Ditinjau oleh: dr. Maryam, Sp.GK
Kita sering mencari cara untuk meningkatkan metabolisme tubuh demi pembakaran kalori yang optimal. Namun, ada kondisi di mana metabolisme bekerja terlalu cepat dan justru merugikan kesehatan. Metabolisme yang terlalu cepat atau hipermetabolisme dapat menyebabkan penurunan berat badan drastis, kelelahan, dan sulitnya penyerapan nutrisi. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, penting untuk memahami cara memperlambat metabolisme tubuh.
Kondisi metabolisme cepat ini membuat tubuh membakar energi sangat efisien, bahkan ketika Anda tidak aktif. Asupan kalori yang masuk cenderung langsung terbakar habis, tanpa sempat disimpan sebagai cadangan energi. Inilah yang berpotensi menyebabkan berat badan terlalu rendah dan kurangnya energi yang stabil.
Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu memahami faktor pemicu laju metabolisme yang tidak seimbang tersebut. Dengan mengatur dan memperlambat laju pembakaran energi, kita dapat mencapai kondisi tubuh yang lebih stabil dan mendukung kesehatan secara menyeluruh. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai solusi untuk menyeimbangkan proses metabolik ini.
Ciri-Ciri Metabolisme Cepat
Sebelum mencoba berbagai cara memperlambat metabolisme tubuh, Anda perlu memahami terlebih dahulu bagaimana mengenali tanda-tanda metabolisme yang bekerja terlalu cepat. Beberapa ciri-ciri metabolisme cepat berikut ini bisa menjadi petunjuk penting.
1. Berat Badan Sulit Naik
Salah satu ciri yang paling mudah dilihat dari metabolisme cepat adalah sulitnya menambah berat badan, meskipun sudah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Ini terjadi karena tubuh membakar kalori secara efisien dan cepat, bahkan saat Anda tidak melakukan aktivitas fisik berat. Akibatnya, kalori yang masuk langsung diubah menjadi energi tanpa sempat disimpan sebagai lemak.
2. Sering Merasa Lapar
Karena kalori terbakar lebih cepat, tubuh lebih cepat kehabisan energi. Akibatnya, rasa lapar datang lebih sering dari biasanya. Anda mungkin merasa sudah makan cukup, namun beberapa saat kemudian perut kembali terasa kosong. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan energi dalam tubuh tidak cukup bertahan lama.
3. Mudah Berkeringat
Orang dengan metabolisme tinggi cenderung memiliki suhu tubuh yang lebih hangat. Bahkan dalam kondisi santai atau suhu ruangan, tubuh mereka bisa mengeluarkan keringat dengan mudah. Ini adalah respons alami tubuh dalam menjaga keseimbangan suhu akibat pembakaran energi yang tinggi.
4. Detak Jantung Lebih Cepat
Peningkatan aktivitas metabolik biasanya juga diikuti dengan peningkatan kerja sistem kardiovaskular. Salah satu tandanya adalah detak jantung yang cenderung lebih tinggi dari rata-rata. Anda mungkin menyadari bahwa jantung berdetak lebih cepat bahkan saat dalam keadaan istirahat.
5. Sulit Menjaga Massa Otot
Dalam kondisi metabolisme yang sangat aktif, tubuh cenderung memanfaatkan sumber energi dari manapun yang tersedia, termasuk protein dari jaringan otot. Akibatnya, massa otot bisa berkurang secara perlahan, terutama jika asupan kalori dan protein tidak memadai.
6. Sering Gelisah atau Tidak Bisa Diam
Tingkat energi yang tinggi dalam tubuh juga bisa berpengaruh ke sistem saraf. Anda mungkin merasa lebih gelisah, sulit duduk diam, atau selalu ingin bergerak. Meski terlihat aktif, kondisi ini bisa cukup mengganggu kenyamanan dan konsentrasi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Perbedaan Penurunan Berat Badan Sehat dan Tidak Sehat
Penyebab Metabolisme Cepat
Setelah mengetahui ciri-cirinya, penting untuk memahami apa saja penyebab metabolisme cepat. Faktor pemicunya bisa berasal dari dalam tubuh maupun dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari.
1. Faktor Genetik
Gen memainkan peran besar dalam menentukan seberapa cepat metabolisme seseorang bekerja. Beberapa orang memang secara alami memiliki sistem metabolik yang lebih aktif dibandingkan yang lain. Meskipun bukan suatu kelainan, kondisi ini bisa menimbulkan tantangan tertentu, khususnya dalam menjaga berat badan dan keseimbangan nutrisi.
2. Ketidakseimbangan Hormon
Hormon tiroid sangat berperan dalam mengatur kecepatan metabolisme tubuh. Ketika kadar hormon tiroid meningkat secara berlebihan atau kondisi yang dikenal dengan hipertiroidisme, metabolisme akan meningkat drastis. Ini bisa memicu berbagai gejala seperti berat badan turun secara ekstrem, jantung berdebar, tangan gemetar, dan tubuh mudah lelah.
3. Aktivitas Fisik yang Berlebihan
Berolahraga tentu baik bagi tubuh, namun jika dilakukan secara berlebihan terutama latihan intens tanpa cukup pemulihan dan asupan nutrisi. Maka tubuh bisa masuk ke mode pembakaran tinggi terus-menerus. Ini membuat metabolisme Anda tetap aktif bahkan saat sedang tidak berolahraga, yang justru bisa membuat berat badan susah naik.
4. Konsumsi Stimulan
Minuman berkafein seperti kopi dan teh hijau, suplemen pembakar lemak, serta minuman energi, dapat meningkatkan laju metabolisme. Jika dikonsumsi secara berlebihan, zat-zat ini bisa menyebabkan tubuh berada dalam kondisi ‘terus membakar’ tanpa henti, yang mungkin baik untuk menurunkan berat badan, namun berisiko jika dilakukan tanpa pengawasan.
5. Pola Makan Tidak Teratur
Sering melewatkan makan atau hanya makan dalam jumlah sangat sedikit dapat membuat tubuh membakar energi lebih cepat karena merasa ‘terancam’ oleh kekurangan asupan. Dalam jangka panjang, pola ini dapat menyebabkan gangguan metabolik dan menurunkan efisiensi penyerapan nutrisi.
Cara Memperlambat Metabolisme Tubuh
Jika metabolisme Anda tergolong terlalu cepat dan mulai berdampak pada keseimbangan kesehatan, berikut beberapa cara memperlambat metabolisme tubuh yang bisa Anda coba:
1. Tingkatkan Asupan Kalori
Mengonsumsi makanan tinggi kalori secara teratur bisa membantu memperlambat laju metabolisme. Pilihlah sumber kalori berkualitas seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan produk susu penuh lemak. Makan dalam frekuensi lebih sering, misalnya lima kali sehari dalam porsi sedang, akan menjaga kadar energi tetap stabil dan mencegah pembakaran yang terlalu cepat.
2. Kurangi Intensitas Olahraga
Jika selama ini Anda rutin melakukan olahraga intens seperti kardio berat setiap hari, cobalah beralih ke aktivitas fisik yang lebih ringan. Jalan santai, yoga, atau stretching tidak hanya membantu menjaga kebugaran tetapi juga mengurangi stres metabolik pada tubuh Anda.
3. Hindari Konsumsi Stimulan Berlebihan
Batasi konsumsi kopi, teh hijau, dan minuman berkafein lainnya. Selain itu, hindari suplemen pembakar lemak yang mengandung stimulan tinggi, terutama bila Anda tidak membutuhkannya secara medis. Meminimalkan stimulan dapat menurunkan kecepatan pembakaran kalori secara perlahan dan alami.
4. Perbanyak Waktu Istirahat
Kurang tidur bisa memperburuk keseimbangan hormonal dalam tubuh dan secara tidak langsung memicu ketidakteraturan metabolik. Pastikan Anda tidur cukup setiap malam, idealnya 7 hingga 9 jam untuk memberi kesempatan tubuh memulihkan energi dan menjaga proses metabolisme tetap stabil.
5. Konsultasikan dengan Tenaga Medis
Jika penurunan berat badan terus berlanjut tanpa alasan yang jelas atau muncul gejala lain seperti jantung berdebar, tangan gemetar, dan diare terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter spesialis gizi. Pemeriksaan kadar hormon, khususnya hormon tiroid, bisa membantu menemukan akar penyebab metabolisme yang terlalu cepat dan menentukan solusi medis yang tepat.
Baca Juga: Peran dan Tugas Dokter Spesialis Gizi Klinik dalam Kesehatan
Memiliki metabolisme tinggi memang terdengar ideal bagi sebagian orang, tetapi belum tentu selalu menguntungkan. Ciri-ciri metabolisme cepat seperti berat badan sulit naik, sering lapar, hingga mudah berkeringat bisa menjadi tantangan tersendiri.
Dengan memahami penyebab metabolisme cepat dan menerapkan cara memperlambat metabolisme tubuh secara tepat, Anda bisa mengatur ulang sistem metabolisme menjadi lebih seimbang dan sehat.
Jika kondisi ini mengganggu keseharian atau berdampak pada kesehatan jangka panjang, jangan ragu untuk mencari bantuan medis di Klinik BAMED dan berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi pada Layanan Spesialis Gizi Klinik.
