Ditinjau oleh : dr. Kania Adhyanisitha, Sp.A
Dalam fase tumbuh kembang, anak-anak mengalami berbagai perubahan yang signifikan, termasuk perkembangan motorik yang memainkan peran penting dalam kehidupan mereka. Kemampuan motorik tidak hanya berhubungan dengan gerakan fisik, tetapi juga mempengaruhi aspek kognitif, sosial, dan emosional. Sebagai orang tua, memahami perkembangan motorik anak adalah langkah awal yang krusial untuk mendukung mereka mencapai potensi penuh.
Dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat menciptakan lingkungan yang stimulatif dan aman, sehingga anak dapat berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka secara optimal. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang perkembangan motorik anak yang harus diperhatikan orang tua.
Apa Itu Perkembangan Motorik?
Perkembangan motorik anak adalah aktivitas yang merujuk pada berbagai cara tubuh menggunakan otot untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. Contoh keterampilan motorik meliputi merangkak, duduk, dan berjalan, serta kemampuan untuk mengambil mainan atau menggenggam pegangan tempat tidur bayi. Keterampilan motorik ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu keterampilan motorik halus dan keterampilan motorik kasar.
1. Motorik Kasar
Motorik kasar merupakan aspek penting dalam perkembangan motorik anak usia dini, yang melibatkan penggunaan otot-otot besar di bagian lengan, kaki, dan tubuh. Aktivitas yang berkaitan dengan motorik kasar sangat berperan dalam berbagai kegiatan fisik sehari-hari, seperti berjalan, berlari, mengangkat, melempar, dan menendang. Pada umumnya, kemampuan motorik kasar atau fisik ini berkembang lebih awal dibandingkan dengan keterampilan motorik halus. Contoh perkembangan fisik motorik anak usia dini dapat dilihat ketika anak mulai berlari atau melompat.
2. Motorik Halus
Motorik halus adalah keterampilan yang berkaitan dengan koordinasi otot-otot kecil, khususnya yang terlibat dalam gerakan tangan, jari, dan mata. Penguasaan keterampilan ini sangat penting bagi anak, karena dapat memudahkan mereka dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Contohnya termasuk menulis, menyikat gigi, membuka pintu, serta memasang dan melepas kancing pakaian. Kemampuan motorik halus yang baik akan mendukung anak dalam mengembangkan kemandirian dan kepercayaan diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari
Perkembangan Motorik Anak yang Harus Diperhatikan
Perkembangan motorik anak merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua, terutama dalam mengenali pencapaian yang menandakan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Setiap usia memiliki milestone tertentu yang harus dicapai. Keterampilan motorik, baik kasar maupun halus, umumnya muncul dalam rentang waktu tertentu. Oleh karena itu, daftar milestone ini dapat dijadikan sebagai acuan.
1. Usia Dini Hingga 2 Bulan
Pada usia dua bulan, bayi seharusnya mulai dapat mengangkat kepala saat berbaring tengkurap dan mampu mendorong tubuh ke atas menggunakan lengan. Selain itu, mereka dapat menggenggam dengan erat dan sesekali memegang mainan dengan satu tangan.
Pada tahap ini, bayi juga mulai menunjukkan kemampuan untuk membawa tangan mereka ke mulut. Memantau pencapaian milestone ini dapat membantu orang tua memastikan bahwa perkembangan motorik anak berlangsung sesuai dengan tahapan yang diharapkan.
2. Usia 3-5 Bulan
Pada usia 3 hingga 5 bulan, perkembangan motorik anak mengalami kemajuan yang signifikan. Pada usia 3 bulan, bayi mulai menunjukkan kemampuan untuk mengangkat kepala saat tengkurap dan menahan posisi kepala lebih stabil. Mereka juga mulai menggerakkan tangan dan kaki secara lebih terkoordinasi, meskipun masih dalam bentuk gerakan refleks. Pada usia ini, bayi mulai merespons rangsangan dengan lebih aktif, seperti menendang atau menggenggam mainan yang diletakkan di dekatnya.
Memasuki usia 4 hingga 5 bulan, perkembangan motorik anak semakin meningkat. Mereka mulai belajar menggenggam benda dengan lebih sengaja dan dapat menggenggam mainan atau jari orang dewasa dengan erat. Bayi juga mulai mengangkat tubuh bagian atas dengan menggunakan lengan saat tengkurap, mengarah pada kemampuan untuk berguling ke sisi atau bahkan merangkak. Pada fase ini, kontrol otot tubuh semakin kuat, sehingga bayi dapat melakukan gerakan-gerakan tubuh yang lebih kompleks.
3. Usia 6-8 Bulan
Perkembangan motorik anak pada usia 6 hingga 8 bulan menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam aspek keterampilan fisik yang melibatkan otot besar dan halus. Pada usia ini, bayi mulai lebih aktif dalam bergerak, seperti mengangkat kepala dan dada saat berbaring tengkurap, yang menandakan kekuatan otot leher dan punggungnya yang semakin berkembang. Selain itu, kemampuan untuk meraih dan menggenggam benda juga semakin terasah, dengan bayi mulai bisa menggenggam mainan dengan kedua tangan atau bahkan mulai mencoba memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lainnya.
Pada usia 6 hingga 8 bulan, kemampuan motorik kasar bayi juga berkembang pesat, seperti mulai belajar merangkak untuk berpindah tempat. Beberapa bayi juga dapat duduk dengan sedikit atau tanpa bantuan, yang menunjukkan koordinasi otot tubuh bagian atas yang semakin baik. Pencapaian ini memberi tanda bahwa otot-otot tubuh bagian atas dan bawah bayi semakin kuat dan lebih terkoordinasi. Selain itu, keterampilan motorik halus bayi berkembang dengan kemampuan untuk mengambil benda kecil menggunakan jari-jari, yang mempersiapkan mereka untuk keterampilan lebih lanjut seperti memegang sendok atau menguasai teknik makan mandiri.
4. Usia 9-11 Bulan
Saat bayi menginjak usia sembilan bulan, bayi mulai belajar berjalan sambil berpegangan pada perabotan atau permukaan lainnya. Ketika mencapai usia sepuluh bulan, mereka mampu berdiri sendiri selama beberapa detik. Pada usia sebelas bulan, kemampuan mereka untuk berdiri semakin lama dan mereka mulai mengambil langkah-langkah pertama.
Selain perkembangan motorik kasar, keterampilan motorik halus juga mulai terlihat. Di fase ini, bayi dapat bertepuk tangan dan menunjukkan kemampuan meraih serta menarik, seperti saat mereka mencoba melepas kedua kaus kaki mereka.
5. Usia 12-14 Bulan
Menginjak usia 12-14 bulan, perkembangan motorik anak ditandai dengan kemampuan anak untuk merangkak dengan tangan dan kaki di tanah dalam posisi seperti beruang. Mereka juga sudah mampu beralih dari posisi duduk ke berdiri, berjalan tanpa bantuan, serta mulai merangkak menaiki tangga. Selain keterampilan motorik kasar, kemampuan motorik halus mereka juga berkembang pesat. Mereka juga mulai lebih terampil dalam memegang benda-benda kecil menggunakan jepitan jari (antara jari telunjuk dan ibu jari), mulai memegang spidol dengan kepalan tangan, dan mencoba menggunakan sendok untuk makan sendiri.
6. Usia 15-18 Bulan
Di usia 15 hingga 18 bulan, perkembangan motorik anak semakin terlihat dengan kemampuan mereka mulai merangkak turun tangga, serta berjalan naik dan turun tangga dengan bantuan baik dari orang dewasa maupun menggunakan dinding sebagai penyangga. Dalam hal keterampilan motorik halus, anak sudah bisa menyusun 2-3 balok, menempatkan dua bentuk ke papan bentuk dengan benar, dan mulai memegang spidol dengan cara “overhand” atau menggenggam dari atas. Tahap perkembangan ini menunjukkan peningkatan dalam koordinasi dan kekuatan fisik anak.
7. Usia 19-24 Bulan
Memasuki usia 19-24 bulan, anak-anak kita mulai menunjukkan kemampuan motorik yang semakin berkembang pesat. Mereka sudah lincah berlari kesana kemari, serta mampu menaiki tangga satu persatu dengan penuh percaya diri. Kemampuan tangan mereka pun semakin terampil. Coba perhatikan, si kecil sudah bisa membolak-balik buku gambar hingga tiga halaman sekaligus dan menumpuk kubus mainan hingga setinggi menara kecil.
8. Usia 2-3 Tahun
Usia 2-3 tahun adalah masa di mana keterampilan motorik anak berkembang dengan pesat. Anak-anak mulai mampu berdiri dengan seimbang di satu kaki untuk beberapa detik, serta lebih percaya diri menaiki dan menuruni tangga, bahkan dengan melompat dari satu anak tangga ke yang lain. Kemampuan tangan mereka juga semakin terkoordinasi, memungkinkan mereka memegang benda dengan satu tangan sambil melakukan aktivitas lain, seperti memegang kertas saat menggambar. Mereka juga mulai menguasai keterampilan membuka kancing besar dan menggunakan gunting khusus anak untuk memotong kertas.
Memahami perkembangan motorik anak adalah langkah krusial dalam mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Jika Anda mengalami kendala atau merasa khawatir tentang perkembangan motorik anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak di klinik BAMED. Dokter dapat memberikan saran dan panduan yang tepat untuk memastikan bahwa anak Anda mendapatkan dukungan yang diperlukan.
