Ditinjau oleh: dr. Angelina Vitria, Sp.O.G
Menerima kabar keguguran adalah pengalaman yang sangat berat bagi banyak pasangan. Namun, situasi menjadi lebih mengkhawatirkan ketika hal itu terjadi berulang kali. Rasa sedih, bingung, dan takut tentu muncul dan ingin segera mencari jawaban.
Keguguran yang terjadi lebih dari satu kali sering disebut keguguran berulang. Bagi banyak orang, itu menjadi sinyal bahwa harus ada penanganan lebih mendalam agar saat terjadi kehamilan berikutnya bisa lebih aman.
Di artikel ini, kita akan membahas penyebab keguguran berulang dan cara mencegahnya agar Anda bisa melangkah maju dengan lebih yakin.
Apa Itu Keguguran Berulang?
Keguguran berulang atau dalam istilah medis disebut recurrent miscarriage atau recurrent pregnancy loss (RPL), biasanya didefinisikan sebagai keguguran yang terjadi dua kali atau lebih secara berturut-turut. Banyak praktisi menyarankan agar evaluasi dilakukan jika sudah mengalami dua keguguran.
Dalam banyak kasus, penyebab keguguran berulang tidak selalu bisa ditemukan. Sebagian besar penyebabnya tetap tidak diketahui meskipun sudah melalui pemeriksaan lengkap.
Meski demikian, banyak kemungkinan yang bisa diperiksa, dan jika diketahui, pengobatan keguguran berulang bisa disesuaikan agar membantu kehamilan berikutnya lebih aman.
Baca Juga: Tes Medis yang Wajib Dilakukan Sebelum Program Hamil
5 Penyebab Keguguran Berulang
Berikut lima penyebab yang sering dijumpai sebagai faktor dalam kasus keguguran berulang:
1. Kelainan Kromosom (Genetik)
Salah satu penyebab paling sering adalah kelainan kromosom pada janin. Saat proses pembuahan, sel telur atau sperma bisa membawa jumlah atau struktur kromosom yang tidak normal. Jika janin memiliki kelainan kromosom, kehamilan seringnya tidak bisa bertahan lama.
Beberapa kasus kelainan ini tidak diwariskan oleh orang tua, tetapi terjadi secara acak. Namun, jika pasangan memiliki kelainan kromosom keseimbangan (balanced translocation), risiko keguguran berulang bisa meningkat.
2. Masalah Struktur Rahim (Anatomis)
Ada kondisi bawaan yang berkembang pada rahim (uterus) yang bisa menyebabkan janin sulit melekat atau berkembang. Misalnya rahim septum (bagian dinding membagi rahim), fibroid, polip, adhesi (jaringan parut), atau kelainan kongenital lainnya.
Dalam banyak kasus, jika struktur tersebut bisa diperbaiki (melalui tindakan bedah seperti histeroskopi), peluang keberhasilan kehamilan bisa meningkat.
3. Gangguan Hormon dan Endokrin
Gangguan hormon bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk memelihara kehamilan. Contohnya:
- Tiroid yang tidak seimbang (baik hipotiroid maupun hipertiroid)
- Gangguan prolaktin tinggi
- Diabetes yang tidak terkontrol
- Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Gangguan ini bisa diperiksa melalui tes darah dan diobati agar hormon berada dalam rentang yang lebih sehat sebelum atau selama kehamilan.
4. Gangguan Pembekuan Darah/Autoimun
Salah satu penyebab penting adalah kondisi yang membuat darah mudah membeku (trombofilia) atau reaksi autoimun terhadap kehamilan, salah satunya adalah antiphospholipid syndrome (APS).
Pada kondisi APS, antibodi abnormal menyebabkan pembekuan di pembuluh darah plasenta, menghambat suplai oksigen dan nutrisi ke janin. Pengobatan seperti aspirin dosis rendah atau heparin kadang digunakan untuk membantu.
5. Faktor Gaya Hidup & Lingkungan & Penyebab Tidak Teridentifikasi
Beberapa faktor yang bisa memperbesar risiko tetapi tidak selalu menjadi penyebab langsung keguguran, yaitu:
- Usia ibu yang makin bertambah (risiko kelainan genetik meningkat)
- Obesitas atau berat badan ekstrem
- Merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan narkotika
- Paparan zat toksik, radiasi, atau bahan kimia berbahaya
- Infeksi kronis atau infeksi tertentu yang mempengaruhi organ reproduksi
Baca Juga: Panduan saat Melakukan Pemeriksaan Kehamilan Trimester 1
Pengobatan Keguguran Berulang
Setelah dokter mengetahui penyebab yang mendasari, pengobatan keguguran berulang bisa disesuaikan. Berikut beberapa pendekatan pengobatan yang umum dilakukan:
1. Perbaikan Struktur Uterus
Jika ada kelainan struktur seperti septum uterus atau jaringan parut (adhesi), tindakan bedah minimal invasif (misalnya histeroskopi) bisa dilakukan untuk memperbaiki bentuk rahim agar lebih mendukung kehamilan.
2. Terapi Antikoagulan
Untuk mereka yang memiliki gangguan pembekuan darah seperti APS atau trombofilia, dokter mungkin meresepkan aspirin dosis rendah atau heparin selama kehamilan untuk mencegah pembekuan di plasenta.
3. Terapi Hormon
Jika ditemukan gangguan hormon seperti tiroid, prolaktin, atau masalah diabetik, perawatan ditujukan untuk menormalkan hormon. Hal ini bisa mencakup obat tiroid, pengaturan gula darah, atau pemberian progesteron pada kasus tertentu (meskipun bukti efektivitasnya masih terbatas).
4. Manajemen Gaya Hidup & Konseling
Langkah-langkah seperti berhenti merokok, mengatur berat badan ideal, menghindari alkohol dan zat toksik, serta menjaga nutrisi dan stres penting untuk mendukung keberhasilan kehamilan berikutnya.
5. Evaluasi Genetik & Konseling Reproduksi
Pasangan bisa menjalani tes kromosom (kariotipe) untuk mencari kelainan genetik bawaan. Konseling genetik dapat membantu memahami risiko dan pilihan yang ada.
6. Terapi Eksperimental atau Dukungan Tambahan
Dalam kasus yang sulit, beberapa klinik menggunakan metode tambahan seperti terapi imunologis, infus intravena imunoglobulin (IVIG), atau teknologi reproduksi bantuan (seperti IVF dengan pemilihan embrio) meskipun efektivitasnya bervariasi dan tergantung kondisi.
Cara Mencegah Keguguran Berulang
Pencegahan merupakan langkah penting yang bisa dilakukan agar kehamilan berikutnya memiliki peluang lebih baik untuk berhasil. Berikut beberapa pendekatan cara mencegah keguguran berulang berdasarkan penyebab dan kondisi masing-masing:
1. Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh Sebelum Hamil
Sebelum merencanakan kehamilan, sebaiknya lakukan evaluasi menyeluruh. Pemeriksaan ini mencakup analisis struktur rahim melalui USG atau histeroskopi, tes hormon, deteksi gangguan pembekuan darah (seperti trombofilia), serta skrining genetik jika perlu. Tujuannya adalah mengidentifikasi dan menangani masalah sejak dini agar kehamilan berjalan lebih aman.
2. Perbaiki Gaya Hidup
Gaya hidup memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan kehamilan. Beberapa perubahan penting yang bisa dilakukan antara lain berhenti merokok, menjaga berat badan tetap ideal, menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, serta menjauh dari paparan zat beracun seperti pestisida atau bahan kimia industri.
Langkah-langkah ini membantu menciptakan lingkungan tubuh yang lebih sehat untuk janin berkembang.
3. Jaga Kesehatan Secara Menyeluruh
Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes, gangguan tiroid, atau tekanan darah tinggi, penting untuk mengelolanya dengan baik sebelum dan selama kehamilan. Berkonsultasilah secara rutin dengan dokter untuk memastikan kondisi tersebut dalam kendali, karena gangguan sistemik dapat meningkatkan risiko keguguran.
4. Konsumsi Gizi Seimbang dan Suplemen
Nutrisi yang baik berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang janin. Pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat, seimbang, dan kaya nutrisi. Dokter juga biasanya akan menyarankan suplemen vitamin prenatal, seperti asam folat, zat besi, atau vitamin D, untuk mendukung kehamilan yang sehat sejak awal.
5. Perhatikan Kesehatan Mental dan Emosional
Jangan abaikan stres dan kondisi emosional. Tekanan mental yang berat atau berkepanjangan bisa memengaruhi keseimbangan hormon dan kesehatan secara umum. Cari dukungan dari pasangan, keluarga, atau tenaga profesional jika merasa terbebani secara emosional. Konseling atau terapi psikologis bisa sangat membantu dalam proses pemulihan pascakeguguran dan perencanaan kehamilan selanjutnya.
6. Pantau Kehamilan Lebih Intensif
Jika Anda sudah pernah mengalami keguguran berulang, dokter mungkin akan menyarankan pemantauan kehamilan yang lebih intensif sejak awal. Ini bisa mencakup pemeriksaan USG lebih sering, pemantauan pertumbuhan janin, hingga evaluasi aliran darah ke plasenta. Tujuannya adalah mendeteksi masalah sejak dini dan memberikan intervensi yang dibutuhkan secepat mungkin.
Baca Juga: Panduan Lengkap Program Hamil: Memahami Jenis dan Langkah-Langkahnya
Keguguran berulang adalah tantangan berat bagi banyak pasangan, tetapi bukan akhir dari harapan. Dengan mengenali penyebab keguguran berulang, menjalani evaluasi medis yang tepat, dan mengikuti pengobatan keguguran berulang yang disesuaikan, peluang untuk hamil dengan aman dan sukses tetap ada.
Paling penting, jangan menyalahkan diri sendiri, banyak faktor berada di luar kontrol kita. Segera jadwalkan konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan di Klinik Obgyn BAMED pada Layanan Spesialis Obstetri dan Ginekologi untuk rencana yang sesuai. Dengan langkah tepat dan dukungan penuh, Anda bisa menjaga harapan positif bagi kehamilan berikutnya.
