menyusui yang Tepat untuk Ibu Baru
Tanda ASI Basi
Selain memahami cara menyimpan ASI yang benar, ibu juga perlu mengenali tanda ASI basi. ASI yang sudah tidak layak konsumsi dapat menyebabkan bayi mengalami diare atau muntah.
Salah satu tanda ASI basi yang paling mudah dikenali adalah bau yang asam dan menyengat serta tampak berlendir. ASI segar umumnya memiliki aroma ringan atau sedikit manis, bukan bau tajam seperti susu yang rusak.
Perubahan warna yang tidak biasa juga perlu diperhatikan. Meski ASI dapat terpisah menjadi lapisan lemak dan cairan, ASI basi biasanya tampak menggumpal dan tidak tercampur meski sudah dikocok perlahan.
Rasa ASI yang asam juga bisa menjadi tanda ASI basi, meskipun cara ini jarang dilakukan. Jika ragu terhadap kualitas ASI, sebaiknya jangan diberikan kepada bayi demi keamanan.
Kesimpulan
Bagi ibu bekerja, menjaga kualitas ASI tetap baik membutuhkan perhatian khusus dalam proses penyimpanan. Dengan menerapkan cara menyimpan ASI yang benar, ibu tetap dapat memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi terbaik meskipun ibu sedang beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, mengenali tanda ASI basi juga penting agar bayi terhindar dari risiko gangguan kesehatan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Laktasi jika memiliki pertanyaan seputar penyimpanan ASI atau kondisi kesehatan ibu dan bayi.
Jika membutuhkan informasi terkait kesehatan ibu dan anak, Anda dapat hubungi kami dan berkonsultasi dengan dokter spesialis di Klinik BAMED untuk mendapatkan pemeriksaan dan edukasi medis yang tepat sesuai kebutuhan. Tim medis kami siap membantu memastikan kesehatan ibu dan si kecil tetap terjaga.
FAQ
1. Berapa lama ASI bisa disimpan di kulkas kantor?
ASI perah dapat bertahan hingga sekitar 4 hari jika disimpan di lemari pendingin dengan suhu sekitar 4℃.
2. Apakah ASI boleh dibekukan kembali setelah dicairkan
Tidak disarankan membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
3. Bagaimana cara mengetahui tanda ASI basi dengan cepat
ASI basi biasanya memiliki bau asam menyengat, tekstur menggumpal, dan tidak tercampur kembali meskipun sudah dikocok perlahan.
4. Apakah ASI yang terpisah lapisannya termasuk basi
Tidak selalu. Pemisahan lapisan lemak dan cairan merupakan hal normal dan biasanya dapat tercampur kembali setelah dikocok perlahan atau dihangatkan.
5. Mengapa cara menyimpan ASI yang benar penting bagi ibu bekerja
Karena ASI yang diperah di tempat kerja perlu disimpan dengan tepat agar kualitas nutrisinya tetap terjaga dan terhindar dari kontaminasi kuman hingga diberikan kepada bayi di rumah.
